Friday, April 25, 2008

Uli......Uli.....Uli...... Mak Otto

Pada hari itu minggu sekitar tahun 1980 saya masih kelas 3 SD, kira kira masih berumur 9 tahun. Pagi-pagi saya bangun untuk sholat subuh. Dari kamar tidur buka pintu rumah keluar halaman belakang trus cuci muka, maklum kamar mandi masih di luar halaman belakang rumah. Kamar mandi kami kecil mungil tidak ada jendela dan masih terbuat dari papan kayu. Walaupun demikian saya bersama adik adik selalu merawat dan mengisi air didalamnya. Diluar kamar mandi terdapat sebuah padasan (kata orang jawa), yaitu sebuah tempat air dari tembikar/tanah liat yang digunakan untuk berwudhu. Disampingnya lagi ada sebuah sumur yang pengambil airnya terbuat dari karet (orang jawa bilang dengan kerekan). Kami timba air sumur sambil bersiul siul, rasanya gembira sekali, karena akan pergi main bersama kawan karib. 30 kali timbaan air padasan dan bak mandi penuh, saya ambil air wudhu dan segera sholat subuh. Didalam rumah ibu dan bapak sudah persiapan, mereka menyiapkan memasak air dan menanak nasi. Mereka semua sudah sholat, Bapak segera membereskan halaman rumah depan dan belakang seperti biasanya.Saya bangunkan adik-adik untuk segera sholat subuh. Hari ini adalah hari minggu kataku. Mereka dengan tergesa-gesa segera bangun dan beraktifitas di hari minggu. Biasanya adikku kegiatan hari minggu pagi adalah jalan-jalan bersama teman-2nya. Selesai sholat subuh saya mandi cepet-2 dan segera sarapan pagi. Ibuku yang melihat ketergesaanku curiga. Lho Hid kok buru-2 banget memangnya mau kemana? ku jawab sekenanya, ... mau mainnnn. Sambil berlari kubawa sepeda kecilku, sampai lupa nggak bawa bekal. Sebenarnya kami mau main ke pantai parangtritis. Sebuah pantai yang cukup terkenal di Jogjakarta, dimana jaraknya sekitar 30km. Kami janjian dengan 2 orang sahabat karib saya, Otto dan Agung. Jam 6 pagi mereka sudah menunggu dihalaman sekolah SD pujokusuman 2, sebuah SD yang halamannya luas, bisa untuk bermain bola bagi orang dewasa. SD Kami memang di kompleks sekolah. Ada 4 SD disana masing-masing 1 kelas (SD 1, SD2, SD3, dan SD IKIP), juga terdapat SMP IKIP masing-2 dua kelas. Jadi bisa dibayangkan luasnya area di halaman sekolah kami. Mereka berdua Otto dan Agung sudah menunggu saya dengan sepedanya. Ternyata sepeda Agung rusak, sehingga hanya sepeda Otto yang terbawa. Mereka berdua berboncengan dengan sepeda mininya. Tapi boncengannya tidak ada, sehingga yang dibelakang harus berdiri menginjak besi as roda belakang. Otto dan Agung memang teman baik saya, mereka berdua menepati janji untuk main ke pantai parangtritis bertiga. Tapi rekans mereka ternyata tidak bawa bekal apa-apa. Saya heran kok nggak bawa bekal, ... nggak papa kata Otto. OK Akhirnya kami berangkat tepat jam 06.00 pagi. Dengan sepeda kecil kami susuri jalan parangtritis. Kukayuh sepeda kecilku dengan kuat, kejar-kejaran bersama sepeda Otto. Bila Capek Otto dan Agung bergantian posisi.... terus demikian hingga kami sampai di kira-2 km 20. Otto didepan saat itu berboncengan dengan Agung. Kami berhenti tepat di pertigaan Kretek. Kretek adalan salah satu nama daerah di dekat pantai parangtritis Kab. Bantul DIY. Papan Plang Petunjuk jalan di pertigaan itu mengabarkan, lurus ke Parangtritis, Kanan ke Pantai Samas, sedangkan kami dari arah kota jogjakarta. Tiba-tiba kami berubah pikiran, Otto berteriak .... Yuk kita ke arah Pantai Samas saja Yuk. Dengan Kompak kami nggak ada yang menolak .... Akuuur. Lantas kami belok kanan menuju pantai Samas. Rekans tahukah jalan itu, dengan stil yakin kami yang belum pernah melalui daerah itu melaju dengan sepeda mini kami. 2 km Berlalu ternyata daerah tsb adalah daerah padang ilalang atau Bulak (bahasa jawa). Jalannya masih jalan makadam dan berbatuan, sehingga tidak nyaman dengan sepeda kami. Berkali-kali Otto dan Agung mengeluh kakinya sakit. Saya semangati mereka untuk terus saja jarak pantai makin dekat, setelah sampai pantai nanti bisa istirahat penuh. Dengan semangat kami kayuh lagi sepeda kami. 3 km, 4km, 5km, terus hingga +/- 10km kami melalui padang ilalang (mbulak) tersebut. Suasana panas membuat kerongkongan kami kering. Kami nggak bawa minum sama sekali. Ditengah keputusasaan Otto rekans kami (sambil memboncengkan Agung) berteriak Uli ....... Uli ...... Ulii ...... seperti suara sirine mobil ambulance. Demikian terus Otto berteriak Uli ....... Uli ...... Ulii ...... terus demikian hingga kami sampai didaerah yang teduh dengan beberapa rumah penduduk. Lantas kami mampir sebentar kesalah satu rumah penduduk dan minta minum air sumur. Kami bertiga hampiri sumur tersebut dan menimba airnya untuk diminum langsung. Gluk .... Gluk ....Gluk .....Gluk ...... kami bertiga puas minum air, hingga rasa dahaga kami hilang. Kami lanjutkan perjalanan kami lagi hingga sampai pantai samas. Ternyata pantai Samas cukup indah juga, karena kami bertiga baru kali itu melihatnya, lantas kami main air dan mandi di pinggir pantai. Ada beberapa orang pedagang jajanan dan minuman disana. Namun tak seorangpun dari kami bertiga yang membeli jajan, karena kami memang tidak membawa bekal yang cukup. Setelah puas main di Pantai kami pulang melalui jalur yang sama. Kali ini setelah melewati padang ilalang/bulak sepanjang 10 km tadi kami bertiga berteriak Uli ....... Uli ...... Ulii ...... sambil tertawa keras. Kami berteriak sekencang-kencangnya karena memang daerah itu tidak ada orang dan rumah penduduk. Puas kami berteriak hingga 10km padang ilalang terlewati dan sampailah kami di jalan aspal halus menuju kota Jogjakarta. Pelan-pelan kami kayuh sepeda kecil kami hingga sampai di Halaman Sekolah SD kembali. 40km sudah kami lalui dengan menggunakan sepeda kecil kami. Kami bertiga istirahat sejenak sambil jajan Es Degan di Warung Langganan Kami . Minum Es Degan Segar .... tersa mak Nyusss di tenggorokan. Dengan kelelahan yang sangat, kami bercerita dan berbincang bersama penjual Degan yang geleng-gelengkan kepala. Puas Istirahat dan rasa haus mulai hilang kami bertiga pulang ke rumah masing-masing. Malam harinya baru terasa pegal dan linunya tubuh. Tanpa menunggu komando sehabis Isyak saya langsung tidur pulas hingga bangun keesokan harinya. Otto, Agung bila kau ingat perjalanan ini pasti terkesan. Sampai jumpa sahabat dilain kesempatan.

