Wednesday, October 07, 2009

Peringatan gempa padang, adakah hubungan ?

Teringat Nasehat Orang Tua pada saat pertama kali akan merantau :
1. Nak jagalah sholatmu
2. Nak, bila menjumpai persoalan apalagi yang rumit maka kembalilah kepada Al Qur’an, karena jawaban akan ditemukan dan akan menjadi obat yang mujarab,
Bersyukur saya mendapat nasehat orang tua yang demikian. Gempa sumatera dan gempa2 yang terjadi di Indonesia sesungguhnya telah di takdirkan oleh Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Untuk kejadian terakhir gempa sumatera yang menelan korban cukup banyak baik materi maupun jiwa, bila kita tengok Al Qur’an sekilas saya melihat terdapat beberapa peringatan disana, diantaranya :
1. Gempa Sumatera Barat terbesar terjadi pada tanggal 30-09-09. Coba kita tengok Al Qur’an Juz 30 surat ke 99. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [1] Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), [2] dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, [3] dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", [4] pada hari itu bumi menceritakan beritanya, [5] karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. [6] Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. [7] Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. [8] Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. AL QUR’AN SURAH KE 99. AL ZALZALAH zarah : adalah benda yang sangat kecil, ada yang mengartikan sebesar biji sawi (kurang lebih sudah 15 abad yang lalu telah dikabarkan)
2. Lebih Fokus lagi, Gempa Sumatera Barat terjadi pada pukul 17.16 wib. Coba Kita tengok Al Qur’an surat ke-17 ayat 16, berbunyi: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu * (untuk mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.(QS.17:16). Gempa susulan yang besar terjadi pukul 17.38, Coba Kita tengok Al Qur’an surat ke-17 ayat 38, berbunyi: "Semua itu kejahatannya amat di benci oleh Tuhanmu".
Penjelasan :
Firman Allah di atas merupakan hukum Allah terhadap orang-orang yang bermewah-mewahan tanpa memberikan kewajiban kepada yang berhak menerimanya. Pola hidup yang dijalankan atas dasar bermewah-mewahan dalam dataran mencapai tujuannya tidak segan-segan menindas golongan miskin dan lemah untuk maksudnya yang individualistis, oleh karena itu orang yang kaya bertambah kaya dan orang miskin akan semakin miskin, alur dari problematika tersebut akan memporak-porandakan keutuhan masyarakat. * dijelaskan pula untuk orang-orang yang berkuasa / punya kuasa, karena di tangannyalah kebaikan ini dapat dan cepat bisa direalisasikan.
3. Gempa Kerinci (sungai penuh) terjadi pada tanggal 1-10-09. Coba Kita tengok surat 10:9 yang berbunyi, “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” QS. Yunus (10) : 99
4. Lebih Fokus lagi, gempa kerinci terjadi pada pukul 08.52/08.53 wib. Coba kita tengok Al Qur’an QS 8:52 yang berbunyi “(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya”. Coba kita tengok Al Qur’an QS 8:53 yang berbunyi “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
Adakah keterkaitan dan ketersambungan antara kejadian gempa dan ayat2 peringatan Al Qur'an diatas (Wallohualam). Semoga menjadi sebuah peringatan bagi kita semua, sehingga tidak ada lagi kota yang menyusul mendapatkan bencana, … semoga. Mohon maaf atas salah dan khilaf, karena ini hanyalah pengamatan saya semata.

Friday, October 02, 2009

Mohon Maaf Lahir dan Batin 2009

Selamat Lebaran 1 syawal 1430 H / 20 September 2009,
Taqabalallohuminna wa minkum, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin
kangcid&fam

Memoar Gempa (was gempa padang)

Ass. Wr. Wb
Terkuak memori 3 th yg lalu, gempa tektonik dengan kekuatan dasyat menimbulkan korban yg tidak terkira banyaknya, baik moril itu maupun materiil. Disaat keluarga kami liburan kami dikejutkan oleh rahmatNya. Gempa berkekuatan 5,9SR menggoncang Jogjakarta dan sekitarnya, dengan meninggalkan kurang lebih 6000an korban sebagai syuhada dan ribuan lainnya terluka. Kerusakan materiil yang sulit dihitung, trauma moril yang lama disembuhkan, dan hanya dengan bermunajat dan berserah diri padaNyalah kesembuhan cepat didapat. Beberapa bulan lalu gempa dasyat kembali mengguncang Indonesia, yang menimbulkan kerusakan diberbagai daerah terutama Tasikmalaya, garut, sukabumi cianjur dsk serta di jawa barat pada umumnya. Gempa dasyat ini juga meninggalkan korban syuhada yang tidak sedikit , kerugian materiil yang cukup besar dan trauma moril yang tidak bisa dianggap sepele. Tanggap darurat dan rekonstruksi pasca gempa telah dilakukan. Berbagai bantuan berdatangan, baik dari institusi resmi pemerintah ataupun masyarakat. Bahu membahu dan tolong menolong sebagai tanggung jawab sosial telah dilakukan. Proses recovery paska gempa sedang berjalan namun sangat disayangkan kalau masyarakat mudah sekali melupakan kejadian yang demikian.
September tanggal 30 th2009 +/- jam 17.15 Wib, tiba-tiba gempa dasyat kembali mengguncang Indonesia. Gempa yang berlokasi di sebelah selatan sumatera mengakibatkan kerusakan yang tidak terkira, dimana sampai detik ini belum dapat diidentifikasikannya. Sesuai informasi yang kami terima Gempa telah memporak-porandakan berbagai daerah terutama Padang Sumatera barat dan sekitarnya. Rahmat Alloh swt Tuhan Yang Maha Esa kembali ditunjukan kepada umatnya. Puluhan, ratusan atau mungkin ribuan syuhada telah dipanggil olehNya (pemerintah menyatakan lebih parah disbanding gempa jogja). Rahmat sosial, tolong menolong dan sikap bahu membahu ingin diujikan olehNya kepada kita. Tanggapkah kita terhadap ujianNya ?

Kaca mata kiri saya melihat (maaf apabila salah) bahwa indonesia dilalui 2 jalur patahan kerakbumi , yaitu lintasan patahan luar (membentang di dasar samodra mulai aceh hingga selatan irian jaya) dan lintasan patahan dalam (membentang di semenanjung pulau sumatera, jawa, bali, hingga nusatengara). Lintasa patahan luar ini usianya lebih muda dan pastinya lebih labil dibanding lintasan patahan dalam yang usianya lebih tua. Sejak gempa besar melanda aceh dsk, menunjukan bahwa lapisan kerak bumi lintasan luar (lintasan usia muda) yang membentang dari aceh hingga sebelah selatan irian jaya dimana kestabilannya belum terjaga telah terkoyak, sehingga menimbulkan rekahan dan patahan disemenanjung jalurnya. Patahan dan koyakan ini mendorong timbulnya patahan-patahan baru lagi di jalur tersebut. Dari hal ini kita ketahui telah menimbulkan berbagai macam gempa baik skala besar ataupun kecil, seperti yang telah terjadi di Nias, Jogjakarta, Jawa Barat, Bali, Sumatera dan sebagainya. Kesemuanya ditimbulkan oleh patahan yang terjadi di lintasan luar, ketidakstabilan kerak bumi yang melintasi jalur selatan Indonesia mulai aceh hingga selatan irian jaya. Kapan kestabilan ini terjadi?, wallohualam. Sementara dalam mencapai kestabilan kerak bumi tersebut, diperkirakan akan terjadi patahan-patahan disemenanjung jalur luar lintasan itu, semoga hal ini tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Akankah akibat patahan lapisan luar ini mempengaruhi kestabilan lintasan jalur patahan sebelah dalam? Wallohualam, akan tetapi andai hal ini terjadi maka dapat kita bayangkan betapa dasyat akibat yang akan ditimbulkannya, karena pusat episentrumnya akan berada di daratan kepulauan.

Kaca mata sebelah kanan saya yang awam melihat (maaf bila salah) bahwa ada kemungkinan pergeseran kestabilan patahan di lapisan luar ini akan bisa bergerak kearah dalam yang membentang di sepanjang jalur kepulauan sumatera sampai dengan nusatenggara. Beberapa hal yang dapat saya ambil hikmah pelajaran dari kondisi diatas adalah,

1. Dalam sebuah ayatNya Alloh swt Tuhan Yang Maha Esa telah memperingatkan kepada kita
semua : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
[1] Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat),
[2] dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,
[3] dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?",
[4] pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
[5] karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
[6] Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam,
supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
[7] Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat
(balasan) nya.
[8] Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat
(balasan) nya pula.
AL QUR’AN SURAH KE 99. AL ZALZALAH
zarah : adalah benda yang sangat kecil, ada yang mengartikan sebesar biji sawi
(kurang lebih sudah 15 abad yang lalu dikabarkan), semoga menjadi sebuah peringatan
bagi kita.

2. Dalam menyedekahkan rizki, saya teringat sebuah tulisan di buletin dakwah silaturahim edisi :150/21 ramadhan 1430H/11 september 2009. Beberapa hal intinya adalah :
1). Mengundang datangnya rejeki.
Ali bin Abi Tholib RA berkata "pancinglah rizki dengan sedekah". Selain itu dalam Al Qur'an,
Alloh akan membalas setiap kebaikan 10x s/d 700x dlm bbrp ayatnya.
2). Sedekah dapat menolak bala'.
Sabda Rosul, segeralah sedekah sebab bala' tdk bisa mendahului sedekah.
3). Sedekah dpt mengobati penyakit.
Sabda Rosul,obatilah sakitmu dengan sedekah.
4). Sedekah memperpanjang umur.
Sabda Rosul,perbanyaklah sedekah sebab sedekah bisa memperpanjang umur.

Masih didalam kacamata kanan saya yang awam ini terbayang jelas betapa dasyatnya goncangan gempa bumi skala 5,9SR pada saat kami berada di Jogja, rumah-rumah pada roboh, tiang listrik roboh, jalanan gerak bergelombang, aspal pada pecah, hingga meninggalkan korban begitu banyaknya. Apabila kita meyakini adanya hari kiamat maka inilah yang disebut kiamat sugro/kiamat kecil, dan diantaranya adalah bencana alam dan datangnya kematian. Semoga hal ini memberikan peringatan bagi kita semua, amin.

Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada sahabat, serta saudara saudara kami para korban gempa sumatera terutama padang dan sekitarnya atas akibat terjadinya bencana ini. Cukupkah kita menyatakan turut berdukacita, saya rasa tidak !. Apa yang bias kita lakukan? Marilah kita galang, kita bantu para korban dengan bantuan moril dan materiil. Marilah kita berdo’a untuk keselamatan mereka dan untuk kita semua. Marilah kita isi pundi-pundi amal yang telah diwartakan dan diedarkan oleh berbagai lembaga yang terpercaya. Dengan berkurangnya harta 100 ribu, 200 ribu, dst saya rasa bukan suatu yang memberatkan kita, Insya Alloh (Alloh pasti akan membalas dengan berlipat ganda), tetapi akan sangat berharga bagi para korban yang mengalami musibah bencana.

