Wednesday, December 21, 2011
KESEDIHAN YANG LUAR BIASA
Sunday, July 24, 2011
Apakah kita PSIKOPAT ?
“Saya sedang menyampaikan kuliah psikologi kejahatan dan memberikan daftar ciri psikopat. Saat selesai, seorang perempuan menghampiri dan berkata `anda baru saja menggambarkan bos saya`,” katanya kepada Kantor Berita Jerman (DPA).
Clarke menemukan bahwa psikopat tidak hanya ada di penjara, di ruang sidang pengadilan, atau pada kisah “thriller”.
Psikopat, baik laki-laki maupun perempuan, sedang berencana licik di tempat kerja - di seluruh dunia. Penelitian menyatakan bahwa satu persen populasi orang dewasa yang bekerja adalah psikopat di tempat kerjanya. Psikopat seperti itu ada di kantor besar maupun kecil, dia ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko.
Di sanalah, menurut Clarke, mereka bersembunyi : lewat berbohong, mencurangi, mencuri, memanipulasi, mengorbankan dan menghancurkan para rekan kerja, serta kesemuanya tanpa rasa salah maupun penyesalan.
Lebih buruk lagi, Clarke menilai, mereka yang disebut organisasional psikopat, berkembang pesat di dunia bisnis, di mana kezaliman dan nafsu mereka tidak saja mereka salah-artikan sebagai ambisi dan keterampilan memimpin, namun juga sebagai sesuatu yang dihargai melalui promosi, bonus dan kenaikan upah.
“Ambil contoh iklan lowongan kerja. Iklan itu, misalnya, menyebut `anda tahu anda adalah yang terbaik, anda mampu mempengaruhi orang, apapun akan anda lakukan untuk memenangkan organisasi`. Ini jenis pernyataan yang menarik bagi banyak orang, teristimewa lagi untuk psikopat,” katanya.
Ia menimpali, “Organisasi yang memasang iklan seperti ini, secara tidak langsung mengundang psikopat untuk melamar kerja.”
Dalam wawancara rekrutmen, psikopat tampil mempersona sebagai orang yang cocok untuk lowongan itu.
“Mereka adalah pembicara yang sangat bagus dan kadang mengarang riwayat hidupnya, sehingga pewawancara terperdaya. Mereka terlihat mempersona, cerdas dan piawai, tapi jika anda sedikit saja gali lebih dalam, anda akan tahu seperti apa mereka sebenarnya,” kata Clarke.
Psikopat tempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan, status dan upah yang mereka inginkan.
“Mereka berpikir layaknya psikopat kriminal. Mereka berusaha sekeras-kerasnya demi mereka sendiri. Perbedaan keduanya adalah, psikopat kriminal menghancurkan korban secara fisik, sedangkan psikopat tempat kerja menghancurkan korbannya secara psikologis,” ujarnya.
Clarke yang bergelar doktor (PhD) di bidang psikologi dari “University of Sydney”, Australia, adalah penulis buku “The Pocket Pscyho” yang belum lama terbit. Buku itu adalah panduan singkat bagaimana melindungi diri dari psikopat organisasional.
Menurut Clarke, psikopat tempat kerja dapat diketahui dari pola perilaku dan ciri kepribadian di bawah ini:
1. Tanpa dosa. Psikopat tempat kerja tidak menyesali berapapun yang mereka jadikan korban, mereka tusuk dari belakang atau yang hasil kerjanya mereka curi.
2. Mempesona. Mereka adalah pembicara yang sangat bagus. Mereka lebih suka berhadapan empat mata dan menghindari rapat kelompok.
3. Manipulatif. Mereka membengkokkan sistem maupun aturan perusahaan untuk kepentingan sendiri. Mereka memangsa berbagai kelemahan orang, khususnya yang kurang percaya diri.
4. Parasitis. Mereka mencari penghargaan dari hasil kerja orang lain.
5. Pembohong yang patologis. Psikopat tempat kerja bukan pembohong ulung. Namun, jika mereka ketahuan, mereka dapat berdalih untuk menemukan selamat.
6. Tak menentu. Psikopat hanya punya emosi pokok (senang, sedih, marah). Pergantian antar emosi terjadi sangat cepat, semenit senang, semenit kemudian marah lalu semenit selanjutnya sedih.
Psikopat tempat kerja mencari pertemanan dengan orang yang punya kedudukan lebih tinggi agar dapat melindungi mereka. Mereka akan merongrong sekaligus berteman dengan bos dan berusaha meniti kedudukan di perusahaan.
Mereka yang diincar psikopat akan menerima akibat yang menghancurkan.
“Mereka merampas keyakinan diri maupun rasa mampu seseorang. Mereka menghilangkan rasa percaya orang terhadap orang lain. Korban menjadi dingin, sinis, getir dan hampir tak mampu bekerja,” ujarnya menegaskan.
Clarke mengatakan, ada dua senjata yang bisa dipakai untuk melindungi diri dari mereka yaitu: pendidikan dan kerjasama tim.
“Jika anda mendidik diri sendiri hingga tahu mengapa orang tersebut bertindak demikian, maka hal ini akan menghentikan siklus menyalahkan diri-sendiri dan rasa terasing dari korban,” katanya.
Ia melanjutkan, “Hal kedua ialah membangun tim dan kerjasama tim. Anda harus berbicara kepada orang lain, dan mengatakan apa yang terjadi. Jika psikopat tidak dapat mengasingkan anda, maka mereka tidak dapat menghancurkan anda.”
Dalam situasi di mana majikan tidak bertindak, maka Clarke menyarankan, korban sebaiknya pindah kerja. Mengapa? Oleh karena, korban tidak bisa mengubah seorang psikopat, dan proses rehabilitasi hanya akan memperparah mereka.
“Mereka tidak peduli. Mereka tidak berpikir dirinya adalah psikopat. Mereka tidak berpikir apa yang sedang dilakukan adalah salah. Mereka hanya berpikir dirinya pintar, dan jika semua orang secerdas mereka, semuanya pun akan melakukan hal serupa,” katanya.
Akhirnya, Clarke pun berpesan: “Saat anda merehabilitasikan mereka, berarti anda mengajarkan keterampilan sosial kepada mereka, dan menunjukkan bagaimana cara berurusan secara pantas terhadap orang lain. Mereka akan menggunakan keterampilan sosial itu untuk makin memanipulasi orang.
Semoga Bermanfaat bagi kita semua, sebagai dasar antisipasi terhadap mereka yang hanya mau mencari muka di depan BOS dengan dalih yang cukup mempesona, dan juga tanda-tanda adanya orang seperti ini dalam lingkungan kerja kita harus membuat kita lebih rajin dan loyal terhadap pekerjaan.
Diambil dari ricisan.wordpress.com
Note : Semoga kita selalu berhati hati, pertebal keyakinan dan tingkatkan iman kita masing2, semoga bermanfaat.