Wednesday, April 23, 2008

BULAN TERNYATA ADA TIGA

Bulan dalam lintasan kita adalah benda langit yang mengitari bumi dan bersama bumi mengitari matahari. Itu adalah pelajaran yang kita dapat dari sekolah untuk definisi bulan. Bulan akan muncul di malam hari, karena cahaya matahari tidak ada dan bulan memantulkan cahaya tersebut ke bumi, sehingga tampaklah bulan oleh kita. Bulan sangat indah dimalam hari apalagi saat purnama tiba. Jika malam purnama kita keluar rumah atau bermain di kawasan pantai dan kawasan pegunungan, maka akan terasa indahnya suasana malam purnama dan tenteramnya dunia. Bulan yang indah itu dahulunya pernah terbelah menjadi 2 bagian. Rekans ingat jaman Nabi Muhammad diminta oleh kaum kafir untuk menunjukan bukti kenabiannya. Maka dengan kekuasaan Alloh Nabi muhammad bisa menunjukan bukti kenabiannya dengan membelah bulan menjadi dua seperti permintaan kaum kafir. Namun tetap saja walaupun bukti telah ada kekafiran mereka sedikit yang terbuka, sehingga sedikit yang mau mengakui kenabian nabi Muhammad saw dan mengakui ketuhanan Alloh YME. Bila malam tiba saya kecil dulu selalu di temani orang tua saya. Sehabis magrib dan makan malam saya kecil (Pra TK s/d SD) selalu dinina bobokan oleh orang tua saya, bergantian ayah dan ibu. Mereka selalu bergantian memberikan nasehat melalui cerita-cerita yang menarik. Cerita-cerita tersebut sampai sekarang masih saya ingat dan akan saya teruskan kepada anak-anak saya kelak. Saya beserta adik-adik saya (3orang) dari waktu ke waktu pasti diberikan nasehat oleh orang tua menjelang tidur. Kemasan cerita orang tua cukup menarik, terutama cerita hewan, dongeng dan cerita para nabi. Sangat banyak cerita yang kami dapatkan dari mereka berdua. Namun sayang kami bersaudara berbeda dalam menyikapi didikan/nasehat/dan cerita orang tua mulai dari kecil tersebut. Saya terkesan dengan nasehat dan cerita-cerita mereka berdua, terutama cerita kehidupan masa kecil orang tua saya. Saya sangat ingat mulai kami kecil (setelah bisa mengingat) hingga kelas 3 SD selalu ditemani dan diberikan cerita pada saat akan tidur. Bagi kami sekarang mengenang suasana itu sungguh suatu amalan yang mulia dari kedua orang tua saya. Bagaimana mereka masih bisa memberikan nasehat, arahan dan bimbingan terbaiknya mulai dari bangun tidur hingga menjelang anak-anaknya tidur. Bagi kami kedua orang tua laksana seperti bulan yang terang cahanya di malam hari. Sangat menentramkan dan menengkan jiwa kami. Suasana malam hari bagi kami laksana terdapat 3 buah bulan di bumi ini yang sinarnya sama-sama terang, terang benderang, enak dipandang, enak dirasa hingga masuk ke dalam sukma. Adakah orang tua yang seperti itu ? mungkin barangkali ada bahkan lebih dari itu. Tetapi bagi saya Ayah Ibu saya, orang tua saya adalah yang terbaik di bumi ini. Mereka adalah jawara nomor satu, tiada tandingan di dunia ini. Teruslah bersinar 3 bulanku

Tuesday, April 22, 2008

PENGEPUL MELINJO

Mlinjo adalah buah yang sangat erat ditelinga kebanyakan orang, jarang yang belum pernah dengar buah melinjo. Apalagi anda adalah penggemar emping, tapi awas ya bagi yang sudah terindikasi asam urat segera mengurangi konsumsi ini, bisa kumat sakitnya. Suatu saat pada hari libur saya bertemu dengan 2 orang anak kecil kira-2 usia 7-8th yang menenteng sekantong plastik buah melinjo. Mlinjo yang sudah dikupas dan kelihatan warnanya coklat tua, bahkan ada yang sudah menghitam. Saya hampiri anak tersebut dan bertanya, dik mau diapakan buah melinjo itu. Kedua anak tersebut serentak menjawab, mau dibawa kepasar pak, mau dijual lumayan uangnya buat membantu orang tua. Jawaban tadi menarik sekali buat saya, sehingga saya ajak mereka berdua ngobrol banyak seputar buah melinjo. Memang adik rumahnya dimana? kata 2 orang anak kecil tadi rumahnya di kampung belakang perumahan Bukit Damai Indah, sekitar 2 km dari pasar. Memangnya adik rutin ya membawa melinjo ini, kok ingin membantu orang tua tanya saya. Iya katanya, setiap hari kami berdua selalu bangun pagi dinihari, sehabis sholat subuh kami cepat cepat keluar rumah mencari buah melinjo yang jatuh dari pohon, sebelum halaman pohon itu berada dibersihkan oleh si empunya. Ada banyak pohon melinjo disini sehingga kami dan rekan-2 kami setiap hari selalu mengambilnya. Oooo ... begitu, ternyata banyak ya temannya yang berprofesi sebagai pengepul buah melinjo di pagi hari kata hati saya. Memangnya berapa lama adik ngumpulin buah melinjo sampai sekantong pelastik begini. Ya .... kira-2 tiga mingguan, itu kalau rejeki kami duluan yang mengambilnya, soalnya kalau sudah kedahuluan rekans kami ya kami nggak dapat. Sekantong plastik bisa mendapatkan uang berapa dik? tanya saya. Mereka berdua saling pandang kemudian menjawab serentak nggak tentu Pak. Lho kenapa tanya saya lagi. Kadang para pembeli pembuat emping membelinya tergantung harga emping turun naik, kadang Rp.10.000,- kadang nggak nyampai dan kadang lebih. Jadi rata-2 adik berdua dalam 3 mingguan tadi mendapatkan uang Rp. 10.000,-. Iya jawab mereka. Lumayan kan Pak untuk membantu orang tua, paling tidak bisa untuk membeli buku sekolah. Jadi tiap hari adik bangun pagi dan sehabis sholat subuh adik berdua mencari buah melinjo. Betul Pak, walaupun begitu kami suka dan yang penting halal, bisa membantu orang tua kata mereka. Setelah dirasa cukup obrolan tadi, sambil menyalami adik berdua itu saya berikan beberapa lembar uang secukupnya. Mereka tadinya tidak mau menerima walaupun akhirnya mau juga, sambil mengucap terimakasih mereka berlalu. Rekans sekalian, sungguh saya terharu melihat hal itu. Terdapat banyak pelajaran bagi diri saya dari 2 orang anak kecil pengepul buah melinjo tersebut. Mereka berdua setiap hari pasti bangun pagi, pasti sholat subuh, pasti bekerja giat, dan pasti mempunyai rasa sayang luar biasa terhadap orang tuanya. Terimakasih adik, kalian berdua sudah memberikan pelajaran berharga buat saya. Semoga saya termasuk golongan orang yang menjaga sholat, berbakti kepada orang tua dan bertanggung jawab terhadap amanah yang dibebankan kepada saya. Terimakasih adik, semoga kelak kita berjumpa dalam kondisi yang lebih baik lagi.