Menurut saya yang awam ini sebagai bentuk kepedulian kita dapat berinisiatif untuk menggalang bantuan terutama materiil guna meringankan beban penderitaan para korban. Bantuan agar dapat diwujudkan kedalam bentuk makanan siap saji, sembako, selimut, tenda darurat, peralatan masak, dan obat-obatan (bahan2 tanggap darurat), karena hal inilah yang paling dibutuhkan oleh mereka para korban pada saat ini.
Kepada Saudara-saudaraku, Marilah kita beramar makruf nahi mungkar, Marilah kita isi pundi-pundi amalan kita, Marilah kita beramai-ramai mengamalkan jiwa sosial kita, Semoga bisa meringankan beban penderitaan para korban bencana.
Mohon maaf atas salah dan khilaf, dan Semoga bermanfaat

Wassalam. Wr. wb
Al Fakir,
M. Wachid Mushlih

Referensi Bantuan Tunai diantaranya :
1. Mer-C, BCA cabang Kwitang
no. Rek. 686.0099339
atas nama Medical Emergency Rescue Committee
2. Mer-C, Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Kramat
No. Rek. 128.0011802
atas nama Medical Emergency Rescue Committee
3. Lembaga Amil zakat infaq sedekah Muhammadiyah
Bank BNI Syari'ah : 00.91539444 a/n lazis Muhammadiyah
4. TV-One, Rek Mandiri Cabang Pulo Gadung
No. Rek 1230007926793 a/n TV One
5. Metro TV, Rek BCA Cab. Puri Indah
No. Rek 288333888 a/n PT. Media Television Indonesia
6. Sekar Telkom Peduli
Bank Syariah Mandiri Cabang Bandung No. Rek 124.00.1111.3 a/n Sekar Telkom Peduli

Tuesday, June 09, 2009

4 Skenario

Skenario 1
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbongtersebut.Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untukmenggoyang-goyangkan kaki.Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannyakepada kita."Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,"kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.
Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsungmemberikannya kepada kita.Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadarihandphone kita hilang.Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphonekita sambil berkata,"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasaterima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orangyang langsung memberikan handphone itu kepada kita).Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.
Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kitamenyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turundari kereta.Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharapada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersediamengembalikannya kepada kita.Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidakmemberikannya kepada kita) menjawab telepon kita."Halo, selamat siang, Pak.Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencobabicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikanhandphone itu kembali kepada kita.Orang yang menemukan handphone kita berkata,"Oh, ini handphone bapak ya.Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut.Biar bapak ambil di sana nanti ya."Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiunberikut dan menemui "orang baik" tersebut.Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nyaakan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario keduabukan?Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepadaorang yang menemukan handphone kita tersebut.
Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turundari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kitamencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.Sampai akhirnya kita tiba di rumah.Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :"Bapak / Ibu yang budiman.Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang.Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapatmengembalikan handphone itu kepada saya.Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. "SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.Kita sudah putus asa.Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalamhandphone kita.Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphonekita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikanhandphone tersebut.Bagaimana kira-kira perasaan kita?Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yangdiberikan oleh orang itu.Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, danmungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebihberharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenarioketiga).
Moral of the story
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, danada orang yang menemukannya.Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.Kita berikan dia ucapan terima kasih.Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kitaturun dari kereta.Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turundari kereta.Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelahitu baru mengembalikannya kepada kita.Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.Ada sebuah hal yang aneh di sini.Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang palingbaik?Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita,bukan?Dia adalah orang pada skenario pertama.Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antaraempat orang di atas.Manakah orang yang paling tidak baik?Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kitamenunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kitatersebut selama itu.Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward palingbesar.Apa yang sebenarnya terjadi di sini?Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus,tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkanbanyak, kita berikan lebih sedikit.OK, kenapa bisa begitu?Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiapskenario.Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belumsadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan karena saatitu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan yangmungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun darikereta.Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lamakita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphonekita kembali.Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orangyang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepadakita.Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargaihandphone yang kita miliki.KesimpulanSaat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah,kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggamankita.Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telahhilang tersebut.Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapatbersyukur?Sebaiknya tidak.Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itumasih ada.Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telahlenyap dari diri kita.Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.

Beragama Secara Moderat

sumber : http://www.cmm.or.id/cmm-ind_more.php?id=A755_0_3_0_M
Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. (QS. Lukman: 32)
Agama adalah jalan hidup. Beragama dalam Islam merupakan proses memaknai hidup dengan tuntunan syariat Islam yang benar. Perlunya beragama adalah supaya manusia hidup dengan tenang, aman, sejahtera dan selamat di dunia dan akhirat. Beragama tidak menjadikan umatnya susah dan frustasi. Hanya mereka yang ekstrim beragamalah yang menjadikan seolah beragama itu berat dan susah. Karena itu, beragama hendaklah memilih jalan yang seimbang dan moderat.
Menurut Dr. Muhammad Az-Zuhaili bahwa moderat atau “Al-Iqtishad” bermakna tengah-tengah, seimbang, istiqamah, adil, mudah dalam segala urusan, serta mengambil jalan pertengahan. Orang moderat (Muqtashi) adalah orang yang seimbang dan menempuh jalan yang lurus, seperti dalam firman-Nya: “Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus.”(QS. Luqman: 32).
Maksud dari kata “muqtashid” dalam ayat di atas adalah mu’tadil yaitu orang yang menempuh jalan lurus atau seimbang dan tidak condong pada hal yang melampaui batas ataupun pemborosan. Sebagaimana firman-Nya: “Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil, dan (Alquran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka (ahl al-Kitab) ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” (QS. al-Ma’idah: 66).
Maksud dari ayat di atas adalah orang yang berlaku jujur dan lurus serta tidak menyimpang dari kebenaran. Demikianlah kata al-Iqtishad (moderat) dalam Islam yang secara bahasa dipergunakan untuk menunjukkan perbuatan yang tidak berlebih-lebihan dan membangun keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Jadi al-iqtishad adalah moderat dalam beragama dan pertengahan dalam hukum-hukumnya. Sedangkan, dalam pengamalannya ia mengambil jalan tengah antara berlebihan dan hal yang ringan, atau pertengahan antara sesuatu yang melampaui batas dan meremehkan.
Moderat dalam beragama adalah tenang, seimbang dan konsisten serta mengambil jalan tengah dalam semua urusan agama tanpa melebihkan atau menambah dan juga tanpa mengurangi atau mengabaikan. Menurut Ar-Rhaghib al-Ashbahani, moderat terbagi menjadi 2 bagian. Pertama adalah moderat yang terpuji. Dalam hal ini terdapat dalam dua sisi yaitu berlebihan dan kurang. Seperti sifat dermawan, hal itu terletak antara pemborosan dan kikir, dan juga seperti sifat keberanian yaitu sifat antara sembrono, penakut dan sebagainya. Selaras dengan maksud ini adalah firman Allah Swt yang berbunyi: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. al-Furqan: 67).
Kedua adalah kemoderatan antara terpuji dan tercela, yaitu hal yang terdapat antara terpuji dan tercela. Seperti realitas antara keadilan dan kesewenang-wenangan atau antara dekat dan jauh. Awal kemoderatan dalam beragama adalah bersumber dari ajaran Islam yang lurus dan benar dan sesuai dengan fitrah manusia. Islam diturunkan tidak hanya mengajarkan tentang keimanan dan Aqidah, hal-hal ghaib dan sesuatu yang ada di balik alam ini. Lebih dari itu, Islam mengajarkan manusia tata cara berhubungan dengan Tuhan, sesama manusia, alam dan dirinya. Ketentuan ini tersusun dengan adil dan bijak, sehingga tidak terdapat hal yang berlebihan dan keluar batas. Islam juga menyerukan keseimbangan antara ruh, jasad, dan akal. Islam juga mensyariatkan untuk menegakkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah Swt: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah Swt kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah, kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. al-Qashash: 77). Hal ini juga sejalan dengan hadits Nabi: “Orang yang terbaik di antara kalian bukanlah orang yang meninggalkan akhiratnya demi dunianya, juga bukan pula orang yang meninggalkan urusan dunianya demi akhiratnya.” (HR ad-Dailami dan lbnu Asakir).
Islam telah mengharamkan umatnya bersikap seperti pendeta atau biarawan yang melepaskan diri dari urusan dunia dan mengasingkan diri dari manusia lainnya. Islam menegaskan keseimbangan dalam hal yang berkaitan dengan insting dan watak manusia yang beraneka ragam, untuk kemudian mengarahkan perasaan emosionalnya pada arah yang benar; menjalani hidup sesuai dengan tuntutan Allah dan mengabdikan diri pada masyarakat. Islam juga mengatur dan menganjurkan keseimbangan antara individu manusia dengan masyarakat sekitarnya, dengan jalan menguatkan hubungan yang erat dan harmonis antara rakyat dengan pemerintah, dengan menjelaskan hak-hak mereka.
Allah Swt telah memilih umat ini menjadi umat penengah antara umat-umat yang lain, adil dalam setiap perbuatannya, dan menjadi saksi bagi orang lain. Juga menjadi pembawa risalah akhir yang diridhai Allah Swt bagi seluruh hamba-harmba-Nya, yang diturunkan dan langit ke muka bumi ini, sebagaimana firman Allah: “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu umat wasathan (yang moderat) kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”. (QS. al-Baqarah: 143).
“Pembumian” konsep ummatan wasathan (umat moderat) dapat ditelusuri jari jejak kehidupan Rasulullah Saw, bagaimana beliau melewati hari demi hari bersama masyarakat dalam rangka membangun peradaban yang tauhid, bekerja keras dan ulet untuk membiayai kebutuhan keluarganya, dan sujud kepada Allah Swt sebagai ungkapan rasa syukur atas segala karunia-Nya. Keberhasilan Rasulullah Saw dibangun diatas fondasi sikap keberagamaan yang moderat. Nabi Saw bersabda, “Ada satu perkara di antara dua perkara yaitu sebaik-baik perkara adalah yang tengah-tengah.” (HR. Baihaqi). Seorang ahli hikmah berkata, “Sebaik-baik perkara adalah pertengahan, sedang sejelek-jelek perkara adalah yang berlebih-lebihan.” Seorang penyair Arab yang bernama Zuhair bin Abi Salina memuji suatu kaum, “Bersikaplah seimbang, niscaya manusia rela pada keputusannya Jika kau datang di suatu malam dengan keagungan.”
Dengan demikian, menempuh jalan tengah, lurus, dan moderat dalam segala urusan merupakan sikap yang terpuji. Guna menghindarkan diri dari sikap berlebihan atau kekurangan, terlalu keras atau terlalu lunak, dan bersikap keras. Sikap keberagamaan yang moderat selaras dengan fitrah manusia karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah, diciptakan dari partikel lemah, raganya juga terbentuk dari bahan yang lemah.
Pada masa Rasulullah Saw, seorang sahabat yaitu Abdullah bin Amru bin ‘Ash minta izin pada Rasulullah untuk berpuasa terus menerus tanpa henti di masa mudanya, tetapi Rasulullah melarangnya. Namun, karena ia terus memohon dan mengiba dengan alasan bahwa ia sangat mampu dan sanggup melaksanakannya. Akhirnya Rasulullah mengizinkannya untuk berpuasa dengan cara sehari puasa dan sehari tidak. Ketika ia telah menginjak masa tua, ia menyesal seraya berkata, “Seandainya aku menerima rukhshah (keringanan) yang diberikan Rasullullah.” Bahkan, Rasulullah pernah memperingatkannya sebagaimana dalam hadits yang ia riwayatkan sendiri.
Tepatlah kiranya, jika kemoderatan dan keseimbangan menjadi kebaikan dan keistimewaan. Hal ini dapat menjauhkan seseorang dari hal yang berlebihan dan kekurangan. Juga dapat meyelamatkannya dari bahaya berlebihan dan kekurangan yang terkadang dapat menjerumuskan seseorang pada kekafiran, kemusyrikan, dan kehancuran baik di dunia maupun akhirat.
Sesungguhnya berlebihan dalam agama dan menganggap ringan hukum-hukumnya adalah dua penyakit yang berbahaya. Penyakit ini berkembang sampai ke dalam jiwa dan dapat menimbulkan sumber-sumber kehinaan. Sesungguhnya setanlah yang berada di balik semua kehinaan itu. Karena itu, hendaklah kita takut kepada Allah Swt dari segala perbuatan ekstrim dan melampaui batas.
Islam memperingatkan umatnya untuk menjaga diri dan memilih jalan yang moderat, agar kita selamat. Baik dalam akidah, ibadah, maupun dalam pergaulan dan tingkah laku. Janganlah kita putuskan hubungan dengan Tuhan walaupun hanya sesaat. Begitu juga hendaklah kita jaga hubungan dengan manusia di sekitar kita. Semoga dengan beragama secara moderat ini, kita akan hidup dengan tenang, damai, sejahtera dan selamat di dunia dan di akhirat. Wallahualambishawab.
Penulis adalah Rahimi Sabirin, mahasiswa Ilmu Politik Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI)