Friday, July 15, 2011
Menikmati Saat-Saat Kita ’Merasa’ Dijadikan Sebagai Bumper
Sekarang, saya mulai bisa memahami apa yang dirasakan oleh mereka yang ‘merasa’ dirinya dijadikan sebagai bumper. Mereka ‘merasa’ dirinya harus menanggung resiko dan kesulitan untuk melindungi orang atau pihak lain. Boleh jadi sebenarnya saya juga pernah diposisikan seperti itu. Mungkin, Anda juga demikian. Kita semua sama-sama pernah berada pada posisi sebagai bumper itu. Bedanya, ada orang yang ‘merasa’ dan ada yang ‘tidak merasa’. Oleh sebab itu, kita perlu belajar untuk menikmatinya. Jika tidak, maka kita akan ‘merasa’ sangat tersiksa. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar menikmati saat-saat menjadi bumper; saya ajak untuk memulainya dengan merenungkan 5 pemahaman Natural Intelligence berikut ini:
1. Ikhlas menerima peran yang memang seharusnya kita mainkan. Saya memandang bumper mobil itu dengan perasaan sayang. Apa yang akan dia katakan seandainya bisa bicara? Apakah dia akan mengeluhkan perannya? “Mengapa aku yang harus menanggung sakit ini, sedangkan jok kulit itu enak-enakan bertengger di ruang ber-AC!” Setelah mengerahkan seluruh daya imajinasi yang saya miliki, saya menyimpulkan bahwa sang bumper tidak mengeluh seperti itu. Bersama baut, roda, tuas transmisi, pedal gas, lampu, serta semua komponen pembentuk mobil itu dia telah memahami perannya masing-masing. Mereka faham apa yang menjadi bagian tanggungjawabnya, serta resiko yang harus dipikulnya. Maka ketika resiko itu terjadi, mereka tidak mengeluhkannya sama sekali. Pedal gas tidak pernah mengeluh sekalipun diinjak-injak. Roda tidak kesal karena harus terus berlari sepanjang perjalanan yang tanpa henti. Mesin tidak mengomel sekalipun selalu berada pada tempat yang paling panas. Dan bumper itu? Menerima dengan ikhlas ketika perannya sedang sangat dibutuhkan. Malam itu, saya mendapatkan pelajaran bahwa setiap orang memiliki peran dan fungsi masing-masing. Selama kita ikhlas menerima peran itu, maka kita akan dapat menikmatinya.
2. Setiap peran dan tindakan pasti ada perhitungannya. Pagi-pagi sekali, saya mendatangi bumper itu. Lalu mengelusnya dengan lembut, dan saya katakan;”Terimakasih, kamu telah menyelamatkan jiwa kami….” Itulah ‘reward’ terbaik yang bisa saya berikan. Tidak lebih. Karena bahkan bengkel pun tidak akan bisa mengembalikan bentuknya. Selesai sudah perjalanan hidupnya. Manusia, jauh lebih beruntung daripada benda-benda. Karena setelah ‘selesai’ menunaikan tugasnya, setiap insan akan memasuki ‘dunia baru’ dimana disana setiap peran dan tindakan yang kita mainkan diperhitungkan. Orang-orang yang telah secara ikhlas memainkan peran dan tanggunjawabnya pasti akan mendapatkan pahala yang memuaskan. Sedangkan mereka yang menggerutu atau melarikan diri dari tanggungjawabnya pasti akan ditanya;”mengapa kamu begitu?”. Dunia hanyalah sekedar persinggahan bagi kita. Disini, kita hanya sekedar berhenti sebentar untuk mengumpulkan cukup bekal. Agar di kehidupan berikutnya, kita bisa tinggal dengan nyaman dan menyenangkan.
3. Periksa apakah Anda sudah berada posisi yang seharusnya. Ikhlas, tidak sama artinya dengan selalu menerima apapun yang ditimpakan kepada kita. Ikhlas berarti bertanggungjawab penuh terhadap fungsi dan peran yang sepatutnya kita mainkan. Dan ikhlas, juga berarti menempatkan segala sesuatu pada posisi dan proporsinya masing-masing. Saya membayangkan jika bumper itu ditukar posisinya dengan stir pengendali kemudi. Atau sebaliknya. Tentu mobil itu tidak lagi bisa berfungsi. Begitu juga halnya kita. Jika fungsi dan peran kita adalah sebagai bumper, maka tidak fair jika kita iri pada fungsi orang lain yang kita pandang ‘lebih enak’. Tetapi, jika peran kita sebagai baut, namun difungsikan sebagai bumper; maka kita berhak untuk menolak. Bukan menolak karena kita tidak menyukainya, melainkan karena fungsi kita tidak akan pernah optimal jika diposisikan tidak pada tempatnya. Maka jika Anda masih ‘merasa’ sering dijadikan sebagai bumper, ada baiknya juga untuk melihat dimana sebenarnya posisi Anda. Jika memang itulah posisi Anda, maka ikhlasnya Anda berarti menerima kenyataan bahwa memang Anda adalah bumper. Jika posisi Anda bukan bumper, maka ikhlas bagi Anda adalah untuk mengingatkan ‘sang pemilik mobil’ bahwa Anda bisa berkontribusi optimal pada tempat dimana Anda seharusnya berada.
4. Memasang penyerap guncangan bagi jiwa kita. Makna harafiah dari kata ‘bumper’ adalah ‘shock absorber’. Merenungkan makna ini saya menjadi ingat tentang betapa banyaknya hal yang bisa membuat jiwa kita shock. Kabar yang tidak kita inginkan, perlakukan yang mengecewakan, kehilangan sesuatu yang kita sayangi; adalah beberapa contoh peristiwa yang bisa mengguncangkan jiwa kita. Ada orang yang sedemikian terguncangnya hingga kehilangan akal sehat. Ada yang terus tenggelam dalam guncangan itu hingga tidak lagi memiliki semangat. Namun, ada pula orang-orang yang setelah diterpa berbagai persoalan; tetap tangguh dan tegar. Apa yang membedakannya? Mereka yang tegar itu memiliki penyerap guncangan bagi jiwanya. Mereka memasang jenis penyerap guncangan yang paling bisa diandalkan. Tahukah Anda apakah gerangan itu? Brand terbaik untuk bumper depan adalah ‘sabar’. Sedangkan bumper belakang yang paling handal adalah ‘tawakal’. Hanya dengan dua jenis ‘shock absorber itulah kita bisa menjaga agar jiwa kita tetap terlindung dari pengaruh buruk yang menyesakkan.
5. Kita dilindungi oleh bumper yang tangguh dan tidak pernah lengah. Fungsi utama sebuah bumper adalah untuk melindungi mobil dari kerusakan dan resiko yang membahayakan. Maka sebuah bumper harus sanggup melindunginya sepanjang waktu tanpa sedetikpun lengah. Sayangnya, bumper mobil itu memiliki kelemahan, yaitu; kekuatannya yang terbatas. Selain dia sendiri bisa hancur, mungkin ada bagian body mobil lainnya yang tidak terlindung. Kita semua sungguh sangat beruntung karena memiliki pelindung yang selain sangat kuat, juga tidak pernah sedetikpun berhenti menjaga kita. Masih ingatkah Anda siapa pelindung kita itu? Dia adalah Dzat yang tidak pernah tidur. Dia adalah sang pemilik segala kekuatan. Dan Dia, adalah sang pemilik hidup dan mati setiap mahluk. Mobil kesayangan Anda, mungkin menggunakan bumper tambahan yang selain berfungsi sebagai penguat, juga menjadi asesoris penghias yang indah. Kepada diri sendiri, bersediakah kita untuk menjadikan Dia yang maha pelindung sebagai penjaga dan penghias hidup kita?
Setiap detik dalam hidup kita adalah kombinasi agung dari resiko dan kesempatan. Setiap detik dalam hidup kita adalah kesempatan untuk mendapatkan kebahagiaan. Tetapi, pada detik yang sama juga tersimpan kemungkinan kesedihan, bahkan kematian. Bisakah kita memohon keselamatan dan kebahagiaan selain kepada Tuhan? Dengan kata lain; Adakah pelindung yang lebih baik selain Allah? Tidak. Dialah Tuhan yang hanya satu. Dan satu-satunya yang bisa menjawab doa-doa kita. Dan Dialah satu-satunya yang layak kita sembah. Dialah sebaik-baiknya pelindung; dalam setiap detak detik-detik, yang kita lalui. Yuk, kita berserah diri hanya kepadaNya saja…..