Monday, March 24, 2008

BALIKPAPAN - PANGKALANBUN PP


Senin 17 Maret 2008 secara mendadak saya ditunjuk oleh bos saya untuk dinas di sampit dan pangkalanbun. Kedua kota tersebut adalah 2 kota pelabuhan yang ada di kalimantan tengah. Tahukah rekans lokasi ke dua kota tersebut ? tepatnya adalah di wilayah selatan dan barat dari propinsi kalimantan tengah. Pada beberapa tahun yang lalu rekans pasti masih ingat dengan nama kota sampit. Ya ... kota yang pernah terjadi kerusuhan antara suku madura dan suku dayak. Awalnya saya ragu, bisa nggak ke kota tersebut dengan kondisi nyaman, mengingat perjalanan jauh, historis kota dan sarana jalan yang kurang bagus. Tetapi setelah perjalanan dilalui ternyata keraguan saya sebelumnya adalah salah besar. Perjalanan ternyata sangat menyenangkan. Perjalanan dimulai dari kota Balikpapan menuju Banjarmasin dengan menggunakan pesawat, tepatnya adalah Batavia Air pada pukul 14.00 siang Wita. Setiba di banjarmasin jam 15.00 wita kami dijemput oleh rekan dari banjarmasin (Pak Taufik) setelah melalui koordinasi yang intens. Kami mampir sebentar di Kantor Telkom Banjarmasin bertemu dengan rekans-rekans lama kami. Setelah makan siang sebentar kami lanjutkan perjalanan menuju palangkaraya melalui jalan darat. Dengan mobil avanza kami melaju melalui jalan yang mulus. Perjalanan melalui jembatan barito yang panjang, kota kuala kapuas, pulang pisau anak sungai barito, sungai kahayan , jembatan diatas rawa sepanjang +/- 8 km sebelum akhirnya kami sampai di kota palangkaraya. Pada malam hari kami sampai di kota palangkaraya langsung menuju kantor Telkom Palangkaraya beramah tamah dengan rekans Palangkaraya, ternyata kami berjumpa juga dengan 2 orang teman lama. Selanjutnya kami makan malam dan istirahat di Hotel Palngkaraya. Pagi harinya kami dan tim menemukenali permasalahan di Palangkaraya dan selama 1 hari kami fokus untuk menyelesaikan permasalahan tersebut hingga clear. Pada malam harinya setelah makan malam kami dan tim melanjutkan perjalanan menuju kota sampit. Perjalanan melalui kebun sawit dan beberapa hutan kecil, sungai sungai kecil, dan jalanan yang agak turun naik dan berkelok. Tengah malam jam 12.00 wita kami tiba di sampit, selanjutnya menginap di hotel sampit. Pada pagi harinya kami dan tim menyelesaikan tugas untuk memeriksa kesiapan produk dan layanan internet disana. Siang harinya kami melanjutkan perjalanan menuju kota Pangkalanbun. Dalam perjalanan banyak kami jumpai perkebunan kelapa sawit yang luas, serta perkebunan karet. Kurang lebih selama 5 jam perjalanan, malah hari jam 19.00 wita kami sampai di kota pangkalanbun. Kota pangkalanbun tidak berbeda dengan kota sampit, keramaiannya dan kermahan penduduknya. Hanya saja mayoritas orang yang tinggal di pangkalanbun adalah orang jawa sehingga sering menjumpai orang berbahasa jawa. Kata rekans saya tinggal di pangkalanbun serasa dengan tinggal di Kota Semarang. Setelah menyelesaikan tugas jam 24.00 wita kami meniggalkan kota pangkalanbun dengan mobil panther yang saya sopiri bersama 5 orang kawan. Dalam perjalanan pulang, ditengah malam dan suasana hujan lebat silih berganti, kami menglamai beberapa kendala. Menjelang memasuki kota sampit mobil melaju mengenai lobang jalan yang rusak dan pecah ban depan kanan. Untung mobil masih bisa dikendalikan. Ban kemudian kami ganti ban serep ditengah hutan dan malam yang gelap. syukur sudah tidak hujan. Ban terpasang perjalanan dilanjutkan dengan ganti sopir Pak daris Yusup yang membawa mobil. Memasuki km 20 kota sampit ban depan sebelah kiri pecah. Tanpa ban serep kami tidak bisa mengganti ban, akhirnya kami menelpon pak bono Kepala Kantor Telkom sampit. 1 jam kemudian Pak Bono datang bersama 1 orang teman. Ban Kami ganti dan perjalanan dilanjutkan ke Sampit. Disampit kami instriahat sebentar dan ganti mobil untuk mengejar tiket pesawat kami Banjarmasin-Balikpapan dan rekan kami Palangkaraya-Jakarta. Sampai dipalangkaraya jam 09.30 WIB pesawat ke jakarta masih terkejar. Pesawat banjarmasin balikpapan sudah tidak terkejar, sehingga kami putuskan berangkat agak siangan. Dengan diantar salah satu rekan palangkaraya menggunakan mobil panther kami diantar ke Banjarmasin. Sesampai di Banjarmasin sore hari kami menginap di Hotel Mentari dekat kantor Telkom Banjarmasin. Paginya kami berangkat ke Balikpapan dengan pesawat Batavia Air. Sungguh pengalaman perjalan jauh pertama selama saya di luar jawa. Ternyata jalan darat di Kalimantan sudah bagus dak aksesnya mudah tidak seperti yang saya kira sebelumnya.

Saturday, March 22, 2008

BALIKPAPAN AWAL PEB 2008

Senin 4 pebruari 2008, jam 12.45 wita pesawat lion air dari surabaya-balikpapan mendarat dengan mulus. Para penumpang turun termasuk aku. Untuk pertama kalinya kuinjakan kakiku ke pulau Kalimantan, kota balikpapan tepatnya. Flexi combo sudah saya aktifkan, on sinyal penuh didapat. Sambil antri bagasi saya telpon rekans saya, ternyata sudah menunggu di depan gerbang bandara bersama 2 orang anaknya. Ketemu teman lama, bersalaman bersama si kecil yang baru duduk di bangku TK, langsung lekat sama saya. Mungkin saja karena jarang bertemu dengan Om dan suadaranya. Berempat kami semobil menuju kantor Transmisi di Batu Ampar Balikpapan Utara. Sepanjang perjalanan saya amati indahnya Kota. Ternyata jauh dari bayangan saya sebelumnya. Balikpapan adalah Kota metropolitan yang tidak kalah dengan kota-kota dijawa. Kota yang bersih indah dengan kontur kotanya yang berbukit-bukit. Banyak pohon tumbuh rindang di pinggir jalan. Hal yang paling mengesankan pertama masuk kota adalah disetiap perempatan lampu merah tidak pernah dijumpai pengamen dan pengemis jalanan. Oh .... betapa nyamannya lalu lintas yang demikian. Balikpapan sebagai pusat perindustrian di Kalimantan timur dengan berpuluh-puluh industri perminyakan, pertambangan, perkebunan dsb ternyata memiliki pendapatan asli daerah yang mencengangkan. Informasinya pendapatan asli daerah Balikpapan adalah nomor 2 secara nasional, Luuuaar biasa. Sungguh bila ini dikelola dengan baik akan memberikan manfaat yang besar bagi warga dan masyarakatnya. Selama kurang lebih 1 minggu saya tinggal di kantor transmisi Telkom Batu Ampar Balikpapan Utara. Kantor transmisi yang strategis dekat dengan terminal luar kota ke arah Kota Samarinda. Balikpapan dengan berbagai macam etnis pendatang sangat menghargai jasa yang diberikan orang. Hal-hal yang berkaiatan dengan jasa sangat dihargai dikota ini. Bila anda di Jawa membeli makan dengan harga 5 rb - 10 rb, maka di Balikpapan berkisar 15rb - 25 rb. Padahal ongkos bahan baku tidak jauh beda. Betap dihargainya jasa memasak di Balikpapan. Demikian pula jasa tukang batu, tukang kayu, tukang las, guru, dll. Berkeliling ke semua penjuru kota sangat menarik. Kota yang dikelilingi dengan pantai yang cukup indah ini ternyata menyimpan beberapa potensi alam yang enak dinikmati pemandangannya. Dari pusat kota terdapat pantai melawai, dan beberapa pantai kecil, serta pelabuhan. Agak ke utara terdapat pantai Manggar dengan pasir putihnya, lumayan untuk rekreasi bersama keuarga. Pelabuhan udara yang sangat padat dengan jadwal penerbangan berbagai macam menuju kota-2 di Jawa dan Sulawesi, serta pelabuhan laut membuat kota ini sangat strategis dengan daya dukung yang potensial. Balikpapan kota pertama saya menginjakan kaki di luar jawa, semoga memberikan arti berharga bagi kehidupan kami sekeluarga, amin.