Tuesday, March 24, 2009

Kisruh DPT pada pemilu 2009

Rekans, seperti rekans ketahui bulan maret 2009 ini adalah masa kampanye parpol untuk pemilu tanggal 9 april besok. Semua partai berlomba-lomba untuk menarik masyarakat guna memilih partainya masing-masing. Dijalanan, dan dimana-2 banyak kita jumpai alat peraga kampanye pemilu 2009 ini. Ada Spanduk, Standing banner, poster, stiker, bendera dll yang warna warni menghiasi semua jalanan di seluruh negeri ini. Apakah menghiasi atau malah membuat tidak sedap pandangan jalan ... rekans sendiri yang menilainya. Namun rekans cukup disayangkan bahwa pemilu belum digelar, data pemilih prapemilihan menjadi bahan sengketa antara parpol dan KPU (yg nota bene sebagai penyelenggara pemilu). DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang sudah di validasi KPU ternyata menjadi bahan sengketa. Disatu sisi KPU menyatakan data DPT adalah Valid, sedangkan parpol menyatakan tidak valid. Parpol beralasan banyak ketidak beresan disana, fakta ditemukan beberapa orang yang belum mempunyai hak pilih (<17th)>,daftar pemilih ganda, orang yang meninggal masuk dalam DPT, dll. Sementara KPU beralasan bahwa data masih bergerak sedang dalam proses validasi, data terakhir yang valid masih proses (spt ngawi). Menurut saya akar permasalahannya adalah validitas data Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Apakah mungkin data KK dan KTP ini di on line-kan? jawabnya sangat mungkin, tinggal niat kuat pelaksana saja untuk merealisasikannya. Di jaman sekarang dimana teknologi informasi sangat pesat perkembangannya, demikian juga sumber daya manusia yang menguasai teknologi ini sangat banyak, juga biaya yang lebih murah, kenapa tidak dicoba? Menurut saya sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan. Diantaranya Proses pembuatan jadi lebih cepat, Maintenance operasional berkelanjutan mudah dan cepat, Data valid, sangat bermanfaat update data statistik, biaya murah, proses lebih mudah, update data DPT seperti dalam sengketa ini sehingga sengketa ini tidak terjadi, biaya lebih murah dll banyak lagi. So ... kenapa tidak dicoba? Hanya keberanian dan komitmen pelaksana saja yang bisa menjawabnya. Semoga ...

Monday, November 24, 2008

Surga Sebelum Surga

Biasanya orang mendengar kata surga dan neraka langsung merasa merinding, rasanya bagaimana gitu …? Tidak ada yang bisa membayangkannya kalau seandainya dirinya nanti setelah mati mau masuk surga atau neraka. Bahkan mungkin ada sebagian orang yang tidak percaya adanya surga dan neraka. Bagi sebagian orang ini surga dan neraka adalah bohong dan isapan jempol belaka, bagi mereka setelah orang menjalani hidup didunia kemudian mati maka habislah kehidupan, tidak ada apa-apa lagi, sehingga bagi golongan ini berusaha hidup didunia dengan sebaik dan seuntung-untungnya dengan semua cara dipakai untuk meraih apa yang diinginkannya. Bagi sebagian orang lagi adanya surga dan neraka adalah tujuan akhir hidup ini, sehingga mereka dalam hidup didunia ini penuh dengan kehati-hatian, menjalankan kewajiban dan larangan untuk meraih kehidupan dimasa mendatang, yaitu balasan surga bagi kebaikan dan balasan neraka bagi keburukan. OK ..... kita bicara sedikit bersama golongan orang yang percaya surga dan neraka. Surga adalah tempat segala kebaikan yang akan diperoleh seseorang setelah berlalu dari kehidupan dunia sehingga menjalani kehidupan akherat. Kehidupan seseorang dimulai dari alam ruh-alam rahim-alam dunia-alam kubur-alam akherat. Alam ruh semua ruh manusia adalah sama, suci dan fitrah. Semua mengakui adanya Alloh dan mengakui ke-Esaan Alloh. Kemudian Ruh ditiupkan kedalam rahim dengan janji untuk selalu menjaga ke Esaan Alloh, pemberian rezeki, jodoh, dan mati sehingga ruh tersebut masuk ke jasad dalam rahim hingga lahir ke dunia. Semasa bayi kecil lahir dalam kondisi suci oleh orang tuanya dibesarkan dan dibentuk apakah ia akan menjadi orang muslim, yahudi, nasrani dan majusi. Pendek Kata kedua orang tuanyalah yang akan membentuk jiwa dan kepribadian. Setelah dewasa bayi itu bisa berdiri sendiri dan beradaptasi dengan lingkungan sesuai dengan kemampuan dan keyakinan yang dimilikinya, hingga masa tua. Kemudian orang itu akan meninggalkan dunia dan memasuki kehidupan alam kubur dan kehidupan akherat. Disinilah ia akan melihat adanya surga dan neraka sebagai balasan amal yang telah ia perbuat. Lantas dimanakah surga sebelum surga yang sebenarnya itu.
Dalam keyakinan golongan ini untuk mencapai surga yang sebenarnya ada aturan, kewajiban dan larangan yang harus dipenuhi. Semua aturan-2 tersebut sudah disampaikan kepada semua orang di bumi ini. Aturan itu ada didalam ajaran kitab suci agama samawi yang sudah saling disempurnakan hingga ajaran terakhir, yaitu ajaran islam. Aturan-aturan yang ada acapkali membuat orang terbatasi, terkekang tetapi banyak pula yang menikmati. Diantara aturan itu salah satunya adalah menikah. Dengan menikah sesuai dengan aturan yang ada, dilengkapi dengan pasangan yang serasi, tampan dan cantik, sehat jasmani dan rohani, sholeh dan sholehah, sudah mapan dalam menjalani hidup di dunia, sungguh merupakan sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan. Nikah dengan kondisi tersebut membuat diri ini semakin bersemangat, bergelora, tidak mudah furstasi dan goyah. Nikah dengan kondisi tersebut seperti menjalani kehidupan surga yang ada didunia, ya ..... surga sebelum surga ....... Sehingga nantinya dihasilkan anak keturunan yang baik-2, anak keturunan yang sholeh dan sholehah. Surga dunia apabila kita lakoni sesuai dengan aturan yang ada maka akan menghantarkan kita menuju pintu surga yang sebenarnya di kehidupan akherat kelak.... alangkah indahnya surga sebelum surga.

Sunday, October 05, 2008

MENYAYANGI FAKIR MISKIN (artikel)