Mari Berbagi Semangat!
Wednesday, October 07, 2009
Peringatan gempa padang, adakah hubungan ?
1. Nak jagalah sholatmu
2. Nak, bila menjumpai persoalan apalagi yang rumit maka kembalilah kepada Al Qur’an, karena jawaban akan ditemukan dan akan menjadi obat yang mujarab, Bersyukur saya mendapat nasehat orang tua yang demikian. Gempa sumatera dan gempa2 yang terjadi di Indonesia sesungguhnya telah di takdirkan oleh Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Untuk kejadian terakhir gempa sumatera yang menelan korban cukup banyak baik materi maupun jiwa, bila kita tengok Al Qur’an sekilas saya melihat terdapat beberapa peringatan disana, diantaranya :
1. Gempa Sumatera Barat terbesar terjadi pada tanggal 30-09-09. Coba kita tengok Al Qur’an Juz 30 surat ke 99. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [1] Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), [2] dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, [3] dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", [4] pada hari itu bumi menceritakan beritanya, [5] karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. [6] Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. [7] Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. [8] Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. AL QUR’AN SURAH KE 99. AL ZALZALAH zarah : adalah benda yang sangat kecil, ada yang mengartikan sebesar biji sawi (kurang lebih sudah 15 abad yang lalu telah dikabarkan)
2. Lebih Fokus lagi, Gempa Sumatera Barat terjadi pada pukul 17.16 wib. Coba Kita tengok Al Qur’an surat ke-17 ayat 16, berbunyi: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu * (untuk mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.(QS.17:16). Gempa susulan yang besar terjadi pukul 17.38, Coba Kita tengok Al Qur’an surat ke-17 ayat 38, berbunyi: "Semua itu kejahatannya amat di benci oleh Tuhanmu".
Penjelasan :
Firman Allah di atas merupakan hukum Allah terhadap orang-orang yang bermewah-mewahan tanpa memberikan kewajiban kepada yang berhak menerimanya. Pola hidup yang dijalankan atas dasar bermewah-mewahan dalam dataran mencapai tujuannya tidak segan-segan menindas golongan miskin dan lemah untuk maksudnya yang individualistis, oleh karena itu orang yang kaya bertambah kaya dan orang miskin akan semakin miskin, alur dari problematika tersebut akan memporak-porandakan keutuhan masyarakat. * dijelaskan pula untuk orang-orang yang berkuasa / punya kuasa, karena di tangannyalah kebaikan ini dapat dan cepat bisa direalisasikan.
3. Gempa Kerinci (sungai penuh) terjadi pada tanggal 1-10-09. Coba Kita tengok surat 10:9 yang berbunyi, “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” QS. Yunus (10) : 99
4. Lebih Fokus lagi, gempa kerinci terjadi pada pukul 08.52/08.53 wib. Coba kita tengok Al Qur’an QS 8:52 yang berbunyi “(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya”. Coba kita tengok Al Qur’an QS 8:53 yang berbunyi “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
Adakah keterkaitan dan ketersambungan antara kejadian gempa dan ayat2 peringatan Al Qur'an diatas (Wallohualam). Semoga menjadi sebuah peringatan bagi kita semua, sehingga tidak ada lagi kota yang menyusul mendapatkan bencana, … semoga. Mohon maaf atas salah dan khilaf, karena ini hanyalah pengamatan saya semata.
Friday, October 02, 2009
Mohon Maaf Lahir dan Batin 2009
Taqabalallohuminna wa minkum, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin
kangcid&fam
Memoar Gempa (was gempa padang)
Terkuak memori 3 th yg lalu, gempa tektonik dengan kekuatan dasyat menimbulkan korban yg tidak terkira banyaknya, baik moril itu maupun materiil. Disaat keluarga kami liburan kami dikejutkan oleh rahmatNya. Gempa berkekuatan 5,9SR menggoncang Jogjakarta dan sekitarnya, dengan meninggalkan kurang lebih 6000an korban sebagai syuhada dan ribuan lainnya terluka. Kerusakan materiil yang sulit dihitung, trauma moril yang lama disembuhkan, dan hanya dengan bermunajat dan berserah diri padaNyalah kesembuhan cepat didapat. Beberapa bulan lalu gempa dasyat kembali mengguncang Indonesia, yang menimbulkan kerusakan diberbagai daerah terutama Tasikmalaya, garut, sukabumi cianjur dsk serta di jawa barat pada umumnya. Gempa dasyat ini juga meninggalkan korban syuhada yang tidak sedikit , kerugian materiil yang cukup besar dan trauma moril yang tidak bisa dianggap sepele. Tanggap darurat dan rekonstruksi pasca gempa telah dilakukan. Berbagai bantuan berdatangan, baik dari institusi resmi pemerintah ataupun masyarakat. Bahu membahu dan tolong menolong sebagai tanggung jawab sosial telah dilakukan. Proses recovery paska gempa sedang berjalan namun sangat disayangkan kalau masyarakat mudah sekali melupakan kejadian yang demikian.
September tanggal 30 th2009 +/- jam 17.15 Wib, tiba-tiba gempa dasyat kembali mengguncang Indonesia. Gempa yang berlokasi di sebelah selatan sumatera mengakibatkan kerusakan yang tidak terkira, dimana sampai detik ini belum dapat diidentifikasikannya. Sesuai informasi yang kami terima Gempa telah memporak-porandakan berbagai daerah terutama Padang Sumatera barat dan sekitarnya. Rahmat Alloh swt Tuhan Yang Maha Esa kembali ditunjukan kepada umatnya. Puluhan, ratusan atau mungkin ribuan syuhada telah dipanggil olehNya (pemerintah menyatakan lebih parah disbanding gempa jogja). Rahmat sosial, tolong menolong dan sikap bahu membahu ingin diujikan olehNya kepada kita. Tanggapkah kita terhadap ujianNya ?
Kaca mata kiri saya melihat (maaf apabila salah) bahwa indonesia dilalui 2 jalur patahan kerakbumi , yaitu lintasan patahan luar (membentang di dasar samodra mulai aceh hingga selatan irian jaya) dan lintasan patahan dalam (membentang di semenanjung pulau sumatera, jawa, bali, hingga nusatengara). Lintasa patahan luar ini usianya lebih muda dan pastinya lebih labil dibanding lintasan patahan dalam yang usianya lebih tua. Sejak gempa besar melanda aceh dsk, menunjukan bahwa lapisan kerak bumi lintasan luar (lintasan usia muda) yang membentang dari aceh hingga sebelah selatan irian jaya dimana kestabilannya belum terjaga telah terkoyak, sehingga menimbulkan rekahan dan patahan disemenanjung jalurnya. Patahan dan koyakan ini mendorong timbulnya patahan-patahan baru lagi di jalur tersebut. Dari hal ini kita ketahui telah menimbulkan berbagai macam gempa baik skala besar ataupun kecil, seperti yang telah terjadi di Nias, Jogjakarta, Jawa Barat, Bali, Sumatera dan sebagainya. Kesemuanya ditimbulkan oleh patahan yang terjadi di lintasan luar, ketidakstabilan kerak bumi yang melintasi jalur selatan Indonesia mulai aceh hingga selatan irian jaya. Kapan kestabilan ini terjadi?, wallohualam. Sementara dalam mencapai kestabilan kerak bumi tersebut, diperkirakan akan terjadi patahan-patahan disemenanjung jalur luar lintasan itu, semoga hal ini tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Akankah akibat patahan lapisan luar ini mempengaruhi kestabilan lintasan jalur patahan sebelah dalam? Wallohualam, akan tetapi andai hal ini terjadi maka dapat kita bayangkan betapa dasyat akibat yang akan ditimbulkannya, karena pusat episentrumnya akan berada di daratan kepulauan.