Sunday, February 24, 2008

Seperempat Abad Buya HAMKA (4)

Kata yatim dengan segala variannya, tersebut dalam Alquran sebanyak 23 kali. Sebagian ahli bahasa Arab memberikan definisi anak yatim adalah anak yang bapaknya sudah meninggal dunia. Sebagian ulama menambahkan batasan yakni yang masih belum sampai batas baligh. Batasan ini ditambahkan karena menurut mereka ada hadis yang berbunyi: ‘’...tidak ada anak yatim bagi anak yang telah sampai umur baligh.’’ Sebagian ulama menjelaskan, anak yatim adalah anak kecil yang tidak lagi mempunyai bapak. Yang dimaksud tidak mempunyai bapak adalah tidak mempunyai bapak yang diketahui menurut aturan syara’, sebagaimana yang ditegaskan oleh Syaikh Ibrahim Al-Baijuri. Soal di usia berapa seorang anak yang ditinggal mati oleh bapaknya tidak lagi menjadi yatim, memang masih kontroversial. Sebagian ulama mengacu pada usia tertentu. Ada yang berpendapat bila sudah berusia 10-12 tahun dan ada juga yang mengatakan bila sudah akil baligh. Namun tidak sedikit ulama yang berpendapat hal itu bisa bersifat relatif, tergantung tingkat kemandirian seorang anak yatim. Artinya, meski sudah baligh, namun bila belum mampu mandiri, sementara ia tidak memiliki ayah yang dapat dijadikan tempat bersandar, maka ia tetap disebut yatim. Dan, meskipun belum baligh tapi sudah mandiri dan mapan di bidang ekonomi, sudah mumayyiz dan akil, maka ia bukan lagi anak yatim. Intinya, anak-anak yatim adalah anak-anak yang ditinggal mati oleh ayahnya, sehingga karena itu ia mendapatkan perhatian lebih di dalam Islam dan harus lebih dikasihani ketimbang anak-anak
yang lain. Dalam konteks Indonesia, kata yatim identik dengan anak yang bapaknya meninggal. Sedangkan bila bapak ibunya yang meninggal, maka dikatakan yatim piatu. Otomatis, perhatian dan santunan lebih dicurahkan kepada yatim piatu dari pada yang yatim saja. Bila dilakukan pendekatan secara ushul fikih, prioritas semacam ini dimasukkan ke dalam kategori fahmal khitab (pemahaman secara eksplisit dengan memakai sekala prioritas). Artinya, secara filosofis bisa digambarkan, anak yang ditinggal mati kedua orang tuanya lebih diprioritaskan dari pada
anak yang hanya ditinggal mati bapaknya saja. Sejatinya, dalam fikih klasik tidak ada skala prioritas seperti yang terjadi dalam konteks Indonesia ini. Yatim, yaitu anak yang ditinggal mati oleh ayahnya. Istilah yatim atau piatu atau yatim piatu dalam bahasa fikih tidak dikenal. 􀁑 dam/disarikan dari buku Bersanding dengan Nabi di Surga

Seperempat Abad Buya HAMKA (3)

Masjid Agung Al Azhar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akan menyelenggarakan peringatan ”100 Tahun Buya Hamka”. Peringatan itu menurut rencana akan dilaksanakan di masjid tersebut mulai hari ini. Menurut siaran pers Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, peringatan tersebut akan diisi dengan Tabligh Akbar setelah shalat Jumat. Para pengisi acara di Tabligh Akbar tersebut antara lain Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Syuhada Bahri. Selain itu, terdapat pula Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kholil Ridwan dan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Didin Hafidhuddin. Kegiatan lainnya dalam memperingati seabad Buya Hamka antara lain Dialog Terbuka, Festival Budaya, dan pemutaran film tentang Buya Hamka. Dalam acara itu, akan dilakukan peluncuran buku 100 Tahun Buya Hamka, situs http://www.buyahamka.com/, dan Perpustakaan Buya Hamka. Hamka, yang merupakan kepanjangan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah, adalah ulama dan penulis Islam- Indonesia modern yang produktif. Ulama kelahiran Sungai Batang, Sumatera Barat, 16 Februari 1908 itu, pernah memasuki dunia jurnalistik dan pada 1926 mendirikan jurnal Muhammadiyah pertama, Chatibul Ummah.Sepuluh tahun kemudian, Hamka mendapat tawaran menjadi editor kepala
jurnal Islam yang baru terbit di Makassar, Pedoman Masyarakat. Hamka juga terkenal sebagai seorang sastrawan dan pujangga. Karya-karyanya antara lain novel Di Bawah Lindungan Ka`bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijht.
Dalam bidang ilmu keagamaan, ulama yang ke Mekkah pada tahun 1927 itu membuat kitab tafsir yang dikenal sebagai Tafsir Al Azhar. Tokoh Islam ini termasuk orang terdepan dalam sejarah perkembangan Islam abad modern di Indonesia. Namun sayangnya, saat ini tak banyak anak muda yang mengkaji ketokohannya. Sebaliknya, nama Hamka malah makin berkibar di negeri tetangga, terutama Malaysia dan Singapura. Museum Hamka yang berlokasi di tepi Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat ini lebih banyak dikunjungi wisatawan dari negeri jiran itu ketimbang wisatawan lokal. ”Sangat disayangkan bahwa tokoh sebesar Hamka kini mulai dilupakan anak muda kita. Pemerintah juga tak terlalu memperhatikan kepahlawanannya,’’ kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsudin saat berkunjung ke Museum Hamka beberapa waktu lalu. Museum Hamka itu adalah rumah tempat lahir Buya Hamka. Rumah itu telah direnovasi dengan model rumah gadang. Terletak di kaki bukit setelah melewati kelok 44, museum itu menyimpan benda-benda berkaitan dengan Buya Hamka. Di dalamnya, ada perpustakaan berisi karya-karya Buya, tongkat, tempat tidur, kursi, meja tulis dan benda-benda lainnya. Din menyatakan ironis, orang sekaliber Hamka kurang dihargai di negerinya sendiri. Bahkan tak ada nama jalan yang menggunakan nama Hamka. ‘’Banyak nama jalan protokol di Jakarta menggunakan nama tokoh yang kita tidak mengenal ketokohannya. Padahal, Hamka jauh lebih besar dari mereka,’’ kata Din. Din menilai Buya Hamka berjasa membentuk karakter bangsa Indonesia. Mengenai alasan kurang begitu populernya Hamka, ia menyatakan kondisi tersebut adalah karena kurangnya sosialisasi khususnya dari pihak pemerintah pusat. Oleh karena itu, Din berharap agar baik pemerintah pusat maupun daerah khususnya di Sumatera Barat untuk melakukan sosialisasi sosok Buya Hamka, termasuk dalam pengelolaan museumnya yang terletak berhadapan dengan Danau Maninjau

Seperempat Abad Buya HAMKA (2)

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) yang akrab dipanggil dengan Buya Hamka (1908-1981) adalah tokoh yang dikenal cukup luas secara nasional, regional, bahkan internasional. Deliau dikenal sebagai pribadi lembut namun berkarakter, sosok halus tapi berprinsip, dan tokoh modernis yang kharismatik. Dakwahnya sejuk menyirami dahaga spiritual umat. Acara dakwahnya di radio dan televisi (TVRI saat itu) selalu ditunggu jutaan orang. Pada tanggal 16 Pebruari 2008, genap seratus tahun hari kelahiran Buya Hamka (16 Pebruari 1908). Beliau wafat 27 tahun yang lalu, tepatnya 24 Juli 1981. Hasil perjuangannya dapat dirasakan oleh umat Islam secara luas. Dalam kesibukannya yang luar biasa, Buya Hamka secara produktif aktif menulis dalam bentuk artikel, kolom, makalah, dan buku. Sosok yang secara formal tidak pernah sekolah, dengan otodidak yang ketat, mampu menulis apa saja. Dia menulis tentang sejarah, tafsir, hadis, tasawuf, bahasa, hingga sastra. Karya-karyanya merupakan respon aktif dari kondisi yang terjadi di masyarakat. Di saat terjadi paradoksal masyarakat kota antara paham tasawuf ekstrim dan pola kehidupan hedonistik sekuler, beliau menulis Tasawuf Modern. Di saat terjadi fenomena perseteruan akut antara adat dan agama, dia menulis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Di saat masyarakat modern lari dari agama mengikuti kehidupan materialistis, beliau menulis Di Bawah Lindungan Ka’bah. Respon terhadap kondisi masyarakat juga diungkapkan ketika sedang merenung di dalam penjara, hingga terlahir karya monumental, Tafsir Al-Azhar. Lebih dari 113 buku yang ditulis dalam berbagai disiplin ilmu Begitulah sosok Buya Hamka yang sangat responsif terhadap kondisi masyarakat. Tokoh besar itu telah tiada, namun karyanya dinikmati hingga kini oleh umat Islam. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Buya Hamka wafat meninggakannama besar dan karya-karya monumental