Oleh: Uti Konsen.U.M.
(whandi.net) PADA suatu hari, ketika Rasulullah SAW tiba di halaman masjid, seorang Arab Badui mencegat beliau seraya berkata: "Ya Muhammad. Berikanlah pada ku harta Allah yang ada pada mu". Bagaimana sikap Nabi Mulia itu?. Karena pada waktu itu Nabi SAW hanya memiliki jubah yang dipakainya, lalu dengan senyum Rasul SAW melepas jubah yang dikenakannya dan dengan tulus beliau berikan kepada lelaki itu.Rasulullah SAW memang terkenal senang bergaul dengan para fakir miskin. Sikap beliau itu diikuti oleh para sahabat. Kenapa maka mereka bersikap demikian?. Sebab satu hadis Qudsi mengatakan: "Carilah karunia Allah dengan mendekati orang yang dekat dengan orang miskin. Karena pada merekalah Aku jadikan keridhaan-Ku ", sehingga dalam satu hadis Rasulullah SAW. bersabda: "Segala sesuatu itu ada kuncinya dan kunci surga itu adalah mencintai anak yatim dan orang-orang yang miskin" (HR.Daruthni dan Ibnu Hiban).Beberapa hari sebelum wafat, Nabi Muhammad SAW menunjukkan tanda-tanda khusus yang belum pernah disaksikan oleh para sahabat. Misalnya, beliau sering berbicara tentang keindahan surga. Satu ketika sambil bercerita beliau mengulurkan tangannya seperti hendak mengambil sesuatu, tapi kemudian ditariknya lagi. Ketika ditanya para sahabat maksudnya, Nabi Mulia SAW ini menjawab: "Aku melihat surga dan aku menjangkau setangkai anggur. Jikalau aku mengambilnya, kalian baru dapat menghabiskannya selama umur bumi ini." Tanda-tanda khusus lain di hari-hari akhir Rasulullah SAW makin tampak ketika beliau ditanyai oleh para isterinya: "Siapa diantara kami yang pertama kali akan menemui Anda kelak?". Dengan suara menggetarkan hati Nabi SAW. menjawab: "Tangan siapa diantara kalian yang panjang, itulah yang lebih dahulu menemui ku." Mereka lalu saling mengulurkan tangan masing-masing dan membandingkan satu sama lain. Dugaan mereka Saudah lah yang akan dulu wafat, karena tangan Saudah lah yang paling panjang. Sebab dialah diantara isteri Nabi SAW yang paling tinggi dan besar. Sekitar 10 tahun setelah Nabi SAW wafat, ternyata Zainab yang lebih dahulu menyusul beliau. Dialah isteri nabi SAW yang perawakannya paling kecil dan dijuliki "Ibu kaum miskin", yang pemurah hati. Tahulah mereka bahwa " tangan paling panjang " yang dimaksud Rasulullah SAW adalah orang yang gemar memberi sedekah kepada fakir miskin.Simaklah sikap Ali bin Thalib KW. Suatu saat orang menemukan beliau sedang terisak menangis. Ketika ditanya mengapa gerangan beliau menangis, orang yang penuh kemuliaan itu berkata : "Sudah satu minggu tak ada seorang tamu pun yang datang kepada ku. Aku khawatir Allah sedang menghinakan aku". Dan Ali sangat empati terhadap kaum duafa lebih-lebih ketika beliau menjadi Khalifah. Menurut sanad dari Iman Ahmad, Ibnu Rafi' pernah berkata : "Pada suatu hari Id aku menemukan Ali bin Abi Thalib sedang duduk.Di sebelahnya ada sebuah kantung yang diikat erat-erat. Aku mengira isinya pasti perhiasan yang mahal-mahal. Tapi ketika Ali membukanya aku nyaris tidak percaya dengan apa yang kulihat. Bungkusan itu cuma berisi roti kering yang maling paling rakus pun takkan mau mencurinya. Kemudian roti itu dilembutkan dengan air. Ketika kutanya mengapa kantung yang cuma berisi roti kering itu diikat begitu rupa? ". Ali menjawab: "Agar anak-anakku tidak membuka dan mengganti dengan roti yang halus dan mengandung mentega." "Eh, apakah Allah melarang Anda menikmati makanan yang lebih baik?". "Aku bertanya heran". "Sama sekali tidak. Aku hanya ingin memakan makanan rakyat yang paling miskin. Aku baru akan mengubah makanan ku setelah aku bisa memperbaiki taraf hidup dan nilai makanan mereka," jawab sang Khalifah.Lain lagi halnya dengan Nabi Yusuf AS Ketika beliau sudah diangkat menjadi Bendahara kerajaan dan menjadi semacam Kepala Bulog, beliau berpuasa hampir setiap hari. Ketika ditanya orang mengapa Nabi Yusuf melakukan itu semua, beliau berkata bahwa beliau takut kenyang sehingga melupakan kehidupan orang miskin.Ali Zainal Abidin, salah seorang cucu Rasulullah SAW, setelah wafat termasyhur sebagai orang yang gemar memikul gandum di malam hari dan membagikannya kepada para fakir miskin di Madinah, tanpa seorang pun mengetahuinya. Jika datang kepadanya seseorang yang sedang ditimpa kesulitan dalam hidupnya dan meminta tolong kepadanya, beliau menyambutnya dengan uacapan: "Selamat datang wahai orang yang berkenan memikul bekal ku untuk hari akhirat."Dalam majalah Amanah Nomor: 33 tanggal 9 Oktober 1987 diceritakan mengenai H.Yunan Helmy Nasution, ketika almarhum masih berdinas sebagai tentara. Rata-rata setiap 4 bulan sekali beliau diopname di Rumah Sakit, karena sakit. Tapi sejak memelihara anak yatim, maka selama 14 tahun, belum sekalipun menderita sakit. "Memelihara anak yatim adalah hiburan rohani karena kasih Allah kepada mereka. Empat belas tahun mengelola anak yatim, tidak pernah mengalami kesulitan. Sering rezeki datang dengan tiba-tiba karena anak yatim mengandung misteri tersendiri disisi Allah, yang bagi orang lain sangat mengherankan", kilah almarhum.Bagi orang yang telah mendalam pemahamannya terhadap ajaran agama, seperti kaum Sufi, mereka sangat ramah kepada para fakir miskin. Jarang mereka menolaknya bila para fakir miskin datang kepadanya. Mereka menganggap yang diminta para fakir miskin itu sekedar untuk memenuhi kebutuhan mereka. Nabi Isa AS berkata : "Barang siapa menolak fakir miskin yang meminta, sehingga ia kecewa, para malaikat tidak akan memasuki rumahnya selama 70 hari." Wallahualam.

MARI ... BERPERAN DLM MENGENTASKAN KEMISKINAN

Mengapa Kita Harus Memperhatikan Yatim, Fakir dan Miskin? Apa Gunanya? Apakah Hanya Menghabiskan Energi kita saja? ...... dll
Sahabat yang budiman beberapa hals diatas mungkin menjadi beberapa pertanyaan kita yang mengganjal, namun demikian marilah kita coba untuk mengkaji singkat saja tentang peran dalam mengentaskan kemiskinan. Sahabat sebelumnya telah disampaikan tentang QS Al Ma’un pada kiriman terdahulu (peduli thdp org yatim&miskin) . Berikut kami ulang terjemahannya,
1.Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (QS. 107:1)
2.Itulah orang yang menghardik anak yatim, (QS. 107:2)
3.dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (QS. 107:3)
4.Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (QS. 107:4)
5.(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS. 107:5)
6.orang-orang yang berbuat riya 1604. (QS. 107:6)
7.dan enggan (menolong dengan) barang berguna 1605. (QS. 107:7)
1604 : ialah melakukan suatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
1605 : Sebagian mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.
Sahabat tentunya menyadari betapa banyak orang yatim dan fakir miskin di dunia ini, di negeri ini dan khususnya disekitar kita, tetangga kita, sebelah kampung kita yang kebetulan hidupnya kurang beruntung. Semoga sahabat pernah berinteraksi, berdiskusi atau paling tidak berbicara singkat dengan mereka. Secara singkat cukup banyak penderitaan dan keterbatasan mereka dalam menjalani kehidupan ini (kiranya sudah banyak cerita tulisan mengenai hal ini dan kami yakin sahabat sudah mengetahuinya). Memang membicarakan kaum fakir miskin dan yatim tidaklah menarik, mungkin bukan menjadi sebuah kajian yang ”kurang nendang” yang kata sebagian orang hanya akan membuang-buang waktu saja. Sahabat banyak perintah didalam Alqur’an dan contoh dari Nabi kita untuk peduli terhadap yatim dan kaum fakir miskin, menyayangi mereka dan tidak mengacuhkannya ( terdapat +/-68 ayat Alqur’an dan banyak lagi hadist nabi), bahkan Nabi sendiri dalam sebuah riwayat (mohon maaf riwayat lengkapnya saya lupa) sering berinteraksi dan membantu fakir,miskin,yatim, salah satunya kurang lebih ”bila kalian tidak menemukan aku di masjid maka carilah aku ditengah-2 fakir miskin” (cmiiw).
Sahabat, semoga sahabat pernah/mau berdiskusi, berinteraksi, membantu dan peduli terhadap saudara kita yang kebetulan kehihidupanya kurang beruntung tersebut (fakir,miskin,yatim) ,walaupun mungkin dikehidupan akherat kelak banyak diantara mereka yang lebih beruntung dari pada kita (wallohu’alam). Menurut kami kemiskinan dan keterpurukan itu memang sangat dekat dengan (keingkaran) kekufuran, sehingga kepedulian kita terhadap sesama sangat dianjurkan. Sahabat walaupun sudah banyak pihak-2 yang peduli terhadap mereka, berbagai Lembaga Pemerintan/Non Pemerintah/Ormas dg mendirikan Panti asuhan, Badan Amil Zakat, Panti sosial, Lembaga Ketrampilan dll, namun kami rasa masih sangat kurang. Keterlibatan sahabat semua sangat diharapkan seperti pemberian Zakat, Infaq dan Sodaqoh, syukur-2 sahabat berkenan dan mau terlibat langsung dalam mengentaskan mereka dari ketidak beruntungan tersebut. Sahabat pada momen bulan Ramadhan ini adalah momen yang tepat untuk berbagi terhadap sesama dan untuk memperbanyak amalan. Para sahabat yang budiman kami mengajak para sahabat semua (terutama diri dan keluarga kami sendiri) untuk bisa menyempatkan diri membayar zakat (Mal(2.5% dr harta kita),Fitrah), infaq,sodaqoh,jariyah dll. Secara langsung sahabat dapat memberikan kepada orang yang berhak disekitar atau sahabat bisa mempercayakannya melalui badan amil zakat seperti LAZIS, BMH, LMI,... dan lembaga Amil Zakat lainnya. Dengan demikian rasa kepedulian dan kasih sayang sesama kita sedikit banyak bisa membantu untuk mengentaskan saudara kita yang kebetulan kurang beruntung tsb. Selain itu juga menjaminkan bahwa harta yang kita miliki dan kita makan sehari-2, yang membentuk darah daging dan tubuh kita, keluarga kita, anak-2 kita adalah benar-2 bersih baik dan halal, yang Insya Alloh akan membantu kita dikehidupan ini dan kehidupan masa yang akan datang (akherat kelak).
Sahabat terlampir ada sedikit tulisan betapa sayangnya nabi dan para sahabat beliau saat itu terhadap orang fakir miskin (terlampir).

Sahabat berikut beberapa perintah untuk peduli terhadap saudara fakir, miskin dan yatim,
Ada sekitar +/-68 ayat Alqur’an (cmiiw), diantaranya sbb :
QS An-Nisa’ 2 :
2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar. (QS. 4:2)
QS Arrum 38 :
38. Maka berikanlah pada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) pada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan 1172. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. 30:38)
1172: Yaitu: Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan ma'siat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya
QS Albaqoroh 271 :
271. Jika kamu menampakkan sedekah(mu) 172, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya 173 dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 2:271)
172. Menampakkan sedekah dengan tujuan supaya dicontoh oleh orang lain.
173. Menyembunyikan sedekah itu lebih baik dari menampakkannya, karena menampakkan itu dapat menimbulkan riya pada diri si pemberi dan dapat pula menyakitkan hati orang yang diberi
QS Albaqoroh 273-274 :
273. (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (QS. 2:273)
274 Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:274)
QS An Nur 22 :
22. Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?
QS Al Mujadalah 12-13 :
12. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tiada memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 58:12)
13. Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 58:13)
dll,

Wallohualam.