Kaca mata sebelah kanan saya yang awam melihat (maaf bila salah) bahwa ada kemungkinan pergeseran kestabilan patahan di lapisan luar ini akan bisa bergerak kearah dalam yang membentang di sepanjang jalur kepulauan sumatera sampai dengan nusatenggara. Beberapa hal yang dapat saya ambil hikmah pelajaran dari kondisi diatas adalah,
1. Dalam sebuah ayatNya Alloh swt Tuhan Yang Maha Esa telah memperingatkan kepada kita
zarah : adalah benda yang sangat kecil, ada yang mengartikan sebesar biji sawi
(kurang lebih sudah 15 abad yang lalu dikabarkan), semoga menjadi sebuah peringatan
2. Dalam menyedekahkan rizki, saya teringat sebuah tulisan di buletin dakwah silaturahim edisi :150/21 ramadhan 1430H/11 september 2009. Beberapa hal intinya adalah :
Masih didalam kacamata kanan saya yang awam ini terbayang jelas betapa dasyatnya goncangan gempa bumi skala 5,9SR pada saat kami berada di Jogja, rumah-rumah pada roboh, tiang listrik roboh, jalanan gerak bergelombang, aspal pada pecah, hingga meninggalkan korban begitu banyaknya. Apabila kita meyakini adanya hari kiamat maka inilah yang disebut kiamat sugro/kiamat kecil, dan diantaranya adalah bencana alam dan datangnya kematian. Semoga hal ini memberikan peringatan bagi kita semua, amin.
Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada sahabat, serta saudara saudara kami para korban gempa sumatera terutama padang dan sekitarnya atas akibat terjadinya bencana ini. Cukupkah kita menyatakan turut berdukacita, saya rasa tidak !. Apa yang bias kita lakukan? Marilah kita galang, kita bantu para korban dengan bantuan moril dan materiil. Marilah kita berdo’a untuk keselamatan mereka dan untuk kita semua. Marilah kita isi pundi-pundi amal yang telah diwartakan dan diedarkan oleh berbagai lembaga yang terpercaya. Dengan berkurangnya harta 100 ribu, 200 ribu, dst saya rasa bukan suatu yang memberatkan kita, Insya Alloh (Alloh pasti akan membalas dengan berlipat ganda), tetapi akan sangat berharga bagi para korban yang mengalami musibah bencana.
Menurut saya yang awam ini sebagai bentuk kepedulian kita dapat berinisiatif untuk menggalang bantuan terutama materiil guna meringankan beban penderitaan para korban. Bantuan agar dapat diwujudkan kedalam bentuk makanan siap saji, sembako, selimut, tenda darurat, peralatan masak, dan obat-obatan (bahan2 tanggap darurat), karena hal inilah yang paling dibutuhkan oleh mereka para korban pada saat ini.
Kepada Saudara-saudaraku, Marilah kita beramar makruf nahi mungkar, Marilah kita isi pundi-pundi amalan kita, Marilah kita beramai-ramai mengamalkan jiwa sosial kita, Semoga bisa meringankan beban penderitaan para korban bencana.
Mohon maaf atas salah dan khilaf, dan Semoga bermanfaat
Wassalam. Wr. wb
Al Fakir,
M. Wachid Mushlih
Referensi Bantuan Tunai diantaranya :
1. Mer-C, BCA cabang Kwitang
no. Rek. 686.0099339
atas nama Medical Emergency Rescue Committee
2. Mer-C, Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Kramat
No. Rek. 128.0011802
atas nama Medical Emergency Rescue Committee
3. Lembaga Amil zakat infaq sedekah Muhammadiyah
Bank BNI Syari'ah : 00.91539444 a/n lazis Muhammadiyah
4. TV-One, Rek Mandiri Cabang Pulo Gadung
No. Rek 1230007926793 a/n TV One
5. Metro TV, Rek BCA Cab. Puri Indah
No. Rek 288333888 a/n PT. Media Television Indonesia
6. Sekar Telkom Peduli
Bank Syariah Mandiri Cabang Bandung No. Rek 124.00.1111.3 a/n Sekar Telkom Peduli
Tuesday, June 09, 2009
4 Skenario
Beragama Secara Moderat
Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. (QS. Lukman: 32)
Agama adalah jalan hidup. Beragama dalam Islam merupakan proses memaknai hidup dengan tuntunan syariat Islam yang benar. Perlunya beragama adalah supaya manusia hidup dengan tenang, aman, sejahtera dan selamat di dunia dan akhirat. Beragama tidak menjadikan umatnya susah dan frustasi. Hanya mereka yang ekstrim beragamalah yang menjadikan seolah beragama itu berat dan susah. Karena itu, beragama hendaklah memilih jalan yang seimbang dan moderat.
Menurut Dr. Muhammad Az-Zuhaili bahwa moderat atau “Al-Iqtishad” bermakna tengah-tengah, seimbang, istiqamah, adil, mudah dalam segala urusan, serta mengambil jalan pertengahan. Orang moderat (Muqtashi) adalah orang yang seimbang dan menempuh jalan yang lurus, seperti dalam firman-Nya: “Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus.”(QS. Luqman: 32).
Maksud dari kata “muqtashid” dalam ayat di atas adalah mu’tadil yaitu orang yang menempuh jalan lurus atau seimbang dan tidak condong pada hal yang melampaui batas ataupun pemborosan. Sebagaimana firman-Nya: “Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil, dan (Alquran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka (ahl al-Kitab) ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” (QS. al-Ma’idah: 66).
Maksud dari ayat di atas adalah orang yang berlaku jujur dan lurus serta tidak menyimpang dari kebenaran. Demikianlah kata al-Iqtishad (moderat) dalam Islam yang secara bahasa dipergunakan untuk menunjukkan perbuatan yang tidak berlebih-lebihan dan membangun keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Jadi al-iqtishad adalah moderat dalam beragama dan pertengahan dalam hukum-hukumnya. Sedangkan, dalam pengamalannya ia mengambil jalan tengah antara berlebihan dan hal yang ringan, atau pertengahan antara sesuatu yang melampaui batas dan meremehkan.
Moderat dalam beragama adalah tenang, seimbang dan konsisten serta mengambil jalan tengah dalam semua urusan agama tanpa melebihkan atau menambah dan juga tanpa mengurangi atau mengabaikan. Menurut Ar-Rhaghib al-Ashbahani, moderat terbagi menjadi 2 bagian. Pertama adalah moderat yang terpuji. Dalam hal ini terdapat dalam dua sisi yaitu berlebihan dan kurang. Seperti sifat dermawan, hal itu terletak antara pemborosan dan kikir, dan juga seperti sifat keberanian yaitu sifat antara sembrono, penakut dan sebagainya. Selaras dengan maksud ini adalah firman Allah Swt yang berbunyi: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. al-Furqan: 67).