Sperempat Abad Buya HAMKA (1)

‘’Buya Hamka memiliki kemampuan dakwah yang menyeluruh.Dakwah lisannya sangat indah, tutur katanya sangat baik dan tak pernah menyerang orang, argumentasinya sangat rasional dan logis, mampu menyentuh emosi setiap pendengarnya.’’ (Didin Hafidhudin, direktur Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun) ‘’Buya Hamka adalah sosok ulama besar yang memadukan keluasan ilmu pengetahuan dan ketinggian kepribadian. Keluasan ilmunya bisa dilihat
dari begitu banyak buku yang ditulis salah satunya yang sangat monumental adalah Tafsir Al Azhar. Ketinggian kepribadiannya bisa dilihat sebagai figur ulama yang berwatak, penuh istikamah yang ditunjukkan ketika sebagai ketua umum MUI yang menyatakan mundur katika eksekutif mencoba mengintervensi lembaga itu.” (Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah) ”Buya Hamka yang tidak hanya pandai berdakwah, tapi juga menulis
buku termasuk menulis roman yang menyuguhkan berbagai cara mengatasi masalah kehidupan. Sejak masih duduk di SMP saya senang membaca buku-buku Buya Hamka termasuk buku-buku sastra yang beliau tulis. Beliau memang figur dai yang sangat lengkap yang jarang ada tandingannya hingga sekarang.’’ (Dwiki Darmawan, musisi)

Saturday, February 23, 2008

KOTA "PECEL" MADIUN

Madiun, sebuah nama kota madya di propinsi jawa timur bagian barat sudah tidak asing lagi namanya. Kota yang dulunya merupakan wilayah kerajaan mataram ini menjadi sentra perekonomian saat itu. Sampai dengan sekarang masih terlihat peninggalan kemajuan kotanya, terutama adalah banyaknya pabrik gula yang mengelilingi kota ini. Tidak kurang ada 5 pabrik gula yang ada di sekeliling kota madiun. Kota madiun juga dikenal sebagai kota Pecel dan Kota Brem, karena memang banyak warganya yang memproduksi dan berniaga pecel serta Brem. Bahkan nama pecel dan brem ini sudah melekat pada benak setiap orang yang mengenal madiun. Kota Madiun juga terdapat salah satu industri strategis Nasional "PT INKA" dan terdapat salah satu pangkalan Udara utama nasional "Pangkalan Udara Iswahyudi". Kota Madiun dalam sejarah perjuangan negara RI juga pernah terlintas sebagai kota terjadinya pemberontakan PKI muso tahun 1948 yang berhasil ditumpas oleh tentara nasional indonesia pada saat itu. Seiring dengan perjalanan waktu kota madiun yang dulu merupakan kota karesidenan dan kota madya pada saat ini terus bergerak mempercantik diri. Perkembangan industri, perdagangan, perumahan dan pendidikan cukup pesat. Terutama dalam perkembangan perumahan sungguh merupakan sebuah kota dengan perkembangan perumahan cepat. Saya pertama kali datang ke kota madiun 1 nop 1996 atau 11 tahu 2 bulan yang lalu kota madiun masih terlihat sepi. Hanya terdapat 1 plasa supermarket yang kecil. Namun saat ini kota madiun sudah memiliki 3 Plasa besar, 2 plasa kecil dan beberapa mini market yang bertebaran di sekeliling kota. Pasar besar dan stadion olahraganyapun sudah direhap sangat megah. Lalu lintas kota madiun berkembang pesat sehingga sering terjadi kemacetan disana sini. Itulah sedikit gambaran tentang kota Madiun. Di kota inilah saya mempunyai kenangan memori yang indah. Di kota inilah 3 orang anak saya lahir. Anak pertama juni 1999, anak kedua des 2001, anak ketiga maret 2003. Di kota inilah saya berkarya selama 11 tahun 2 bulan. Tentunya dalam waktu seperti itu banyak suka duka yang saya dapatkan di kota ini. Panas, debu, banjir, angin dan banyak hal saya alami di kota ini. Kota madiun di mana saya 11 tahun pernah tinggal tentunya tidak mudah dilupakan begitu saja. Kota yang akan saya kenang akan keramahan warganya, kegotong royongannya dan kerjasamanya. Saat ini saya telah pindah meninggalkan madiun, namun kota madiun akan selalu saya kenang bersama keluarga. Bravo Madiun semoga kotamu bertambah cantik dan elok yang akan mengundang pendatang-2 untuk berkreasi memajukan kotamu.

Friday, February 22, 2008

Perempuan Berselendang Bintang

bagaimana aku bisa mendefinisikanmu
pada hari yang terus berlari
kucoba memadatkanmu dalam kata-kata indah
yang berserak di cakrawala
tapi tak pernah bisa
meski itu hanya tentang sepotong mata teduh,
senyum yang berayun,
atau sejejak dari berjuta langkahmu
lalu kupintal puisi-puisi kesturi
yang setia kau tumbuhkan dari sanubari
menjelma karpet merah
dengan limpahan mawar merekah
yang tak akan pernah selesai kau lintasi
di sepanjang jalan hidupmu,
bunda: hari ini kuberikan sebuah award
seumur hidup untukmu
kau tahu aku tak memejamkan mata sekian lama
untuk menjaring permata-permata langit itu
menyusunnya di atas selendang berwarna salju
membentuk namamu dengan tinta yang paling emas
kuselempangkan padamu
diiringi nada-nada vivaldi
penghargaan bunda teladan tahun ini
dan hingga tak terhingga tahun
atas cinta yang tak pernah berhenti dari nadi
dan ketabahan menumbuhkan matahari
untuk semua yang kau tulis yang kau ukir di dalam diriku
dan lekuk jiwa semesta
untukmu perempuan berselendang bintang

(by Abdurahman Faiz)
sayag kagum pada puisi puisinya,
salam bangga saya pada puisi puisi anda

Wednesday, February 20, 2008

Aku di Jalan Kupu-Kupu

Aku di Jalan Kupu-Kupu Jun 11, 2005
Assalaamu'alaikum semua, salam sejahtera....

SEDIKIT TENTANG FAIZ
Abdurahman Faiz lahir di Jakarta, 15 November 1995, anak pertama dari pasangan Tomi Satryatomo (jurnalis televisi) dan Helvy Tiana Rosa (cerpenis). Ia telah menulis puisi sejak berusia 5 tahun. Namanya mulai dikenal publik ketika ia menjadi Juara I Lomba Menulis Surat untuk Presiden tingkat nasional yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (2003). Pertama kali Faiz tampil membacakan puisi-puisinya yang pada waktu itu belum dibukukan, adalah atas undangan Nurcholish Majid pada acara peluncuran buku beliau yang mengundang ratusan tokoh nasional. Saat kelas II SD puisi Faiz “Sahabatku Buku” menjadi juara Lomba Cipta Puisi Tingkat SD seluruh Indonesia yang diadakan Pusat Bahasa Depdiknas (2004).