BERBAKTI PADA ORANG TUA

Sahabat yang budiman kami yakin semoga sahabat setuju dengan anjuran diatas. Kita sebagai anak apalagi sekarang sudah menjadi orang tua tentunya sangat menyadari pentingnya rasa bakti tersebut. Sahabat, Jika kita masih mempunyai orang tua yang masih ada (masih hidup) alangkah indah dan senangnya jika kita bisa intens berinteraksi, entah itu melalui telepon ataupun melalui kunjungan secara langsung. Kita bisa membantunya dengan segala hal terbaik yang sanggup kita lakukan, walaupun itu hanya sebuah ucapan sayang kepada orang tua kita. Sahabat, sungguh bahagia rasanya apabila sahabat bisa melakukannya. Saat ini kami yakin banyak diantara orang tua sahabat sudah pada sepuh (tua-renta-bahkan mungkin sudah pikun), ataupun sudah meninggalkan kita (meninggal dunia). Apabila kita bisa merawat orangtua kita yang sudah usia lanjut tersebut, alangkah bahagianya kita, karena telah diberi kesempatan untuk menunjukan rasa bakti kita kepada mereka, apalagi disaat mereka membutuhkan bantuan kita, baik moril ataupun materiil karena menurut kami ini adalah anugrah terindah dan bukan sebagai beban belaka yang tentunya akan memberikan pahala yang tidak terkira. Apabila kedua orang tua kita sudah meninggal dunia, maka sudah seyogyanya bila kita selalu mendo’akan mereka dikala sempit dan luang, minimal sehabis melakukan ibadah (sholat), karena do’a ini adalah salah satu buah amal mereka yang masih terus bisa mengalir walaupun mereka sudah meninggal dunia. Apabila mereka belum berhaji, memberangkatkan haji bagi mereka adalah suatu hal yang terpuji karena melengkapkan rukun islamnya (menurut saya adalah suatu hal yang utama). Sahabat tentu masih ingat pada saat masih kanak-2, pada saat masih remaja bagaimana orang tua kita telah memenuhi semua kebutuhan kita, membesarkan kita, mendidik kita dan menyayangi kita dengan segala cara terbaik dari mereka. Bila kita ingin membalas budi baik mereka, saya yakin sangat banyak yang dibutuhkan, bahkan mungkin kita tidak sanggup membalas kebaikannya. Sahabat, kami yakin tidak ada orang tua di dunia ini yang menginginkan keburukan akan anak-anaknya. Oleh karenanya sudah seyogyanya bila kita selalu mengedepankan rasa bakti kita kepada kedua orang tua kita, dengan cara yang baik dan terpuji.

Sahabat, berikut adalah beberapa petunjuknya (Totalnya (cmiiw) sekitar 82 ayat/perintah untuk berbakti kepada orang tua kita) :
QS Lukman : 14-15 :
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun 1181. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 31:15)
1181: maksudnya: selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur 2 tahun
QS Albaqoroh 83 :
83) Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS. 2:83)
QS An-Nisak 36 :
36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh 294, teman sejawat, ibnu sabil 295 dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. 4:36)
Dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang muslim dan bukan muslim.
"Ibnus sabil" ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma'siat yang kehabisan bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.
QS Al-Ankabut 8 :
8) Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapak-nya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 29:8)
QS Al-Ahqof 14 :
14. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: "Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (QS. 46:15)
QS Al Isro’ 23 :
23. Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia 850. (QS. 17:23)
850. Mengucapkan kata "ah" kepada orang tua tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.



Monday, September 29, 2008

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir & Batin
Salam,
Kang Cid

Monday, September 15, 2008

SENANGYA PUNYA ANAK YANG BAIK

Sahabat, tentunya semua menyadari alangkah senangnya mempunyai anak keturunan yang baik, sehat, taat kepada orang tua, taat kepada Tuhannya, suka beramal, pandai bergaul, aktif dalam kebaikan, senantiasa menjauhi keburukan, bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara … dll. Sahabat, dalam keadaan anak yang demikian inilah yang kami sebut sebagai anak yang sholeh (bagi laki-2) dan sholehah (bagi perempuan). Semua orang tua kami yakin menginginkan anak-anaknya demikian (termasuk diri kami sendiri). Alangkah senangnya punya beberapa anak (banyak anak) yang sholeh/sholehah semua dan alangkah sedihnya jika punya beberapa anak (banyak anak) yang durhaka. Semoga kita semua diberikan berkah dan barokah dengan punya anak-anak yang sholeh dan sholehah. Salah satu yang bisa kita dapatkan adalah hikmah dari seseorang yang telah berhasil membimbing keluarganya, yaitu Keluarga Lukman Nul Hakim yang bisa kita dapatkan kisahnya dalam Al Qur’an, diantaranya sbb (cmiiw):
1. Luqman memerintahkan keluarganya untuk senantiasa bersyukur kepada Alloh
2. Luqman memerintahkan kepada anaknya agar jangan mempersekutukan Alloh (Berbuat Syirik), karena syirik adalah perbuatan yang keji.
3. Luqman memerintahkan kepada anaknya untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya
4. Jika Kedua Orang tua memaksa mengajak mempersekutukan Alloh (Berbuat Syirik) maka jangan dilakukan tetapi tetap bergaulah dengan cara yang baik.
5. Luqman Menasehati anaknya jika ada perbuatan sekecil apapun (walau sebesar biji sawi) tentu akan ada pembalasannya dari Alloh.
6. Luqman memerintahkan kepada anaknya untuk mendirikan sholat
7. Luqman memerintahkan kepada anaknya untuk mengajak manusia melakukan perbuatan yang baik dan mencegah perbuatan yang buruk
8. Luqman memerintahkan kepada anaknya agar selalu bersabar terhadap kejadian buruk yang menimpanya
9. Luqman memerintahkan kepada anaknya agar jangan berbuat sombong dan angkuh
10. Luqman memerintahkan kepada anaknya agar sederhana dalam berjalan (hidup) dan agar melunakan/melembutkan suaranya

Sahabat berikut sedikit cuplikan nasehat-nasehat yang bisa kita dapatkan dalam Al Qur’an seperti uraian kami diatas :

1. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. 31:12)
2. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS. 31:13)
3. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun 1181. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)
4. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 31:15)
5. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus 1182 lagi Maha Mengetahui. (QS. 31:16)
6. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. 31:17)
7. Dan janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. 31:18)
8. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan 1183 dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (QS. 31:19)
1181: maksudnya: selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur 2 tahun.
1182: Yang dimaksud dengan "Allah Maha Halus" ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimanapun kecilnya.
1183: Maksudnya: ketiak kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.
Sahabat, semoga kita semua berhasil dalam membimbing keluarga kita masing-2, sehingga apa-2 yang kita cita-citakan dan dambakan dapat tercapai. Semoga anak-2 kita menjadi anak-2 yang sholeh sholehat, bila ada diantara sahabat yang belum punya momongan segera diberikan momongan oleh Alloh swt anak2 yang sholeh-sholehat.
Amin

Friday, July 18, 2008

BANJIR ..... BANJIR ...... BANJIR

Rekans yang budiman, kita sebagai orang indonesia tentunya sudah maklum dan sudah mengetahui kalau di iklim kita sebagai negara daerah katulistiwa terdapat 2 musim kemarau dan musim hujan. Pada saat SD dulu seingat saya sudah belajar geografi dalam ilmu IPS. Disana saya dikenalkan oleh guru akan adanya 2 musim itu di Indonesia. Musim hujan terjadi mulai bulan oktober s/d april, sedangkan musim kemarau terjadi bulan april s/d oktober. Bahkan dalam pemahaman saya selama ini rentang musim tersebut sudah menjadi pakem dan menjadi kebiasaan sehari-2 akan datangnya musim tersebut. Pada bulan-bulan desember pasti terjadi hujan lebat disertai dengan angin s/d bulan pebruari. Bulan maret hujan berkurang s/d bulan april hingga memasuki musim kemarau. Demikian juga pada bulan juni s/d agustus terjadi kemarau dengan panas yang cukup terik, sehingga anak-2 pada waktu saya kecil suka mengisi bulan-2 ini dengan bermain layang-layang (musim layangan). Seiring memasuki bulan september dan oktober sudah mulai turun hujan hingga masuk musim penghujan. Demikian ke-2 musim ini saling berganti selama satu tahun dan konsisten berjalan dari tahun ke tahun. Cobalah rekans amati dan periksa memory rekans ....

Wednesday, June 04, 2008

TENTANG TIGA PERJALANAN

Dua kali acara TV itu terlihat, dua kali saya mendapat nasihat. Ia tentang seorang pesohor muda yang melengkapi rumahnya dengan fasilitas untuk berkumpul banyak orang. Ketika tamu di rumahnya itu sebagian besar adalah anak-anak inilah kurang-lebih pernyataannya:
''Perjalanan yang paling mulia adalah perjalanan ke tempat ibadah. Perjalanan paling baik adalah perjalanan ke tempat kerja. Dan… perjalanan paling menentramkan adalah perjalanan menuju rumah.'' Di hari yang lain, di acara dan televisi yang sama, yang juga terlihat secara tak sengaja saya dengar pernyataannya. Saat itu, ia sedang kedatangan tamu-tamu tuna netra; ''Kita semua memiliki tiga mata. Mata beneran untuk melihat, mata hati untuk merasa, dan mata kaki untuk melangkah menuju perbuatan.'' Saya mengagumi anak muda ini, tapi soal dia akan saya tulis lain kali. Kita langsung menuju nasihatnya saja. Kita mulai dari nasihat pertama, tentang tiga jenis perjalanan itu, perjalanan termulia, yakni berjalan ke tempat ibadah. Jadi barang siapa rampung beribadah tidak juga menjadi mulia, berarti yang mulia cuma perjalanannya. Manusianya bisa tetap seperti sedia kala. Perjalanan kedua adalah perjalanan terbaik, yakni ketika seseorang berangkat kerja. Jadi kerja adalah pusat kebaikan. Maka jika ada orang bekerja hasilnya malah masuk penjara, ia pasti sedang mengingkari hakikat pekerjaannya. Jika ada sopir bus masih tega mengencingi pintu busnya sendiri, dan jika ada pegawai enggan merawat kendaran dinasnya, ia tak layak mendapat kebaikan dari pekerjaannya. Perjalanan ketiga, ini menurut saya perjalanan yang tidak cuma menenteramkan tetapi juga menyenangkan yakni berjalan menuju rumah, pulang, kepada keluarga. Maka barang siapa punya rumah dan keluarga tetapi tidak memiliki ketenteraman, sesungguhnya ia sedang tidak memiliki apa-apa. Maka siapa saja yang bermain api dengan keluarganya, ia sedang berjudi dengan hidup dan matinya. Padahal sejauh pengamatan saya, untuk mengakses kebahagaian keluarga ini cuma butuh tindakan-tindakan sederhana. Saya, misalnya, langsung mendapatkan kebahagiaan yang nyaris penuh dari istri saya, ketika ia saya biarkan mengerti seluruh duit yang saya peroleh dan kepadanya sering saya perintahkan mengobrak-abrik dompet saya. Hasilnya luar biasa. Ia segera mengggap saya sebagai lelaki setia dan terpercaya karena tak butuh ''uang laki-laki''. Di masa lalu, uang laki-laki ini biasa ditaruh di lipatan kaos kaki, di saku-saku rahasia dan di tempat-tempat tersembunyi lainnya. Tujuannya jelas, agar ia digunakan sesuka hati tanpa diketahui istri. Dampak uang laki-laki ini ternyata dahsyat sekali, terutama jika ia dipergoki. Istri bisa berimajinasi macam-macam dari imajinasi ringan, berat atau sedang. Imajinasi ini sungguh biang bahaya karena sudah dibimbing oleh bibit ketidak percayaan. Di mata istri, kenapa suami menyimpan uangnya secara sembunyi hanya punya satu alasan: semua ini cuma demi kepentingannya sendiri. Dan ego semacam ini hanya mungkin dijalankan dengan dua cara: secara diam-diam atau dengan menyiapkan kebohongan. Dan inilah bahaya bohong, ia tidak mengenal berat dan ringat karena jika ketahuan selalu meninggalkan bekas yang dalam. Batu pertama untuk saling tidak percaya telah diletakkan. Hidup bersama yang sudah tidak saling mempercayai adalah sumber dari seluruh tragedi. Jika serumah sudah tidak saling percaya, maka di dalam satu selimut pun tidak akan saling meraba. Ketika inilah rumah akan berubah fungsi dari pusat ketentraman menjadi pusat kegaduhan. Seseorang yang gagal menentramkan rumahnya sendiri, sulit untuk diharap membuat kebaikan di dalam pekerjaan dan membuat kemuliaan di dalam peribadatan.