Kedua adalah kemoderatan antara terpuji dan tercela, yaitu hal yang terdapat antara terpuji dan tercela. Seperti realitas antara keadilan dan kesewenang-wenangan atau antara dekat dan jauh. Awal kemoderatan dalam beragama adalah bersumber dari ajaran Islam yang lurus dan benar dan sesuai dengan fitrah manusia. Islam diturunkan tidak hanya mengajarkan tentang keimanan dan Aqidah, hal-hal ghaib dan sesuatu yang ada di balik alam ini. Lebih dari itu, Islam mengajarkan manusia tata cara berhubungan dengan Tuhan, sesama manusia, alam dan dirinya. Ketentuan ini tersusun dengan adil dan bijak, sehingga tidak terdapat hal yang berlebihan dan keluar batas. Islam juga menyerukan keseimbangan antara ruh, jasad, dan akal. Islam juga mensyariatkan untuk menegakkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah Swt: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah Swt kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah, kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. al-Qashash: 77). Hal ini juga sejalan dengan hadits Nabi: “Orang yang terbaik di antara kalian bukanlah orang yang meninggalkan akhiratnya demi dunianya, juga bukan pula orang yang meninggalkan urusan dunianya demi akhiratnya.” (HR ad-Dailami dan lbnu Asakir).
Islam telah mengharamkan umatnya bersikap seperti pendeta atau biarawan yang melepaskan diri dari urusan dunia dan mengasingkan diri dari manusia lainnya. Islam menegaskan keseimbangan dalam hal yang berkaitan dengan insting dan watak manusia yang beraneka ragam, untuk kemudian mengarahkan perasaan emosionalnya pada arah yang benar; menjalani hidup sesuai dengan tuntutan Allah dan mengabdikan diri pada masyarakat. Islam juga mengatur dan menganjurkan keseimbangan antara individu manusia dengan masyarakat sekitarnya, dengan jalan menguatkan hubungan yang erat dan harmonis antara rakyat dengan pemerintah, dengan menjelaskan hak-hak mereka.
Allah Swt telah memilih umat ini menjadi umat penengah antara umat-umat yang lain, adil dalam setiap perbuatannya, dan menjadi saksi bagi orang lain. Juga menjadi pembawa risalah akhir yang diridhai Allah Swt bagi seluruh hamba-harmba-Nya, yang diturunkan dan langit ke muka bumi ini, sebagaimana firman Allah: “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu umat wasathan (yang moderat) kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”. (QS. al-Baqarah: 143).
“Pembumian” konsep ummatan wasathan (umat moderat) dapat ditelusuri jari jejak kehidupan Rasulullah Saw, bagaimana beliau melewati hari demi hari bersama masyarakat dalam rangka membangun peradaban yang tauhid, bekerja keras dan ulet untuk membiayai kebutuhan keluarganya, dan sujud kepada Allah Swt sebagai ungkapan rasa syukur atas segala karunia-Nya. Keberhasilan Rasulullah Saw dibangun diatas fondasi sikap keberagamaan yang moderat. Nabi Saw bersabda, “Ada satu perkara di antara dua perkara yaitu sebaik-baik perkara adalah yang tengah-tengah.” (HR. Baihaqi). Seorang ahli hikmah berkata, “Sebaik-baik perkara adalah pertengahan, sedang sejelek-jelek perkara adalah yang berlebih-lebihan.” Seorang penyair Arab yang bernama Zuhair bin Abi Salina memuji suatu kaum, “Bersikaplah seimbang, niscaya manusia rela pada keputusannya Jika kau datang di suatu malam dengan keagungan.”
Dengan demikian, menempuh jalan tengah, lurus, dan moderat dalam segala urusan merupakan sikap yang terpuji. Guna menghindarkan diri dari sikap berlebihan atau kekurangan, terlalu keras atau terlalu lunak, dan bersikap keras. Sikap keberagamaan yang moderat selaras dengan fitrah manusia karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah, diciptakan dari partikel lemah, raganya juga terbentuk dari bahan yang lemah.
Pada masa Rasulullah Saw, seorang sahabat yaitu Abdullah bin Amru bin ‘Ash minta izin pada Rasulullah untuk berpuasa terus menerus tanpa henti di masa mudanya, tetapi Rasulullah melarangnya. Namun, karena ia terus memohon dan mengiba dengan alasan bahwa ia sangat mampu dan sanggup melaksanakannya. Akhirnya Rasulullah mengizinkannya untuk berpuasa dengan cara sehari puasa dan sehari tidak. Ketika ia telah menginjak masa tua, ia menyesal seraya berkata, “Seandainya aku menerima rukhshah (keringanan) yang diberikan Rasullullah.” Bahkan, Rasulullah pernah memperingatkannya sebagaimana dalam hadits yang ia riwayatkan sendiri.
Tepatlah kiranya, jika kemoderatan dan keseimbangan menjadi kebaikan dan keistimewaan. Hal ini dapat menjauhkan seseorang dari hal yang berlebihan dan kekurangan. Juga dapat meyelamatkannya dari bahaya berlebihan dan kekurangan yang terkadang dapat menjerumuskan seseorang pada kekafiran, kemusyrikan, dan kehancuran baik di dunia maupun akhirat.
Sesungguhnya berlebihan dalam agama dan menganggap ringan hukum-hukumnya adalah dua penyakit yang berbahaya. Penyakit ini berkembang sampai ke dalam jiwa dan dapat menimbulkan sumber-sumber kehinaan. Sesungguhnya setanlah yang berada di balik semua kehinaan itu. Karena itu, hendaklah kita takut kepada Allah Swt dari segala perbuatan ekstrim dan melampaui batas.
Islam memperingatkan umatnya untuk menjaga diri dan memilih jalan yang moderat, agar kita selamat. Baik dalam akidah, ibadah, maupun dalam pergaulan dan tingkah laku. Janganlah kita putuskan hubungan dengan Tuhan walaupun hanya sesaat. Begitu juga hendaklah kita jaga hubungan dengan manusia di sekitar kita. Semoga dengan beragama secara moderat ini, kita akan hidup dengan tenang, damai, sejahtera dan selamat di dunia dan di akhirat. Wallahualambishawab.
Penulis adalah Rahimi Sabirin, mahasiswa Ilmu Politik Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI)
Tuesday, March 24, 2009
Kisruh DPT pada pemilu 2009
Monday, November 24, 2008
Surga Sebelum Surga
Dalam keyakinan golongan ini untuk mencapai surga yang sebenarnya ada aturan, kewajiban dan larangan yang harus dipenuhi. Semua aturan-2 tersebut sudah disampaikan kepada semua orang di bumi ini. Aturan itu ada didalam ajaran kitab suci agama samawi yang sudah saling disempurnakan hingga ajaran terakhir, yaitu ajaran islam. Aturan-aturan yang ada acapkali membuat orang terbatasi, terkekang tetapi banyak pula yang menikmati. Diantara aturan itu salah satunya adalah menikah. Dengan menikah sesuai dengan aturan yang ada, dilengkapi dengan pasangan yang serasi, tampan dan cantik, sehat jasmani dan rohani, sholeh dan sholehah, sudah mapan dalam menjalani hidup di dunia, sungguh merupakan sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan. Nikah dengan kondisi tersebut membuat diri ini semakin bersemangat, bergelora, tidak mudah furstasi dan goyah. Nikah dengan kondisi tersebut seperti menjalani kehidupan surga yang ada didunia, ya ..... surga sebelum surga ....... Sehingga nantinya dihasilkan anak keturunan yang baik-2, anak keturunan yang sholeh dan sholehah. Surga dunia apabila kita lakoni sesuai dengan aturan yang ada maka akan menghantarkan kita menuju pintu surga yang sebenarnya di kehidupan akherat kelak.... alangkah indahnya surga sebelum surga.