Buku kumpulan puisi pertama Faiz Untuk Bunda Dan Dunia (DAR! Mizan, Januari 2004) terbit saat ia berusia 8 tahun dan diberi pengantar oleh Taufik Ismail. Buku tersebut meraih Anugerah Pena 2005 serta Buku Terpuji Adikarya IKAPI 2005. Sejak buku itu terbit Faiz kian sering diundang membacakan dan membicarakan karya-karyanya--- yang banyak mengetengahkan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan dan politik--- dalam berbagai forum, termasuk di hadapan Presiden Megawati Soekarno Putri, Presiden SBY, mantan presiden Abdurrahman Wahid, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri dan tokoh-tokoh nasional lainnya. Ia pun pernah diundang sebagai salah satu panelis Debat Capres di stasiun televisi swasta, pada pemilu lalu.

Buku keduanya: Guru Matahari (DAR! Mizan 2004), terbit saat ia masih berusia 8 tahun pula, diberi pengantar Agus R. Sarjono mendapat nominasi Khatulistiwa Literary Award 2005. Buku ketiganya: Aku Ini Puisi Cinta (DAR! Mizan 2005) membawanya meraih penghargaan Penulis Cilik Berprestasi dari Yayasan Taman Bacaan Indonesia (2005).

Buku keempat Faiz adalah kumpulan esai berjudul: Permen-Permen Cinta Untukmu (DAR! Mizan 2005). Karyanya juga terdapat dalam antologi bersama: Matahari Tak Pernah Sendiri (1 dan 2), Jendela Cinta (GIP 2005), dan Antologi Puisi untuk Yogyakarta (2006). Puisinya pernah dimuat di sejumlah koran nasional antara lain Kompas dan Republika. Tahun 2006 Faiz dinobatkan sebagai Anak Kreatif Indonesia versi Yayasan Cerdas Kreatif Indonesia yang dipimpin Kak Seto.

Bersama beberapa penulis cilik lainnya siswa SDIF Al Fikri-Depok ini menulis kumpulan cerpen Tangan-Tangan Mungil Melukis Langit (LPPH 2006), untuk membantu biaya sekolah bagi teman-teman kecil mereka yang tinggal di kolong jembatan tol. Buku terbaru Faiz: Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil, dikatapengantari oleh Sapardi Djoko Damono (LPPH, Juli 2007), Faiz baru saja terpilih sebagai Anak Berprestasi 2007 dari PKS.

Melalui rumah imajinasinya di multiply ini, Faiz langsung berbagi sapa dan karya dengan semua yang ingin mengenalnya lebih dekat. Selamat menyelusuri jalan kupu-kupu Faiz ya!

Tuesday, October 09, 2007

IN THE NAME OF ALLOH

Berhentilah mencaci maki kegelapan.
Lebih baik kau nyalakan secercah cahaya bagi mereka yang kegelapan.
Tebarkanlah iman dengan cinta.
Gubahlah dunia dengan prestasi.
Jadikan hidupmu penuh arti, setelah itu bolehlah bersiap untuk mati.
Kalau kelak dating hari perjumpaan,
basahkan bibirmu dengan ucapan kalimat toyibah: Laa illaha illallah
disadur dari Dauzan Farook yang Ikut Manggul Pak Dirman, saat Gerilya
dan Terakhir Koleksi 25 Ribu Buku u/ perpustakaan gratis,
lahir tahun 1925 di Kauman-meninggal 7 oktober 2007 di PKU Jogjakarta

Monday, September 24, 2007

CEMORO SEWU …. NGANGENIN DEH

Perjalanan panjang 4 jam Madiun – Jogja cukup melelahkan. Setir mobil terasa berat sudah. Mulai ashar dari jalanan lurus halus hingga jalanan menanjak dan penuh tikungan tajam. Menjelang magrib tawang mangu karanganyar solo sudah ditangan. Kanan kiri penuh dengan tanaman. Berbagai macam Anthorium sangat menawan. Tahukah kawan, di tawang mangu anthorium banyak dibudidayakan. Demikian juga dengan banyak tanaman hias lain dengan penuh rasa kekeluargaan. Tawang Mangu keatas jalanan penuh dengan tanjakan tajam. Sesekali saya trenyuh dengan hawa dingin dibadan. Sendirian perjalanan saya nikmati dengan rasa senang dan nyaman. Karena memang jalur itu adalah jalur kenangan. Lama sudah saya tidak melewati jalur itu. Dulu dimasa muda saya beberapa kali melewati jalur tersebut. Dengan motor kenangan (Dik Tia demikian saya menyebut) bersama beberapa kawan kami melakukan pendakian. Pernah suatu ketika motor kawan tidak kuat di tanjakan. Kami Bantu untuk dorong bebarengan. Sungguh senang saya mengenang masa itu sembari jalan. Saat azan magrib tiba, tepat sudah saya sampai di Cemoro Sewu. Sungguh sayang jika saya terus berlalu. Maka saya putuskan tuk singgah sejenak. Mampir ke Mushola untuk sholat magrib bersama komunitas pendaki yang saya sebut masih anak-anak. Mobil saya belokan di tempat parkir cemoro sewu. Disana ternyata banyak orang menunggu. OOO ..... iyyaa .... saya baru ingat ternyata saat itu adalah malam minggu. Mobil saya parkir, selanjutnya saya sholat di mushola terdekat. Mushola tersebut sudah berubah dari +/- 17 tahun yang lalu. Sekarang sudah sangat cantik dan terlihat gagah. Diantara rumah penduduk, warung makan dan tegalan di pinggir badan jalan. Terlihat juga ladang strowbery yang dulunya adalah ladang wortel. Antena Pemancar TVRI masih seperti dulu 17 th yang lalu, tetapi itu sebagai pertanda titik balik pendakian dari puncak menuju cemoro sewu. Sholat maghrib sudah berlalu. Ternyata perut terasa ngilu. Oooh iya ... lapar karena memang sudah jam makan. Saya mampir sejenak ke warung makan langganan. Lama ... sudah saya kenang. Ternyata penunggu sudah berganti orang. Tapi tetap sama dalam hal keramahan. Ya keramahan itulah yang sangat memberikan kesan. Saya pesan mie rebus yang instan, kopi panas yang menawan. Ditemani beberapa orang kami ngobrol sambil rokokan. Sungguh nikmat dibalut rasa dingin pegunungan. Sembari menghirup kopi yang tidak terasa panasnya. Sembari menghisap rokok yang sangat nyaman rasanya. Wuiiih alangkah nikmatnya, ...... Saya mengenang masa indah bersama teman karib yang sangat bijaksana. Hingga kini ternyata masih sangat bijaksana. Duhai kawan, andai kita masih bisa bernostalgia. Tentu akan dilengkapi dengan gelak dan canda tawa. Semoga engkau semua sukses disana. Di kehidupan masing-masing bersama keluarga ........

PUASA ADALAH MILIK ALLOH SEMATA

Ramadhan 1428 H telah 10 hari berlalu saat penulisan ini. Terasa bahwa hari demi hari cepat berlalu. Kebanyakan orang merasakan hal tersebut. Bagaimana dengan anda ... cepat atau lambatkah perjalanan puasa tahun ini?
Alloh swt berfirman QS. 2. 183 : Hai orang-2 yg beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa. Dengan perintah tsb semua orang beriman dipenjuru dunia menjalankan puasa ramadhan bersama. Dalam sebuah riwayat dinyatakan pula bahwa puasa yang dijalankan orang beriman ini adalah untuk Alloh semata. Tentunya mendapatkan prioritas yang istimewa oleh Alloh swt. Semoga puasa kita sekalian mendapatkan tempat yang baik disisi Alloh swt.
Dalam bulan Ramadhan dianjurkan untuk mempaerbanyak amalan, memperbanyak bacaan al qur’an sehingga tampaklah beda antara bulan biasa dengan bulan ramadhan. Secara fisik perbedaan bulan ini tidak akan kelihatan. Tetapi akan terlihat melalui Hati nurani dan Indra ke-6 manusia. Di hampir semua Masjid yang ada setiap aktifitas ibadah pasti lebih ramai dari biasanya. Hal ini tidak mengherankan karena pahala yang dijanjikan Alloh kepada hambanya dibulan ini sangat luar biasa besarnya, bisa lipat puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali dibanding ibadah di bulan yang lain. Untuk itu marilah berbondong-bondong menambah amal kebaikan, meningkatkan keimanan, memperbanyak amalan , tadarus ... dst.
Tahukah anda bahwa puasa bisa memperkuat fisik dan mental ? tahukah anda bahwa puasa bisa meningkatkan ketajaman hati nurani? Tahukah anda bahwa dengan niat tulus dibulan Ramdhan ini orang yang tidak makan sahurpun kuat berpuasa? ... Tahukah anda manfaat dari puasa ? ...... buktikan langsung saja, niatkan, pahami, rasakan dan laksanakan. Insya Alloh jawaban akan anda dapatkan.