Oleh : Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA

Thursday, May 29, 2008

PELAJARAN JALANAN 2

Kisah Dua Manusia Super Ibukota tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi untuk mencoba menaklukan ibukota negeri ini. Semoga kita selalu diingatkan, sekedar berbagi cerita di forum orang -orang super dalam keindahan hari ini. Siang itu 13 Pebruari 2008, tanpa sengaja saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk - makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberagan Harmoni, dua sosok kecil berumur kira - kira delapan dan sepuluh tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar - lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Om...!" Dan saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka. Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan, menyapa seorang laki - laik lain itupun menolak dgn gaya yang sama dgn saya, lagi - lagi sayup - sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka, kantong hitam tempat stock tissue daganggan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan ke arah dalam kantong itu, dua
pertiganya terisi tissue putih berbalut plastik transparan. Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayut di langit Jakarta. "Terima kasih ya Mbak, semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama si wanita meronggoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah. "Maaf, ngak ada kembaliaanya. .. ada uang pas nggak Mbak?" mereka menyodorkan kembali uang tersebut, si Mbak menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih besar menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter. "Om boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan...? suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merongoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian Food Court sebesar empat ribu rupiah. "Nggak punya, tungkas saya...!" lalu tak lama si wanita berkata "Ambil saja kembaliannya, dik...!" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur. Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakannya
kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget setengah berteriak ia bilang "Sudah buat kamu saja, gak apa - apa ambil saja...!" namum mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. "Maaf Mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan.. !" Akhirnya uang itu diterima si wanita tersebut karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka, uang sepuluh ribu di genggam saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar "Om.. tunggu ya, saya kebawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek..!". "Eeeeh.. nggak usah... nggak usah... biar aja..., nih...!" saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak satunya, "Nanti dulu om, biar ditukar dulu... sebentar". "Nggak apa - apa..., itu buat kalian" lanjut saya. "Jangan... jangan om, itu uang om sama Mbak yang tadi juga" anak Itu bersikeras. "Sudah nggak apa - apa.... saya ikhlas, Mbak tadi juga pasti ikhlas!" saya berusaha menghalangi, namum ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat, secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan
berlari ke arah saya. "Ini deh Om .... kalau kelamaan, maaf ya..." ia memberikan saya 8 pack tissue. "Lho buat apa...?" saya terbenggong. . "Habis teman saya lama sich Om.. maaf tukar pakai tissue aja dulu" Walau dikembalikan ia tetap menolak. Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribuan. "Terima kasih Om...!" mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup - sayup terdengar percakapan.. .."Duit Mbak tadi bagaimana ya..?" suara kecil yang lain menyahut "Lu hafal kan orangnya, kali aja kita ketemu lagi ntar kita berikan uangnya" Percakapan itu sayup – sayup menhilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribuperasaan. Tuhan .... hari ini saya belajar dari
dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh dan terharu, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra. Mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta tap dengan berdagang tissue. Dua anak kecil yang bahkan belum akil balik, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu sangat belia. Saya membandingkan keserakahan kita, yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rejeki kita meski dalam rejeki itu sebetulnya ada hak atau milik orang lain.... "Usia memang tidak menjamin kita menjadi bijaksana tapi kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak" (Disadur dari kisah salah seorang temans di komunitas millist kami)
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
ENGKAU HANYA SEMULIA YANG ENGKAU KERJAKAN

BALAK

Bala' atau balak atau bala apalah itu orang menyebut, yang jelas bunyinya balak. Balak yang saya tahu adalah kejadian-2 buruk dan kesialan yang akan menimpa kita. Apakah definisi ini benar belum tentu juga karena hal itu adalah persepsi saya semata. Rekans pembaca juga punya persepsi sendiri dan tentunya bisa jadi berbeda. Ok lah kita tidak mendiskusikan tentang definisi, tetapi saya akan utarakan tentang esensi dari balak tersebut dari persepsi saya. Jika rekans pernah mengalami kejadian kesialan, musibah, bencana, dan kejadian kejadian buruk lainnya tentunya rekans akan senantiasa teringat, dan rekans yang percaya kepada Tuhan, senantiasa akan mengingat dan menyebutnya. Tetapi tatkala rekans sedang dilanda kegembiraan, kesenangan, mabuk kekuasaan biasanya rekans akan lupa dengan Tuhan. Mari kita renungkan benarkah demikian ?? Rekans sendiri yang bisa menjawabnya. Kembali lagi ke Balak. Menurut hemat kami Balak dapat dengan mudah kita hindari sebelum hal itu terjadi. Dari persepsi dan keyakinan saya selama ini Balak yang dirasa akan menimpa kita bisa di hindari dengan berbagai kebaikan yang bisa kita lakukan. 1. Balak dapat kita hindari dengan berbagi kasih terhadap sesama umat manusia. Berbagi kebahagiaan melalui zakat, infaq dan sodaqoh. Logikanya begini, seandainya orang lain merasa senang dengan perbuatan kita maka ia akan berbagi kesenangan juga dengan kita (hal ini adalah kodrat manusia nurani manusia) coba rekans rasakan. Seandainya banyak orang yang merasakan kebahagiaan dari perbuatan kita maka kebahagiaan orang tersebut akan memberikan suasana nyaman dan teduh dalam relung hati dan jiwa kita, hal ini tidak bisa kita lihat tetapi bisa kita rasakan. Bila Rekans tidak percaya silakan coba dan rasakan. 2. Balak dapat kita hindari dengan memperbanyak amal jariyah. Untuk pembangunan Masjid, Mushola, Sekolah dll guna kemajuan bersama. Logikanya gimana kok bisa hayooo. Kira-kira begini dengan terbangunnya tempat-2 tersebut banyak orang yang memanfaatkan dan merasakan kebahagiaan. Banyak orang berkembang ilmunya di sana yang tentunya kedepan orang tersebut akan senantiasa memanfaatkan ilmunya dan merasa senang dapat berkembang. Orang bisa beribadah dengan baik dan nyaman, sehingga senantiasa bisa mendoakan orang lain. Hal inilah yang akan memberikan suasana positive dan menentramkan bagi kita yang senantiasa memberikan rejekinya bagi perkembangan masjid,mushola dan sekolah tsb. Sekali lagi hal ini tidak bisa dilihat tetapi hanya bisa dirasakan, .... anda penasaran ?? Bisa dicoba. 3. Menolong orang yang kesusahan dan terkena musibah. Orang-orang ini sangat membutuhkan pertolongan entah itu harta benda, uang, bantuan jasa dll. Orang yang sangat membutuhkan pertolongan jika kita menolongnya maka orang tersebut akan merasa gembira bahkan sangat gembira yang akan memberikan suasana nyaman dan teduh bagi kita yang memberikan bantuan. Hal inipun nggak akan bisa dilihat mata, tetapi bisa dirasakan dengan hati kita. Ingat rekans hanya hati kita yang bisa merasakan. Saya yakin rekan pernah mendengar petuah dan nasehat untuk hati-hati. Ya ... karena memang hati kita yang kita jaga, kita manage dan kita pelihara dari segala kotoran yang menerpanya. Saya yakin pula nggak ada manusia ini yang hatinya benar-2 bersih kecuali Hanya Nabi Muhammad SAW. namun kita juga harus yakin bahwa kita bisa menjaga kebersihan hati kita. Caranya yaitu bila merasa ada kotoran-2 sedikit cepat-cepatlah dibersihkan. Gimana sih cara membersihkan hati ??? Diantaranya dengan 3 hal tersebut diatas dan dengan banyak2 zikir mengingat Tuhan Alloh SWT. Rekans sekalian saya yakin dengan persepsi saya tersebut rekans. Gimana apakah rekans satu persepsi dengan saya ? Saya yakin bila rekans memperbanyak beberapa hal yang saya sebutkan diatas, maka Balak, kesialan, dll akan bisa dihindari sedini mungkin. Bila rekans bertanya apakah hal tersbut pasti bisa .... nah kalau kepastian saya ndak bisa memastikan, hanya Alloh SWT yang tahu. Allohlah penentu semuanya, tetapi Alloh sudah memberikan gambaran pedoman melaui Al Qur'an dan Sunnah. ................... Wallohu'alam.