Sunday, October 05, 2008
MENYAYANGI FAKIR MISKIN (artikel)
(whandi.net) PADA suatu hari, ketika Rasulullah SAW tiba di halaman masjid, seorang Arab Badui mencegat beliau seraya berkata: "Ya Muhammad. Berikanlah pada ku harta Allah yang ada pada mu". Bagaimana sikap Nabi Mulia itu?. Karena pada waktu itu Nabi SAW hanya memiliki jubah yang dipakainya, lalu dengan senyum Rasul SAW melepas jubah yang dikenakannya dan dengan tulus beliau berikan kepada lelaki itu.Rasulullah SAW memang terkenal senang bergaul dengan para fakir miskin. Sikap beliau itu diikuti oleh para sahabat. Kenapa maka mereka bersikap demikian?. Sebab satu hadis Qudsi mengatakan: "Carilah karunia Allah dengan mendekati orang yang dekat dengan orang miskin. Karena pada merekalah Aku jadikan keridhaan-Ku ", sehingga dalam satu hadis Rasulullah SAW. bersabda: "Segala sesuatu itu ada kuncinya dan kunci surga itu adalah mencintai anak yatim dan orang-orang yang miskin" (HR.Daruthni dan Ibnu Hiban).Beberapa hari sebelum wafat, Nabi Muhammad SAW menunjukkan tanda-tanda khusus yang belum pernah disaksikan oleh para sahabat. Misalnya, beliau sering berbicara tentang keindahan surga. Satu ketika sambil bercerita beliau mengulurkan tangannya seperti hendak mengambil sesuatu, tapi kemudian ditariknya lagi. Ketika ditanya para sahabat maksudnya, Nabi Mulia SAW ini menjawab: "Aku melihat surga dan aku menjangkau setangkai anggur. Jikalau aku mengambilnya, kalian baru dapat menghabiskannya selama umur bumi ini." Tanda-tanda khusus lain di hari-hari akhir Rasulullah SAW makin tampak ketika beliau ditanyai oleh para isterinya: "Siapa diantara kami yang pertama kali akan menemui Anda kelak?". Dengan suara menggetarkan hati Nabi SAW. menjawab: "Tangan siapa diantara kalian yang panjang, itulah yang lebih dahulu menemui ku." Mereka lalu saling mengulurkan tangan masing-masing dan membandingkan satu sama lain. Dugaan mereka Saudah lah yang akan dulu wafat, karena tangan Saudah lah yang paling panjang. Sebab dialah diantara isteri Nabi SAW yang paling tinggi dan besar. Sekitar 10 tahun setelah Nabi SAW wafat, ternyata Zainab yang lebih dahulu menyusul beliau. Dialah isteri nabi SAW yang perawakannya paling kecil dan dijuliki "Ibu kaum miskin", yang pemurah hati. Tahulah mereka bahwa " tangan paling panjang " yang dimaksud Rasulullah SAW adalah orang yang gemar memberi sedekah kepada fakir miskin.Simaklah sikap Ali bin Thalib KW. Suatu saat orang menemukan beliau sedang terisak menangis. Ketika ditanya mengapa gerangan beliau menangis, orang yang penuh kemuliaan itu berkata : "Sudah satu minggu tak ada seorang tamu pun yang datang kepada ku. Aku khawatir Allah sedang menghinakan aku". Dan Ali sangat empati terhadap kaum duafa lebih-lebih ketika beliau menjadi Khalifah. Menurut sanad dari Iman Ahmad, Ibnu Rafi' pernah berkata : "Pada suatu hari Id aku menemukan Ali bin Abi Thalib sedang duduk.Di sebelahnya ada sebuah kantung yang diikat erat-erat. Aku mengira isinya pasti perhiasan yang mahal-mahal. Tapi ketika Ali membukanya aku nyaris tidak percaya dengan apa yang kulihat. Bungkusan itu cuma berisi roti kering yang maling paling rakus pun takkan mau mencurinya. Kemudian roti itu dilembutkan dengan air. Ketika kutanya mengapa kantung yang cuma berisi roti kering itu diikat begitu rupa? ". Ali menjawab: "Agar anak-anakku tidak membuka dan mengganti dengan roti yang halus dan mengandung mentega." "Eh, apakah Allah melarang Anda menikmati makanan yang lebih baik?". "Aku bertanya heran". "Sama sekali tidak. Aku hanya ingin memakan makanan rakyat yang paling miskin. Aku baru akan mengubah makanan ku setelah aku bisa memperbaiki taraf hidup dan nilai makanan mereka," jawab sang Khalifah.Lain lagi halnya dengan Nabi Yusuf AS Ketika beliau sudah diangkat menjadi Bendahara kerajaan dan menjadi semacam Kepala Bulog, beliau berpuasa hampir setiap hari. Ketika ditanya orang mengapa Nabi Yusuf melakukan itu semua, beliau berkata bahwa beliau takut kenyang sehingga melupakan kehidupan orang miskin.Ali Zainal Abidin, salah seorang cucu Rasulullah SAW, setelah wafat termasyhur sebagai orang yang gemar memikul gandum di malam hari dan membagikannya kepada para fakir miskin di Madinah, tanpa seorang pun mengetahuinya. Jika datang kepadanya seseorang yang sedang ditimpa kesulitan dalam hidupnya dan meminta tolong kepadanya, beliau menyambutnya dengan uacapan: "Selamat datang wahai orang yang berkenan memikul bekal ku untuk hari akhirat."Dalam majalah Amanah Nomor: 33 tanggal 9 Oktober 1987 diceritakan mengenai H.Yunan Helmy Nasution, ketika almarhum masih berdinas sebagai tentara. Rata-rata setiap 4 bulan sekali beliau diopname di Rumah Sakit, karena sakit. Tapi sejak memelihara anak yatim, maka selama 14 tahun, belum sekalipun menderita sakit. "Memelihara anak yatim adalah hiburan rohani karena kasih Allah kepada mereka. Empat belas tahun mengelola anak yatim, tidak pernah mengalami kesulitan. Sering rezeki datang dengan tiba-tiba karena anak yatim mengandung misteri tersendiri disisi Allah, yang bagi orang lain sangat mengherankan", kilah almarhum.Bagi orang yang telah mendalam pemahamannya terhadap ajaran agama, seperti kaum Sufi, mereka sangat ramah kepada para fakir miskin. Jarang mereka menolaknya bila para fakir miskin datang kepadanya. Mereka menganggap yang diminta para fakir miskin itu sekedar untuk memenuhi kebutuhan mereka. Nabi Isa AS berkata : "Barang siapa menolak fakir miskin yang meminta, sehingga ia kecewa, para malaikat tidak akan memasuki rumahnya selama 70 hari." Wallahualam.
MARI ... BERPERAN DLM MENGENTASKAN KEMISKINAN
Mengapa Kita Harus Memperhatikan Yatim, Fakir dan Miskin? Apa Gunanya? Apakah Hanya Menghabiskan Energi kita saja? ...... dll
Sahabat yang budiman beberapa hals diatas mungkin menjadi beberapa pertanyaan kita yang mengganjal, namun demikian marilah kita coba untuk mengkaji singkat saja tentang peran dalam mengentaskan kemiskinan. Sahabat sebelumnya telah disampaikan tentang QS Al Ma’un pada kiriman terdahulu (peduli thdp org yatim&miskin) . Berikut kami ulang terjemahannya,
1.Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (QS. 107:1)
2.Itulah orang yang menghardik anak yatim, (QS. 107:2)
3.dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (QS. 107:3)
4.Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (QS. 107:4)
5.(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS. 107:5)
6.orang-orang yang berbuat riya 1604. (QS. 107:6)
7.dan enggan (menolong dengan) barang berguna 1605. (QS. 107:7)
1604 : ialah melakukan suatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
1605 : Sebagian mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.