Friday, June 15, 2007

NRIMO ING PANDUM

Istilah jawa mengatakan demikian, bukannya karena penulis adalah orang jawa sehingga mengadop istilah tersebut, tetapi memang maksud dari pernyataan itu sangat tepat bila disampaikan kepada pembaca, tentang kondisi dewasa ini. Apabila kita cermati, banyak kejadian yang berpangkal dari pernyataan diatas. Entah itu pencurian, penculikan, penggusuran, rebutan kue proyek, rebutan posisi dan berbagai hal lain akibat adanya keinginan sebagian orang yang tidak bisa dikendalikan. Nrimo ing pandum dalam istilah jawa mempunyai makna sebagai bentuk kondisi pengendalian hawa nafsu dan keinginan kita akan banyaknya keinginan dalam hidup di dunia ini, yaitu sikap menerima pemberian Alloh yang maha kuasa kepada kita dan kita mensyukurinya . Semua orang pengin kaya, semua orang pengin pinter, semua orang pengin berkuasa, semua orang pengin menjabat, semua orang pengin dihormati, semua orang pengin disegani, dsb. Namun tidak banyak yang bisa mengendalikan keinginannya tersebut, hanya sebagian kecil saja yang bisa. Sepertinya sangat nyaman seandainya kita bisa mengendalikan keinginan tersebut. Otomatis apa yang kita pikirkan, kita dapatkan, dan kita impikan akan sejalan dengan kondisi yang terjadi pada diri kita. Kami berharap dengan pemahan dan penerapan yang demikian, maka kehidupan masing-2 orang akan nyaman, dan tentunya akan berimbas pada lingkungan sekitar, dan tertibnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semoga .......

Wednesday, May 09, 2007

IDE GILA ...

Pernahkah anda mendengar lontaran ide seseorang yang aneh ? tidak lazim, dan asing bagi lingkungan kita selama ini ? Kami pernah menemukan ide-2 semacam itu yang tiba-2 saja dilontarkan oleh kawan kami. Pada awalnya kita semua menertawakan lontaran ide itu, .. setelah diberikan argumen dan alasan secukupnya oleh rekan kami barulah kami semua tahu, .... oo ternyata memang masih ada peluang yang selama ini tidak kami lihat, dan rekan kami telah melihatnya. Dengan melaksanakan ide kawan kami tersebut, yang selama ini operasional organisasi kami terasa lambat gerakannya, menjadi lincah dan semangat, serta menghasilkan result yang sangat luar biasa besarnya. Itulah yang dinamakan IDE GILA, atau dalam bahasa kerennya OUT OF THE BOX atau LATERAL THINKING. Kita diharuskan untuk melihat dan mengamati guna menyelesaikan suatu persoalan dengan cara-cara diluar kelaziman dan diluar kebiasaan yang selama ini dilakukan. Kebiasaan berpikir kita yang selama ini dibatasi oleh ruang dan waktu tertentu berusaha untuk ditembus dengan pengembangan pemikiran diluar batasan tersebut (out of the box). Dengan demikian akan banyak ditemukan cara-cara baru yang diharapkan sangat bermanfaat bagi perkembangan kehidupan umat manusia, dimanapun. Bagaimana dengan anda ? Coba galilah ide-ide gila anda ? ..... Semoga Sukses menyertai anda semua.

Saturday, March 31, 2007

GEMPA JOGJA (yang tak terlupakan)


Mei, hari 27 tahun 2006 Jogjakarta dikagetkan dengan gempa bumi tektonik berkekuatan 5,6 SR. Bumi jogja bergetar keras kurang lebih 10 detik. Gempa tersebut linier naik dengan getaran yang sangat keras, diikuti setelahnya dengan gempa gempa susulan yang kekuatannya menurun, namun berlangsung sangat lama +/- 5 s/d 6 bulan gempa susulan masih terjadi. Saat itu 27 mei, kami sekeluarga sedang cuti dan berlibur ke Jogja untuk menengok orang tua. Pada hari ke-2 cuti kami, kami tinggal di rumah mertua di Jl. Magelang Km 9, isteri beserta anak-anak tinggal disana. Saya kebetulan ada keperluan ke rumah orang tua, sehingga pada tanggal tersebut saya tidur dirumah orang tua, di Jl. Kol sugiyono (Keparakan Kidul). Malam hari saya berdiskusi dengan orang tua dan 2 orang adik saya. Pagi hari setelah sholat subuh saya lanjutkan diskusi dengan adik bungsu saya di kamar. Bapak saya, sedang bersih-bersih rumah dan Ibu saya sedang masak di dapur. Adik ke-2 saya sedang santai nonton berita TV. Saat itu kurang lebih jam setengah 6 pagi kami dikejutkan dengan getaran gempa yang sangat keras lebih kurang selama 10 detik. Semua perabot rumah bergetar, sehingga kami berhamburan lari ke luar rumah. Saya, adik bungsu saya, Ayah, dan Adik ke-2 langsung lari keluar. Ternyata pagar rumah tidak kuat menahan getaran gempa sehingga saat kami lewat langsung roboh, dan adik bungsu kami kejatuhan reruntuhan pada kaki, sehingga mengalami luka ringan. Saat kami berada di luar rumah gempa susulan masih berlangsung dengan intensitas menurun. Kami langsung berkumpul, kebetulan ibu kami masih berada di dapur, langsung kami jemput untuk keluar rumah. Sambil berdo'a kami masuk dapur yang sudah terkena reruntuhan pagar, kami ajak ibu saya untuk keluar. Sumur kami yang kebetulan pakai sumur Bor, air langsung muncrat keluar berisi tanah lumpur, sehingga dapur menggenang. Kami cek sebentar, kompor yang masih menyala langsung kami matikan dan listrikpun kami matikan juga. Setelah diluar kami cek sebentar, ternyata semua sudut rumah dan tempat-2 tumpuan atap mengalami retak parah, kondisi rumah kami sudah miring, dan hampir roboh. Kami cek di dalam rumah, 3 buah almari roboh dan barang-2 berhamburan semua, barang pecah belah banyak yang hancur, tetapi beberapa masih baik dan masih berfungsi. Semula kami berpikir bahwa gempa adalah vulkanik akibat aktifitas merapi, sehingga saya khawatir dengan isteri dan anak-2 saya di jl. magelang. Saya langsung mengajak orang tua dan adik-saya untuk berkumpul di jalan raya yang cukup luas, karena daerah kami perumahan sangat padat dan banyak sekali rumah yang roboh. Ternyata semua orang sudah berkumpul di jalan raya dengan kepanikan yang tinggi, ada banyak orang yang mengalami luka-2 ringan ataupun berat langsung dibawa ke Puskesmas dekat kampung kami. Ternyata puskesmas sudah penuh pasien, sehingga beberapa orang tetangga yang terluka antri untuk mendapatkan pengobatan. Saya titip kepada adik saya untuk menjaga orang tua dan rumah, saya langsung mengajak keponakan untuk menuju jl. Magelang. Disepanjang perjalanan kami jumpai rumah-2 banyak yang roboh ataupun retak, orang-2 pada berkumpul, dan saling menolong para korban.... sungguh pemandangan yang sangat memilukan. Sesampai di Jl. Magelang ternyata tidak ada kerusakan walaupun gempa terasa cukup kuat. Setelah mendapat kepastian keselamatan Isteri dan anak-2 saya, saya titipkan mereka kepada mertua,kemudian saya pergi lagi ke jl. kol sughiyono, disepanjang perjalananan ternyata ramai, macet. Orang orang pada ngungsi dan ada isyu datangnya tsunami dari pantai selatan. Berkaitan isyu itu saya langsung tidak percaya karena jarak ke pantai jauh +/- 30 km, sehingga kami tidak panik. Sesampai di keparakan kami langsung mengajak ayah dan adik ke2 saya ke saudara di Pleret, ternyata sesampai disana hampir semua rumah roboh, dan disepanjang perjalanan semakin keselatan kerusakan makin parah. Banyak korban yang meninggal, dirumah saudara kami beberapa orang meninggal. Saudara kami yang selamat langsung membantu saudara lain yang terluka ataupun yang meninggal untuk mengurus jenazahnya. Sungguh pemandangan yang memilukan dan tidak akan terlupakan bagi saya. Dari Pleret saiang kami ke keparakan lagi dan mendapatkan kabar, saudar kami di Imogiri juga demikian, rumah-2 pada hancur bahkan kami kehilangan beberapa kerabat dekat yang meninggal. Hari ke tiga saya ajak keluarga saya kembali ke Madiun, dan saya serahkan anak-2 pada isteri saya, kemudian saya balik lagi ke Jogja untuk membantu saudara-2 saya yang memerlukan pertolongan. Kurang lebioh 1 minggu listrik PLN mati, PAM air tidak mengalir, Kami bahu membahu untuk saling memberikan pertolongan. Dalam renmtang waktu tsb, sungguh selain kesedihan kami juga banyak melihat keindahan saudara-2 kami yang dengan tulus dan sukarela membantu saudara lainnya. Kini sudah 11 bulan berlangsung, sudah ada perbaikan kerusakan akibat gempa, ternyata ada juga korban yang kurang mendapatkan perhatian. Semoga hal ini menjadikan hikmah bagi kita semua, peringatan Alloh bagi hamba-2nya yang beriman..... semoga kami diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan, amin.