PELAJARAN JALANAN

Rekans pernahkan rekans pikirkan bahwa adat sopan santun di jalan raya harus dipelihara dan diterapkan? Sering saya amati ternyata masing-masing orang punya gaya dan perilaku yang khas di jalalanan. Dahulu ... pada saat saya sering mengendarai sepeda motor saya lihat pengendara motor lain lalu lalang dengan berbagai tipe dan gaya. Ada yang tidak memakai helm, atau memakai helm seperti topi yang tidak layak, atau helm standar tetapi tidak dikuncikan padahal helm tersebut berguna untuk melindungi kepala dari benturan seandainya terjatuh atau terjadi kecelakaan. Ada yang berjalan kencang, zigzak, serasa jalan raya kepunyaan diri sendiri. Ada yang naik motor dijalanan sambil akrobat ban depannya diangkat, dan lain sebagainya. Kesemua hal tersebut menujukan jati diri siapa sebenarnya orang itu. Nah rekans terpikirkan nggak bagaimana orang lain disekitar orang itu dengan melihat dan mengamati perilakunya ? Tentunya merasa terganggu dan tidak enak dalam berkendaraan. Jelas sangat mengganggu konsentrasi dan pikiran orang lain. Padahal di jalanan pikiran, perasaan dan tindakan haruslah terjaga dengan kewaspadaan. Apabila tidak demikian maka besar kemungkinan akan terjadi kecelakaan. Nah bagaimana dengan kondisi ini, ... tentunya sangat tidak diinginkan oleh semua orang. Banyaknya kecelakaan yang terjadi dijalanan menurut perkiraan saya (boleh beda kok) adalah disebabkan oleh terganggungnya konsentrasi pengendara. Entah itu karena perbuatan diri sendiri atau perbuatan pengendara lainnya yang mengganggu konsentrasi orang lain. Demikian juga rekans yang terjadi dengan pengendara mobil. Banyak sekali perilaku yang terjadi. Coba suatu saat rekans amati entah itu di perempatan lampu rambu lalulintas, palang pintu lintasan rel kereta api, jalur menyempit, tanjakan serta tikungan tajam dan lain-sebagainya. Pastilah akan rekans dapati perilaku pengemudi mobil yang bermacam-macam. Ada yang tidak sabar, dengan mencuri jalur kiri, ada yang memaksakan untuk mendahului, dan memotong jalur, ada yang membunyikan klakson dengan keras serta kasar dan lain sebagainya. Hal tersebut tentunya dilatarbelakangi oleh berbagai macam kondisi dari masing-masing pengemudi. Pemerintah dalam hal ini pihak Kepolisian dan Dinas Lalu Lintas Jalan Raya tentunya sudah mengerti betul hal itu. Oleh Karenanya dikeluarkanlah aturan dan rambu-rambu yang harus ditaati pengguna jalan raya. Tujuan dari peraturan tersebut tentunya sangat baik, mengingat untuk memberikan pedoman dan bimbingan bagi banyak orang dengan beragam dan berbagai tipe. Harapannya tentunya akan memperlancar arus lalulintas, memperkecil terjadinya kecelakaan dan memberikan ketentraman bagi pengguna jalan raya lainnya. Nah rekans semua bukannya saya sok pintar dan sok taat dalam hal ini, hanya saja terdapat suatu hal yang unik dan banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dalam mengamati perilaku pengendara kendaraan dijalanan, entah itu ujian kesabaran, kedisiplinan, ketrampilan dan sebagainya. Oleh karenanya mari kita taati aturan jalan raya demi kenyamanan dan ketentraman para pengendara kendaraan bermotor. Semoga ....

BALIKPAPAN-SAMARINDA

Empat Bulan sudah saya berada di kota Balikpapan. Setelah dalam minggu-minggu sebelumnya banyak kegiatan saya yang belum beres, maka pada minggu ini diestimasikan kegiatan saya sudah selesai. Tahukah rekans kegiatan mingguan saya dalam 1 bulan terkahir? Nggak tahukan, makanya saya akan ceritakan. Rekans dalam 1 bulan terakhir ini setiap sabtu dan minggu kegiatan rutin saya adalah membersihkan dan mengecat rumah. Maklum rumah tersebut nantinya akan ditempati oleh keluarga saya, sehingga saya harus mempersiapkannya dengan baik. Kalau menggunakan tenaga tukang, sayang eh .... di balikpapan untuk cat rumah saja ongkosnya mahal. Dari pada ngeluarin duit yang sebenarnya kita juga bisa mengerjakannya kan sayang, kenapa nggak kita kerjakan sendiri, begitu ya rekans ya...yoileh.. padahal maunya pengin ngirit he he he. Jumaat 9 mei saya bertanya sama salah seorang rekans saya, besok liburan enaknya ngapain ya. Kamu ada kegiatan tanya saya ke rekan saya tadi. Nggak katanya. Kalau begitu besok kita main Yuuuk ke Samarinda. Trus naik apa tanya teman saya. Saya bingung juga ke samarinda naik apa. Mau naik bus, takut lama. Mau pakai mobil takut macet, ... alternatifnya ya naik motor. Kebetulan temanku sepakat dan suka naik motor, biar flexible katanya. OK kita sabtu berangkat ya ....... eng ing eng........(mau ke samarinda nih). Sabtu 10 Mei 2008, tepat jam 10.30 kami berdua boncengan naik sepeda motor menuju kota samarinda. Ban sepeda motor sudah kami cek, angin sudah ditambah. Bensin sudah dipenuhin selanjutnya kami langsung tancap gas menuju ring road balikpapan ke arah kota samarinda. Jalanan Balikpapan Samarinda sudah lebar dan halus, tidak ada jalan yang berlobang seperti jalan menuju banjarmasin dan palangkaraya. Jalan Balikpapan Samarainda ini merupakan jalan utama kelas A, jalan lebar dan halus. Sepanjang perjalanan banyak kendaraan roda 4 dan roda 2 lalu lalang, sehingga menjadikan jalur ini jalur yang ramai. Sepeda Motor saya pacu dengan kecepatan standart luar kota saya (80km/jam). Rekans saya karena sudah terbiasa juga luar kota dengan sepeda motor nampak tenang dan menikmati perjalanan. 5 km, 10 km, 30 km berlalu. Pada km30 saya jumpai adanya jalur wisata agro. Sepanjang perjalanan sampai km 30, semula yang saya kira banyak hutan ternyata merupakan jalur perumahan yang cukup padat. Selanjutnya banyak pula dijumpai jalur wisata agro di jalur ini. Memasuki km 50 saya lihat terdapat 2 Rumah makan besar disamping kiri dan kanan jalan, RUMAH MAKAN TAHU SUMEDANG namanya, tepat sebelum memasuki hutan lindung Bukit Suharto. Ke dua rumah makan ini ramai dikunjungi oleh berbagai rombongan baik dari arah Balikpapan ataupun dari arah Samarinda. Saya bertanya kepada teman saya, ntra pulangnya kita mampir ke rumah makan ini ya. Ok katanya. Oh iya rekans dalam jalur ini terdapat satu daerah kawasan perbukitan yang cukup luas dan dipenuhi dengan tumbuhan hutan yang besar dan lebat. Kawasan ini merupakan Hutan lindung yang dinamakan Kawasan Bukit Suharto. Sepanjang kurang lebih 20km dengan kontur naik turun dan lebat dengan pepohonan bukit suharto ini kami lalui. Melewati bukit suharto kami memasuki perkampungan yang asri. Banyak penduduknya yang menjual bunga/tanaman hias di sepanjang jalan. Akhirnya jam 12.30 kami sampai di Samarinda Seberang. Kotanya persis di sepanjang tepian sungai mahakam. Kami susuri kota ini sambil menikmati lingkungan baru disekitar. Sesekali kami berhenti dan bertanya kepada penduduk dan pemilik warung. Akhirnya sampai juga kami ke jembatan mahakan Smarinda yang cukup terkenal. Jembatan ini membelah kota Samarinda menjadi 2. Kami masuki jembatan ini dengan hati-hati mengingat lalulintas padat dan berbarengan dengan Kampanye Pilkada Kalimantan timur. Penuh sesak jembatan ini diseberangi oleh berbagai kendaraan roda4 dan roda 2. Dari tengah jembatan panjang sungai mahakam kami melihat keindahan kota Samarinda. Tampak Masjid Besar Islamic centre tinggi menjulang di pinggir sungai. Tampak Kapal-Kapal sedang berlayar dan membongkar muatan. Tampak Kota Smarinda dari kejauhan, sampai akhirnya kami memasuki kota Samarinda melalui jalan Slamet Riyadi. Kami berhenti dulu, berfoto dan makan siang di RM Ayam Bakar Solo. Sleanjutnya kami beristirahat dan Sholat di Masjid besar Samarinda (Masjid Islamic Center) yang sangat besar, luas dan megah dengan Kubah Emasnya. Saya dan rekans saya sangat takjub dibuatnya, SUBHANALLOH dalam hati saya. Setelah Sholat selesai perjalan kami lanjutkan ke rumah kakak temans saya dari Jogja. Alamatnya ada di Jl. KH Ahmad Dahlan Samarinda. Setelah tanya sana-sini, dan dengan 2 kali tersesat akhirnya rumah tersebut kami temukan juga. Kami bicar banyak dengan kakan teman kami, bayak cerita, banyak canda dan banyak ketawa... maklum rekans kami sudah 18 tahun tidak berjumpa. Satu setengah jam kami bercanda ria, bertukar pengalaman dan perjalanan hidup hingga sama-sama terdampar di pulau Kalimantan. Kami pamit karena hari sudah sore, dan tepat jam 4 sore kami meninggalkan kota Samarinda. Perjalanan lancar hingga sampai di Km 50 kami berhenti mampir di RM Sumedang tadi. Tahuuu sumedang hangat, sambel kecap, cabe rawit dan kopi panas ..... wuiiih sunggu nikmat. Kebetulan akau masih merasa kenyang sehingga tidak pesan makan nasi. Temanku yang sudah kelaparan memesan nasi + ayam goreng tulang lunak. Wuiiih dia makan dengan lahapnya .... lapar kali ya. Sambil istirahat bentar kami habisnya makan dan minum kami, hingga terdengar azan magrib perjalanan kami lanjutkan. Baru 5 km dari Rumah Makan hujan lebat turun. Kami berhenti di sebuah rumah kosong yang sudah ada 3 motor juga berteduh. Sejenak kami mengambil mantel dan memakainya. Perjalanan kami lanjutkan dengan suasana hujan lebat dan gelap sehingga kami andalkan insting dan instuisi jalanan kami yang mengendalikan perjalanan. Tahukah rekans tanpa instuisi tersebut sangat sulit bagi saya menjalankan sepeda motor dalam suasana gelap gulita dan hujan lebat. Pelan tapi pasti sepeda motor berkecepatan 60km/jam terus melaju ke arah Balikpapan. Memasuki Kota Balikpapan, tepatnya di pertigaan arah pelabuhan penyeberangan lalu lintas macet total. kami bergerak lambat dan bertanya-tanya ada acara apa? ... Ternyata hari tersebut adalah malam minggu... jadi pantas saja macet. Memasuki jalan A. Yani dan dalam kota Balikpapan yang dipenuhi kemacatan kami lalui dengan santai. Tepat pukul 7.00 malam hari kami sampai di rumah. Saya antar teman saya ke kostnya dan saya pulang ke rumah.