Sahabat tentunya menyadari betapa banyak orang yatim dan fakir miskin di dunia ini, di negeri ini dan khususnya disekitar kita, tetangga kita, sebelah kampung kita yang kebetulan hidupnya kurang beruntung. Semoga sahabat pernah berinteraksi, berdiskusi atau paling tidak berbicara singkat dengan mereka. Secara singkat cukup banyak penderitaan dan keterbatasan mereka dalam menjalani kehidupan ini (kiranya sudah banyak cerita tulisan mengenai hal ini dan kami yakin sahabat sudah mengetahuinya). Memang membicarakan kaum fakir miskin dan yatim tidaklah menarik, mungkin bukan menjadi sebuah kajian yang ”kurang nendang” yang kata sebagian orang hanya akan membuang-buang waktu saja. Sahabat banyak perintah didalam Alqur’an dan contoh dari Nabi kita untuk peduli terhadap yatim dan kaum fakir miskin, menyayangi mereka dan tidak mengacuhkannya ( terdapat +/-68 ayat Alqur’an dan banyak lagi hadist nabi), bahkan Nabi sendiri dalam sebuah riwayat (mohon maaf riwayat lengkapnya saya lupa) sering berinteraksi dan membantu fakir,miskin,yatim, salah satunya kurang lebih ”bila kalian tidak menemukan aku di masjid maka carilah aku ditengah-2 fakir miskin” (cmiiw).
Sahabat, semoga sahabat pernah/mau berdiskusi, berinteraksi, membantu dan peduli terhadap saudara kita yang kebetulan kehihidupanya kurang beruntung tersebut (fakir,miskin,yatim) ,walaupun mungkin dikehidupan akherat kelak banyak diantara mereka yang lebih beruntung dari pada kita (wallohu’alam). Menurut kami kemiskinan dan keterpurukan itu memang sangat dekat dengan (keingkaran) kekufuran, sehingga kepedulian kita terhadap sesama sangat dianjurkan. Sahabat walaupun sudah banyak pihak-2 yang peduli terhadap mereka, berbagai Lembaga Pemerintan/Non Pemerintah/Ormas dg mendirikan Panti asuhan, Badan Amil Zakat, Panti sosial, Lembaga Ketrampilan dll, namun kami rasa masih sangat kurang. Keterlibatan sahabat semua sangat diharapkan seperti pemberian Zakat, Infaq dan Sodaqoh, syukur-2 sahabat berkenan dan mau terlibat langsung dalam mengentaskan mereka dari ketidak beruntungan tersebut. Sahabat pada momen bulan Ramadhan ini adalah momen yang tepat untuk berbagi terhadap sesama dan untuk memperbanyak amalan. Para sahabat yang budiman kami mengajak para sahabat semua (terutama diri dan keluarga kami sendiri) untuk bisa menyempatkan diri membayar zakat (Mal(2.5% dr harta kita),Fitrah), infaq,sodaqoh,jariyah dll. Secara langsung sahabat dapat memberikan kepada orang yang berhak disekitar atau sahabat bisa mempercayakannya melalui badan amil zakat seperti LAZIS, BMH, LMI,... dan lembaga Amil Zakat lainnya. Dengan demikian rasa kepedulian dan kasih sayang sesama kita sedikit banyak bisa membantu untuk mengentaskan saudara kita yang kebetulan kurang beruntung tsb. Selain itu juga menjaminkan bahwa harta yang kita miliki dan kita makan sehari-2, yang membentuk darah daging dan tubuh kita, keluarga kita, anak-2 kita adalah benar-2 bersih baik dan halal, yang Insya Alloh akan membantu kita dikehidupan ini dan kehidupan masa yang akan datang (akherat kelak).
Sahabat terlampir ada sedikit tulisan betapa sayangnya nabi dan para sahabat beliau saat itu terhadap orang fakir miskin (terlampir).
Sahabat berikut beberapa perintah untuk peduli terhadap saudara fakir, miskin dan yatim,
Ada sekitar +/-68 ayat Alqur’an (cmiiw), diantaranya sbb :
QS An-Nisa’ 2 :
2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar. (QS. 4:2)
QS Arrum 38 :
38. Maka berikanlah pada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) pada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan 1172. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. 30:38)
1172: Yaitu: Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan ma'siat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya
QS Albaqoroh 271 :
271. Jika kamu menampakkan sedekah(mu) 172, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya 173 dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 2:271)
172. Menampakkan sedekah dengan tujuan supaya dicontoh oleh orang lain.
173. Menyembunyikan sedekah itu lebih baik dari menampakkannya, karena menampakkan itu dapat menimbulkan riya pada diri si pemberi dan dapat pula menyakitkan hati orang yang diberi
QS Albaqoroh 273-274 :
273. (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (QS. 2:273)
274 Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:274)
QS An Nur 22 :
22. Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?
QS Al Mujadalah 12-13 :
12. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tiada memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 58:12)
13. Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 58:13)
dll,
Wallohualam.
BERBAKTI PADA ORANG TUA
Sahabat, berikut adalah beberapa petunjuknya (Totalnya (cmiiw) sekitar 82 ayat/perintah untuk berbakti kepada orang tua kita) :
QS Lukman : 14-15 :
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun 1181. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 31:15)
1181: maksudnya: selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur 2 tahun
QS Albaqoroh 83 :
83) Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS. 2:83)
QS An-Nisak 36 :
36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh 294, teman sejawat, ibnu sabil 295 dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. 4:36)
Dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang muslim dan bukan muslim.
"Ibnus sabil" ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma'siat yang kehabisan bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.
QS Al-Ankabut 8 :
8) Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapak-nya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 29:8)
QS Al-Ahqof 14 :
14. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: "Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (QS. 46:15)
QS Al Isro’ 23 :
23. Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia 850. (QS. 17:23)
850. Mengucapkan kata "ah" kepada orang tua tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
Monday, September 29, 2008
Monday, September 15, 2008
SENANGYA PUNYA ANAK YANG BAIK
1. Luqman memerintahkan keluarganya untuk senantiasa bersyukur kepada Alloh
2. Luqman memerintahkan kepada anaknya agar jangan mempersekutukan Alloh (Berbuat Syirik), karena syirik adalah perbuatan yang keji.
3. Luqman memerintahkan kepada anaknya untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya
4. Jika Kedua Orang tua memaksa mengajak mempersekutukan Alloh (Berbuat Syirik) maka jangan dilakukan tetapi tetap bergaulah dengan cara yang baik.
5. Luqman Menasehati anaknya jika ada perbuatan sekecil apapun (walau sebesar biji sawi) tentu akan ada pembalasannya dari Alloh.