Friday, March 30, 2007

SHARING GENERASI

Sebagaimana orang ketahui dalam kehidupanya dialami beberapa siklus, yang dimulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, tua dan akhirnya meninggal. Bahkan banyak yang belum melalui semua siklus tersebut langsung ke siklus terakhir. Bagi anda yang sudah berkeluarga ataupun yang sedang merancang untuk berkeluarga, tentunya sudah mempunyai gambaran tersebut, bahkan saya yakin andapun mempunyai angan-angan kehidupan keluarga atau calon keluarga yang anda inginkan. Tentunya anda semua ingin agar kehidupan anda dan keluarga anda berlangsung baik, lancar, sehat, tak kurang suatu apa, hingga semua siklus kehidupan terlalui dalam beberapa generasi anda. Sehingga anda memerlukan literatur dan arahan dalam hidup dan kehidupan, dan saya yakin anda sudah mendapatkan literatur arahan itu. Disini kami akan sharing kepada anda yang barangkali tertarik dengan pandangan kami. Dalam membina rumah tangga, salah satunya tentunya adalah untuk melangsungkan ketersambungan generasi umat manusia, sehingga dihasilkan manusia-2 baru yang unggul dan mumpuni dalam segala hal berlandaskan hidayah Illahi. Bila mana anda melihat kehidupan sekitar, anda akan mendapatkan gambaran dan bisa memutuskan kemana kelurga dan generasi anda akan dibawa. Bila melihat kehidupan umat ini (anda yang sepaham dengan saya), sungguh prihatin. Umat kita banyak ketinggalan dalam berbagai hal, terutama masalah management dunia (baik bidang ekonomi, sosial, politik, budaya maupun iptek), sehingga hampir di semua negara yg sepaham dgn kita (terutama indonesia) pasti tertinggal dibandingkan negara-2 eropa/amerika/jepang(asia timur). Untuk itulah kami sharing keinginan ini. Generasi penerus anda haruslah anda bekali dengan pendidikan agama sejak dini. Berikan ia pengetahuan keimanan, aqidah, akhlak, syariah, baca tulis alqur'an, rutinitas kehidupan ibadah dll sejak kecil (sejak masih balita). Masukan ia di Taman Pendidikan Alqur'an. Masukan ia di madrasah-2 ibtidaiyah dan tsanawiyah yang anda anggap baik, syukur-2 masukan ia di pesantren yg mendidik ilmu agama, hingga ia tumbuh remaja dan tahu mana yang benar dan yang salah. Dengan demikian terbentuklah generasi muda anda sebagai seorang yang teguh, jujur, amanah, dan tunduk terhadap aturan Illahi. Setelah remaja didiklah ia dibidang-bidang yang kurang kita kuasai. Masukan ia di Jurusan-2 Teknik, Kedokteran, Ekonomi, Hukum, Sosial Politik, Psychology, Ilmu Murni, hankam dsb, syukur-2 masukan ia di sekolah-2 yang memberikan Brand terbaik di negeri ini. Ingatkan lagi ia dengan rutinitas dan kegiatan keagamaannya sejak kecil. Dengan demikian diharapkan akan lahir generasi-2 Qur'ani yang handal dibidang Iptek, ekonomi, hukum, sains, kedokteran, hankam, dll. Bila kelak waktunya tiba, generasi kita tersebut sudah bisa memperolah pekerjaan, posisi kekuasaan dan jabatan yang cukup strategis, pasti akan bisa membawa perubahan kehidupan ini menuju kehidupan yang diridhoi Illahi. Saya teringat salah seorang ulama besar kita pernah berkata : Oleh karenanya jadilah kamu insinyur, dokter, ekonom, master, profesor, Doktor dll, dan kembalilah kamu dalam ajaran agamamu. Sehingga dimanapun generasi kita berada ia sudah mempunyai bekal yang cukup baik bidang agama maupun kemampuan untuk mengatur kehidupan dunia yang baldatun thoyibatun wa robbun ghofuur ................ semoga

Thursday, March 22, 2007

FENOMENA LARON


Laron ..... adalah seekor hewan yang banyak dikenal orang, saya yakin anda tahu hewan laron ini. Laron atau dalam bahasa indonesia anai-anai adalah hewan yang cukup unik untuk diamati. Kebetulan saya terlintas tentang hewan ini. Coba anda renungkan .... laron ... hidupnya untuk apa? Lintasan bayangan saya hidup laron adalah untuk kebaikan pihak lain atau makhluk lain. Marilah kita sedikit melihat kedalam. Laron atau anai-2 biasa hidup didalam tanah, kayu, dinding dsb, dengan membuat rumah disana. Dengan keajaiban liurnya anai-2 kecil/rayap bisa melapukan sebuah kayu bahkan kayu terkuat sekalipun, mereka memiliki seorang ratu yang sangat dihormati. Mereka terbiasa dengan kerjasama dan gotong royong dalam habitatnya untuk membangun sebuah peradaban yang sangat berguna bagi bangsanya. Setelah musimnya tiba, biasanya musim hujan para ratu (laron) tumbuh dan berkembang yang sangat dihormati kaumnya. Ia dilindungi dalam komunitasnya sehingga tumbuh dan berkembang dengan pesat. Setelah tiba saatnya, maka laron tersebut akan keluar dari sarangnya. Akan terbang kemana ia suka, ia akan terbang dan mencari lampu-2 terang dari tempat gelapnya. Tapi apa yang terjadi ...? Laron ini akan diambil manusia untuk dimasak, laron akan dimakan oleh cicak, laron akan dimakan oleh ayam, laron akan dimakan oleh burung, laron akan dimakan oleh katak, dsb... bila tidak ada yang memakannya ia akan jatuh kehilangan bulu dan mati. Coba anda bayangkan kehidupan laron tersebut ? ... Adakah hikmah disana ? ..... Semoga kita bisa memberikan kehidupan yang bermanfaat kepada orang/pihak lain, .... wallohu'alam bishowab.