Friday, April 25, 2008

Uli......Uli.....Uli...... Mak Otto

Pada hari itu minggu sekitar tahun 1980 saya masih kelas 3 SD, kira kira masih berumur 9 tahun. Pagi-pagi saya bangun untuk sholat subuh. Dari kamar tidur buka pintu rumah keluar halaman belakang trus cuci muka, maklum kamar mandi masih di luar halaman belakang rumah. Kamar mandi kami kecil mungil tidak ada jendela dan masih terbuat dari papan kayu. Walaupun demikian saya bersama adik adik selalu merawat dan mengisi air didalamnya. Diluar kamar mandi terdapat sebuah padasan (kata orang jawa), yaitu sebuah tempat air dari tembikar/tanah liat yang digunakan untuk berwudhu. Disampingnya lagi ada sebuah sumur yang pengambil airnya terbuat dari karet (orang jawa bilang dengan kerekan). Kami timba air sumur sambil bersiul siul, rasanya gembira sekali, karena akan pergi main bersama kawan karib. 30 kali timbaan air padasan dan bak mandi penuh, saya ambil air wudhu dan segera sholat subuh. Didalam rumah ibu dan bapak sudah persiapan, mereka menyiapkan memasak air dan menanak nasi. Mereka semua sudah sholat, Bapak segera membereskan halaman rumah depan dan belakang seperti biasanya.Saya bangunkan adik-adik untuk segera sholat subuh. Hari ini adalah hari minggu kataku. Mereka dengan tergesa-gesa segera bangun dan beraktifitas di hari minggu. Biasanya adikku kegiatan hari minggu pagi adalah jalan-jalan bersama teman-2nya. Selesai sholat subuh saya mandi cepet-2 dan segera sarapan pagi. Ibuku yang melihat ketergesaanku curiga. Lho Hid kok buru-2 banget memangnya mau kemana? ku jawab sekenanya, ... mau mainnnn. Sambil berlari kubawa sepeda kecilku, sampai lupa nggak bawa bekal. Sebenarnya kami mau main ke pantai parangtritis. Sebuah pantai yang cukup terkenal di Jogjakarta, dimana jaraknya sekitar 30km. Kami janjian dengan 2 orang sahabat karib saya, Otto dan Agung. Jam 6 pagi mereka sudah menunggu dihalaman sekolah SD pujokusuman 2, sebuah SD yang halamannya luas, bisa untuk bermain bola bagi orang dewasa. SD Kami memang di kompleks sekolah. Ada 4 SD disana masing-masing 1 kelas (SD 1, SD2, SD3, dan SD IKIP), juga terdapat SMP IKIP masing-2 dua kelas. Jadi bisa dibayangkan luasnya area di halaman sekolah kami. Mereka berdua Otto dan Agung sudah menunggu saya dengan sepedanya. Ternyata sepeda Agung rusak, sehingga hanya sepeda Otto yang terbawa. Mereka berdua berboncengan dengan sepeda mininya. Tapi boncengannya tidak ada, sehingga yang dibelakang harus berdiri menginjak besi as roda belakang. Otto dan Agung memang teman baik saya, mereka berdua menepati janji untuk main ke pantai parangtritis bertiga. Tapi rekans mereka ternyata tidak bawa bekal apa-apa. Saya heran kok nggak bawa bekal, ... nggak papa kata Otto. OK Akhirnya kami berangkat tepat jam 06.00 pagi. Dengan sepeda kecil kami susuri jalan parangtritis. Kukayuh sepeda kecilku dengan kuat, kejar-kejaran bersama sepeda Otto. Bila Capek Otto dan Agung bergantian posisi.... terus demikian hingga kami sampai di kira-2 km 20. Otto didepan saat itu berboncengan dengan Agung. Kami berhenti tepat di pertigaan Kretek. Kretek adalan salah satu nama daerah di dekat pantai parangtritis Kab. Bantul DIY. Papan Plang Petunjuk jalan di pertigaan itu mengabarkan, lurus ke Parangtritis, Kanan ke Pantai Samas, sedangkan kami dari arah kota jogjakarta. Tiba-tiba kami berubah pikiran, Otto berteriak .... Yuk kita ke arah Pantai Samas saja Yuk. Dengan Kompak kami nggak ada yang menolak .... Akuuur. Lantas kami belok kanan menuju pantai Samas. Rekans tahukah jalan itu, dengan stil yakin kami yang belum pernah melalui daerah itu melaju dengan sepeda mini kami. 2 km Berlalu ternyata daerah tsb adalah daerah padang ilalang atau Bulak (bahasa jawa). Jalannya masih jalan makadam dan berbatuan, sehingga tidak nyaman dengan sepeda kami. Berkali-kali Otto dan Agung mengeluh kakinya sakit. Saya semangati mereka untuk terus saja jarak pantai makin dekat, setelah sampai pantai nanti bisa istirahat penuh. Dengan semangat kami kayuh lagi sepeda kami. 3 km, 4km, 5km, terus hingga +/- 10km kami melalui padang ilalang (mbulak) tersebut. Suasana panas membuat kerongkongan kami kering. Kami nggak bawa minum sama sekali. Ditengah keputusasaan Otto rekans kami (sambil memboncengkan Agung) berteriak Uli ....... Uli ...... Ulii ...... seperti suara sirine mobil ambulance. Demikian terus Otto berteriak Uli ....... Uli ...... Ulii ...... terus demikian hingga kami sampai didaerah yang teduh dengan beberapa rumah penduduk. Lantas kami mampir sebentar kesalah satu rumah penduduk dan minta minum air sumur. Kami bertiga hampiri sumur tersebut dan menimba airnya untuk diminum langsung. Gluk .... Gluk ....Gluk .....Gluk ...... kami bertiga puas minum air, hingga rasa dahaga kami hilang. Kami lanjutkan perjalanan kami lagi hingga sampai pantai samas. Ternyata pantai Samas cukup indah juga, karena kami bertiga baru kali itu melihatnya, lantas kami main air dan mandi di pinggir pantai. Ada beberapa orang pedagang jajanan dan minuman disana. Namun tak seorangpun dari kami bertiga yang membeli jajan, karena kami memang tidak membawa bekal yang cukup. Setelah puas main di Pantai kami pulang melalui jalur yang sama. Kali ini setelah melewati padang ilalang/bulak sepanjang 10 km tadi kami bertiga berteriak Uli ....... Uli ...... Ulii ...... sambil tertawa keras. Kami berteriak sekencang-kencangnya karena memang daerah itu tidak ada orang dan rumah penduduk. Puas kami berteriak hingga 10km padang ilalang terlewati dan sampailah kami di jalan aspal halus menuju kota Jogjakarta. Pelan-pelan kami kayuh sepeda kecil kami hingga sampai di Halaman Sekolah SD kembali. 40km sudah kami lalui dengan menggunakan sepeda kecil kami. Kami bertiga istirahat sejenak sambil jajan Es Degan di Warung Langganan Kami . Minum Es Degan Segar .... tersa mak Nyusss di tenggorokan. Dengan kelelahan yang sangat, kami bercerita dan berbincang bersama penjual Degan yang geleng-gelengkan kepala. Puas Istirahat dan rasa haus mulai hilang kami bertiga pulang ke rumah masing-masing. Malam harinya baru terasa pegal dan linunya tubuh. Tanpa menunggu komando sehabis Isyak saya langsung tidur pulas hingga bangun keesokan harinya. Otto, Agung bila kau ingat perjalanan ini pasti terkesan. Sampai jumpa sahabat dilain kesempatan.

Wednesday, April 23, 2008

BULAN TERNYATA ADA TIGA

Bulan dalam lintasan kita adalah benda langit yang mengitari bumi dan bersama bumi mengitari matahari. Itu adalah pelajaran yang kita dapat dari sekolah untuk definisi bulan. Bulan akan muncul di malam hari, karena cahaya matahari tidak ada dan bulan memantulkan cahaya tersebut ke bumi, sehingga tampaklah bulan oleh kita. Bulan sangat indah dimalam hari apalagi saat purnama tiba. Jika malam purnama kita keluar rumah atau bermain di kawasan pantai dan kawasan pegunungan, maka akan terasa indahnya suasana malam purnama dan tenteramnya dunia. Bulan yang indah itu dahulunya pernah terbelah menjadi 2 bagian. Rekans ingat jaman Nabi Muhammad diminta oleh kaum kafir untuk menunjukan bukti kenabiannya. Maka dengan kekuasaan Alloh Nabi muhammad bisa menunjukan bukti kenabiannya dengan membelah bulan menjadi dua seperti permintaan kaum kafir. Namun tetap saja walaupun bukti telah ada kekafiran mereka sedikit yang terbuka, sehingga sedikit yang mau mengakui kenabian nabi Muhammad saw dan mengakui ketuhanan Alloh YME. Bila malam tiba saya kecil dulu selalu di temani orang tua saya. Sehabis magrib dan makan malam saya kecil (Pra TK s/d SD) selalu dinina bobokan oleh orang tua saya, bergantian ayah dan ibu. Mereka selalu bergantian memberikan nasehat melalui cerita-cerita yang menarik. Cerita-cerita tersebut sampai sekarang masih saya ingat dan akan saya teruskan kepada anak-anak saya kelak. Saya beserta adik-adik saya (3orang) dari waktu ke waktu pasti diberikan nasehat oleh orang tua menjelang tidur. Kemasan cerita orang tua cukup menarik, terutama cerita hewan, dongeng dan cerita para nabi. Sangat banyak cerita yang kami dapatkan dari mereka berdua. Namun sayang kami bersaudara berbeda dalam menyikapi didikan/nasehat/dan cerita orang tua mulai dari kecil tersebut. Saya terkesan dengan nasehat dan cerita-cerita mereka berdua, terutama cerita kehidupan masa kecil orang tua saya. Saya sangat ingat mulai kami kecil (setelah bisa mengingat) hingga kelas 3 SD selalu ditemani dan diberikan cerita pada saat akan tidur. Bagi kami sekarang mengenang suasana itu sungguh suatu amalan yang mulia dari kedua orang tua saya. Bagaimana mereka masih bisa memberikan nasehat, arahan dan bimbingan terbaiknya mulai dari bangun tidur hingga menjelang anak-anaknya tidur. Bagi kami kedua orang tua laksana seperti bulan yang terang cahanya di malam hari. Sangat menentramkan dan menengkan jiwa kami. Suasana malam hari bagi kami laksana terdapat 3 buah bulan di bumi ini yang sinarnya sama-sama terang, terang benderang, enak dipandang, enak dirasa hingga masuk ke dalam sukma. Adakah orang tua yang seperti itu ? mungkin barangkali ada bahkan lebih dari itu. Tetapi bagi saya Ayah Ibu saya, orang tua saya adalah yang terbaik di bumi ini. Mereka adalah jawara nomor satu, tiada tandingan di dunia ini. Teruslah bersinar 3 bulanku