6. Luqman memerintahkan kepada anaknya untuk mendirikan sholat
7. Luqman memerintahkan kepada anaknya untuk mengajak manusia melakukan perbuatan yang baik dan mencegah perbuatan yang buruk
8. Luqman memerintahkan kepada anaknya agar selalu bersabar terhadap kejadian buruk yang menimpanya
9. Luqman memerintahkan kepada anaknya agar jangan berbuat sombong dan angkuh
10. Luqman memerintahkan kepada anaknya agar sederhana dalam berjalan (hidup) dan agar melunakan/melembutkan suaranya
Sahabat berikut sedikit cuplikan nasehat-nasehat yang bisa kita dapatkan dalam Al Qur’an seperti uraian kami diatas :
1. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. 31:12)
2. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS. 31:13)
3. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun 1181. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)
4. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 31:15)
5. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus 1182 lagi Maha Mengetahui. (QS. 31:16)
6. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. 31:17)
7. Dan janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. 31:18)
8. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan 1183 dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (QS. 31:19)
1181: maksudnya: selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur 2 tahun.
1182: Yang dimaksud dengan "Allah Maha Halus" ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimanapun kecilnya.
1183: Maksudnya: ketiak kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.
Amin
Friday, July 18, 2008
BANJIR ..... BANJIR ...... BANJIR
Wednesday, June 04, 2008
TENTANG TIGA PERJALANAN
''Perjalanan yang paling mulia adalah perjalanan ke tempat ibadah. Perjalanan paling baik adalah perjalanan ke tempat kerja. Dan… perjalanan paling menentramkan adalah perjalanan menuju rumah.'' Di hari yang lain, di acara dan televisi yang sama, yang juga terlihat secara tak sengaja saya dengar pernyataannya. Saat itu, ia sedang kedatangan tamu-tamu tuna netra; ''Kita semua memiliki tiga mata. Mata beneran untuk melihat, mata hati untuk merasa, dan mata kaki untuk melangkah menuju perbuatan.'' Saya mengagumi anak muda ini, tapi soal dia akan saya tulis lain kali. Kita langsung menuju nasihatnya saja. Kita mulai dari nasihat pertama, tentang tiga jenis perjalanan itu, perjalanan termulia, yakni berjalan ke tempat ibadah. Jadi barang siapa rampung beribadah tidak juga menjadi mulia, berarti yang mulia cuma perjalanannya. Manusianya bisa tetap seperti sedia kala. Perjalanan kedua adalah perjalanan terbaik, yakni ketika seseorang berangkat kerja. Jadi kerja adalah pusat kebaikan. Maka jika ada orang bekerja hasilnya malah masuk penjara, ia pasti sedang mengingkari hakikat pekerjaannya. Jika ada sopir bus masih tega mengencingi pintu busnya sendiri, dan jika ada pegawai enggan merawat kendaran dinasnya, ia tak layak mendapat kebaikan dari pekerjaannya. Perjalanan ketiga, ini menurut saya perjalanan yang tidak cuma menenteramkan tetapi juga menyenangkan yakni berjalan menuju rumah, pulang, kepada keluarga. Maka barang siapa punya rumah dan keluarga tetapi tidak memiliki ketenteraman, sesungguhnya ia sedang tidak memiliki apa-apa. Maka siapa saja yang bermain api dengan keluarganya, ia sedang berjudi dengan hidup dan matinya. Padahal sejauh pengamatan saya, untuk mengakses kebahagaian keluarga ini cuma butuh tindakan-tindakan sederhana. Saya, misalnya, langsung mendapatkan kebahagiaan yang nyaris penuh dari istri saya, ketika ia saya biarkan mengerti seluruh duit yang saya peroleh dan kepadanya sering saya perintahkan mengobrak-abrik dompet saya. Hasilnya luar biasa. Ia segera mengggap saya sebagai lelaki setia dan terpercaya karena tak butuh ''uang laki-laki''. Di masa lalu, uang laki-laki ini biasa ditaruh di lipatan kaos kaki, di saku-saku rahasia dan di tempat-tempat tersembunyi lainnya. Tujuannya jelas, agar ia digunakan sesuka hati tanpa diketahui istri. Dampak uang laki-laki ini ternyata dahsyat sekali, terutama jika ia dipergoki. Istri bisa berimajinasi macam-macam dari imajinasi ringan, berat atau sedang. Imajinasi ini sungguh biang bahaya karena sudah dibimbing oleh bibit ketidak percayaan. Di mata istri, kenapa suami menyimpan uangnya secara sembunyi hanya punya satu alasan: semua ini cuma demi kepentingannya sendiri. Dan ego semacam ini hanya mungkin dijalankan dengan dua cara: secara diam-diam atau dengan menyiapkan kebohongan. Dan inilah bahaya bohong, ia tidak mengenal berat dan ringat karena jika ketahuan selalu meninggalkan bekas yang dalam. Batu pertama untuk saling tidak percaya telah diletakkan. Hidup bersama yang sudah tidak saling mempercayai adalah sumber dari seluruh tragedi. Jika serumah sudah tidak saling percaya, maka di dalam satu selimut pun tidak akan saling meraba. Ketika inilah rumah akan berubah fungsi dari pusat ketentraman menjadi pusat kegaduhan. Seseorang yang gagal menentramkan rumahnya sendiri, sulit untuk diharap membuat kebaikan di dalam pekerjaan dan membuat kemuliaan di dalam peribadatan.
Oleh : Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Thursday, May 29, 2008
PELAJARAN JALANAN 2
pertiganya terisi tissue putih berbalut plastik transparan. Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayut di langit Jakarta. "Terima kasih ya Mbak, semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama si wanita meronggoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah. "Maaf, ngak ada kembaliaanya. .. ada uang pas nggak Mbak?" mereka menyodorkan kembali uang tersebut, si Mbak menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih besar menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter. "Om boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan...? suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merongoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian Food Court sebesar empat ribu rupiah. "Nggak punya, tungkas saya...!" lalu tak lama si wanita berkata "Ambil saja kembaliannya, dik...!" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur. Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakannya
kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget setengah berteriak ia bilang "Sudah buat kamu saja, gak apa - apa ambil saja...!" namum mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. "Maaf Mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan.. !" Akhirnya uang itu diterima si wanita tersebut karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka, uang sepuluh ribu di genggam saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar "Om.. tunggu ya, saya kebawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek..!". "Eeeeh.. nggak usah... nggak usah... biar aja..., nih...!" saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak satunya, "Nanti dulu om, biar ditukar dulu... sebentar". "Nggak apa - apa..., itu buat kalian" lanjut saya. "Jangan... jangan om, itu uang om sama Mbak yang tadi juga" anak Itu bersikeras. "Sudah nggak apa - apa.... saya ikhlas, Mbak tadi juga pasti ikhlas!" saya berusaha menghalangi, namum ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat, secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan
berlari ke arah saya. "Ini deh Om .... kalau kelamaan, maaf ya..." ia memberikan saya 8 pack tissue. "Lho buat apa...?" saya terbenggong. . "Habis teman saya lama sich Om.. maaf tukar pakai tissue aja dulu" Walau dikembalikan ia tetap menolak. Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribuan. "Terima kasih Om...!" mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup - sayup terdengar percakapan.. .."Duit Mbak tadi bagaimana ya..?" suara kecil yang lain menyahut "Lu hafal kan orangnya, kali aja kita ketemu lagi ntar kita berikan uangnya" Percakapan itu sayup – sayup menhilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribuperasaan. Tuhan .... hari ini saya belajar dari
dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh dan terharu, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra. Mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta tap dengan berdagang tissue. Dua anak kecil yang bahkan belum akil balik, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu sangat belia. Saya membandingkan keserakahan kita, yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rejeki kita meski dalam rejeki itu sebetulnya ada hak atau milik orang lain.... "Usia memang tidak menjamin kita menjadi bijaksana tapi kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak" (Disadur dari kisah salah seorang temans di komunitas millist kami)